Soal redaman suspensi Suzuki Nex II, penulis nggak sependapat dengan tmcblog


Suzuki Nex II hadir sepertinya dengan difokuskan menjadi motor yang sporty dan bukan motor kalem seperti sebelumnya. Termasuk juga suspensinya. Dari fisik saja terlihat besar. Bila dihimpit badan terasa lebih keras dari Honda Beat atau Suzuki Spin, tapi jelas lebih empuk dari Mio. Kerasnya ini kira kira sama dengan YSS DTG yang preloadnya 0.

Ternyata dalam soal suspensi belakang Suzuki Nex II penulis punya pendapat berbeda dengan tmcbog. tmcblog menyebutkan seperti berikut ini Baca lebih lanjut

Iklan

Safety riding situasi darurat ngerem nggak nutut justru disarankan lompat dari motor?


Hari ini penulis ketemu hal yang menurut penulis mengagetkan di sebuah video di youtube. Di video tersebut salah pencet tombol klakson disebut masalah sepele. Penulis tentu nggak setuju.

Youtubernya berpendapat sebagai berikut:

kalau dalam kondisi darurat dalam artian mengerem dengan high speed, klakson tidak akan membantu anda,, yang anda lakukan adalah fokus pada pengereman yang efektif, bila itu tidak mampu menghentikan kendaraan, maka opsinya adalah lompat dari kendaraan bukan menekan klakson,,, yah mungkin mas bro harus sowan ke pelatihan safety riding agar paham,,
Pada dasarnya klakson dan sein itu dibalik ada dasar ilmunya, dan menurut saya masih masuk akal…

Penulis kaget juga bahwa daripada pakai klakson, ia lebih pilih lompat. Ini ia sebut sebagai solusi yang diajarkan di safety riding. Terus terang penulis baru tahu di safety riding ada teknik seperti ini. Baca lebih lanjut

Lewat polisi tidur itu kan harusnya lambat, kok kemampuan menghajarnya dipakai sebagai acuan kenyamanan?


Di Indonesia ini sudah umum kalau review suspensi itu acuannya adalah kemampuan melewati polisi tidur. Motor yang enak dipakai menghajar polisi tidur dianggap motor yang suspensinya top. Contoh reviewnya:
Kenapa Honda PCX150 menggoda celengan ? Berikut alasannya

Strength point kedua adalah reaksi umum suspensi. Suspensinya lembut dan bekerja sangat baik ketika menghajar polisi tidur ataupun lubang jalanan. Jadi ketika sampeyan nunggang PCX 150, rasanya seperti nunggang skutik dengan level berbeda. Premiumnya terasa.

Terus terang penulis tidak setuju dengan review seperti itu (setelah kapok kena suspensi Honda Beat yang kacau). Penulis tidak tahu apakah media Eropa, Jepang, India atau negara lain itu kalau review suspensi menilai dari kemampuan menerjang polisi tidur. Entah apa alasannya banyak yang pada review suspensi pakai acuan polisi tidur. Yang jelas Baca lebih lanjut

Ternyata ada alasan mengapa Linhai berani buat motor 100% sama persis dengan Yamaha Force 155


Penulis lupa apakah penulis sudah membahas hal ini apa belum, atau bila sudah ada yang menerangkan. Penulis sebelumnya menjelaskan soal beda kualitas antara Linhai Power 175T dan Yamaha Force 155:
Linhai Power 175T bajakan yang 100% persis Yamaha Force 155 tapi kualitas beda

Yang membuat penulis kembali kepikiran motor ini adalah ada beberapa yang memuat berita Linhai 175T sebagai kloningan Yamaha Force 155:
Linhai Power 175T Kloningan Yamaha Force 155 Taiwan, Sampeyan Bisa Bedain Cak?

Jika diamati via foto-foto yang beredar di dunia maya, Linhai Power 175T ini benar-benar 11-11 dengan Force 155.

Kok Linhai sampai berani membuat motor yang benar benar Baca lebih lanjut

Beda suspensi matik Honda dengan YSS DTG ibarat langit dan bumi, mengapa nggak buat versi YSS sih?


Seperti penulis ceritakan sebelumnya, penulis sumpek dengan suspensi Honda Beat yang sudah aus. Dipakai nggak enak banget, dibuat lewat polisi tidur sering njeduk. Setelah di servis, diganti komponen dalaman / skoknya malah makin parah. Motor makin pendek, makin doyan njeduk saat lewat polisi tidur dan di jalan yang nggak ada polisi tidurnya pun terasa jedak jeduk karena suspensi mentok gara gara jacking down (mau jelaskan di artikel kok lupa lupa terus nih).

Dan untunglah nemu bengkel yang jualan YSS:

Langsung dipasang. Dan ternyata Baca lebih lanjut

Uji coba mengalirkan uap air ke intake dapat hasil sangat positif


Bro Arieftc Gorib sharing percobaan yang hasilnya sangat positif yang memanfaatkan uap air dari reservoirnya radiator. Awalnya tertarik dengan cara berikut:
Meningkatkan efisiensi mesin dengan water injection bisa murah dan meriah

Arieftc Gorib kemudian punya ide untuk pakai uap air yang keluar dari reservoirnya radiator: Baca lebih lanjut

Begini bila ponsel diletakkan di bagasi depan Suzuki Nex II, Spin dan Honda Beat eSP


Bro Tendy tanya soal ukuran bagasi depan Suzuki Nex II, apa cukup untuk hp? apa nggak klotekan?

Untuk tahu itu penulis pakai ponsel Xiaomi 1s:

Berikut kalau hpnya seakan akan dicharge di Suzuki Nex II:

Kabel chargenya sedikit menekuk:

Kalau nggak sedang ngecharge bisa posisi begini juga:

Kalau di Honda Beat eSP seperti ini:

Posisi alternatif:

Bila di bagasi kanan Honda Beat eSP:

Bila di Suzuki Spin:

Kalau soal klotakan jawabannya iya. Memang harus diberi alas kain atau pakai cover rubber / silicon biar nggak rusak / gores casingnya.

btw, berikut kalau di bagasi bawah joknya Suzuki Nex II: