Detil Ohlin untuk matik, masa empuknya suspensi belakang Ohlin cuma setara suspensi depan yang standar?


Banyak yang berpendapat bahwa suspensi aftermarket itu akan terasa lebih keras bila dipakai pelan. Namun setelah penulis upgrade suspensi Honda Beat dengan YSS DTG, motor terasa empuk baik dipakai pelan atau kencang, sendirian atau boncengan. Kalau kelemahan, mungkin cuma rebound yang rasionya terlalu besar dibanding kompreso, nggak enaknya terasa di jalan cekung atau setelah lewat polisi tidur. Karena merasakan ini penulis jadi penasaran juga dengan suspensi Ohlin.

Kalau lagi bahas suspensi Ohlin, banyak yang bilang harga memang nggak bohong. Walau mungkin nggak pernah coba, banyak yang bilang kalau pingin empuk beli Ohlin. Tapi sebenarnya seberapa empukkah Ohlin itu?

Cari penjelasan yang mendetil rasanya pakai suspensi Ohlin itu perjuangan berat. Susah banget. Kok terkesan banyak yang asal ngomong empuk tanpa pernah coba sendiri.

Di penjelasan berikut suspensi Ohlin justru dikesankan termasuk yang keras tapi empuk.
Test ride Yamaha NMax with Öhlins suspension

Rute yang saya tempuh adalah Denpasar Bedugul dengan kombinasi jalan lurus di kota dan naik turun penuh di tikungan ciri khas jalan pegunungan. Sokbeker ini untuk penggunaan harian termasuk keras. Memang ada opsi untuk setelan nya. Tapi si empunya nyaman di setelan ini. Duduk sekitar 1 jam diatas motor ini juga (maaf) bokong terasa lelah. Entah karena bawannya atau karena sokbekernya. Tapi begitu masuk jalan kelak kelok khas pegunungan barulah suspensi ini bekerja. Pantat motor berasa nuut banget saat nikung. Ga ada istilah gejala limbung atau godek. Asli nurut. Cuma sayangnya untuk sokbeker depannya masih ori. Jadi kurang imbang. Rencananya untuk aokbeker depan ini akan ditambah oli agar suspensi sedikit lebih stiff agar riding quality makin bagus.

Mungkin bingung mengapa suspensi stiff kok terasa empuk. Ini karena kalau suspensi dengan rasio kekuatan hambatan rebound dan kompresi nggak imbang, maka suspensi gampang mentok, kalau sudah mentok maka hentakan jadi keras banget. Dengan setelan dibuat keras maka hentakan keras itu tidak terjadi, suspensi jadi terasa empuk.

Mungkin lebih mudah menjelaskan yang sebaliknya, suspensi yang hambatannya sudah hilang, walau empuk maka bakal terasa keras karena lewat jalan tidak rata jadi loncat loncat tidak karuan.

 

Penjelasan lain:
Ngetes Shock Ohlins Yamaha NMax, Harga Gak Bohong!

Yang ngeri itu adalah performa di jalan buruk, dengan menggunakan shock YSS G Plus di set ke yang paling empuk pun KBY masih agak meringis, nah di atas Yamaha NMax yang menggunakan shock ohlins ini KBY pun siap siap meringis, pikir KBY ah kalau dijalan beginian paling mirip mirip.. And..Avadakedavra eh abakadra, deb deb deb.. jalan gerinjul tersebut dilalui dengan mantap! Hanya sedikit ayunan yang terasa, lah kemana jalan jelek itu, pindah tempat kah?

Gak puas dan gak percaya akan performa shock ohlins Yamaha NMax ini, KBY ulangi sekali lagi, masih sama, hanya ayunan suspensi tanpa goncangan berarti yang terasa lads..Masih belum percaya, kali ini pelan pelan, lalu kencang, ah sudah lah nyerah.. Sekarang mencoba menikung cepat, wah mantap tenan lads.. harga emang gak bohong, kampret tenan iki Ohlins, bikin shock breaker kok ya bisa kaya begini enaknya.. rasanya pengen copot si YSS tuh, terus pungut lagi lah, sayang dong wkwkkww..

Dari testimoni ini penulis kaget juga karena ternyata YSS G Plus itu ternyata performanya jelek di jalan buruk. Penulis tidak merasa istimewa bila suspensi Ohlin itu bikin jalan buruk jadi tidak terasa, karena ini juga yang penulis rasakan waktu pakai YSS DTG dengan setelan preload paling minim. Sendirian atau boncengan nggak enaknya jalan tambal sulam jadi tidak terasa lagi, jalan geronjalan juga tidak terasa. Pakai setelan preload paling tinggi pun masih terasa empuknya.

Kurang nyamannya YSS G series juga sudah diceritakan di artikel kobayogas.com sebelumnya:
Review Shock YSS Untuk Yamaha NMax, Firm Not Hard dan Dapat Disetel..

Menurut KBY Suspensi YSS NMax ini bekerja lebih baik, mungkin karena gasnya, dia firm namun tidak hard, tidak mental mentul atau membuat pengendarannya terangkat-angkat ketika menghadapi jalan jelek atau keriting seperti yang terjadi pada shock standar Yamaha NMax..

Rebound-nya YSS Nmax ini lebih cepat, sehingga meskipun masih terasa lompatannya namun langsung diredam oleh shock gasnya sehingga kita tidak merasa terpental ke atas. Hasil test melewati speed trap, suspensi belakang dengan mantap melewatinya tanpa ada gejala melompat.

Agak sulit menjelaskannya kalau tidak mencoba langsung sih sebenarnya, namun kalau dikatakan lebih empuk atau lembut dari yang standar, bisa dijawab ya, tapi bagi yang benar benar mencari lembut atau empuk, maka jawabannya adalah shock YSS ini tidak seempuk itu. Hanya jelas, keunggulannya adalah kalau kurang empuk, bisa disetel kok..

Modifikasi New Honda PCX: Review Performa Shock YSS G Euro XL, Nyaman dan Mantap!

Begitu keluar bengkel TDR Racing, Sniego langsung meluncur di jalan aspal campur, wah kesempatan mencoba ayunannya nih.. langsung saja KBY sengaja mencari legokan sepanjang jalan sebelum mencapai jalan raya. Ternyata ayunannya masih terhitung lembut untuk melintasi jalanan tak mulus…memang jadi sedikit keras, tapi masih sangat bisa ditolerir. Rebound-nya juga terasa cepat, selesai mengayun si YSS G Euro segera kembali ke posisi awalnya…

Melintasi jalan bopeng dan speed trap tipis, body Sniego hanya sedikit saja bergeming, suspensi yang bekerja, bukan bodi motor yang naik turun… pun tanpa adanya hempasan keras yang biasanya dirasakan pada punggung atau bokong ketika melintasi speed trap. Di atas jalan bergelombang seperti jalan beton YSS G Euro juga berhasil melaksanakan tugasnya dengan sangat baik, gejala pengendara terombang ambing atau terhempas-hempas dirasakan sangat sangat minim.

Begitu pula di jalan lurus nan mulus, larinya Sniego menjadi lebih stabil dan tenang, mantap! Satu dua tikungan parabolik yang ditemui dapat ditaklukkan dengan mudah tanpa usaha banyak dari bodi pengendara…Berboncengan juga ternyata tidak merubah performa si YSS G Euro, masih tetap mantap dan menjadi lebih lembut saat melewati jalan tidak rata dibandingkan saat berkendara sendiri, mirip-mirip karakternya seperti originalnya…

Dari tiga kutipan tersebut penulis menyimpulkan bahwa YSS G Series jelas bukan suspensi untuk kenyamanan. Pada kasus ini harga bisa bohong kalau kebutuhannya untuk kenyamanan. Sayang nggak pernah ada yang mencoba membandingkan suspensi YSS G Series dan YSS DTG. Entah mengapa kok sampai diklaim YSS G Series yang rekomended kalau ingin nyaman.

 

Kembali ke Ohlin, test ride di jalan itu ternyata susah dicari videonya. Yang kelihatan cuma video dari MHRS Motovlog:

Di video tersebut suspensi belakang pakai Ohlin:

Di video disebut itu adalah suspensi Ohlin untuk Yamaha TTX tapi yang tanpa pengaturan. Sayangnya penulis tidak menemukan referensi suspensi macam itu, TTX tanpa pengaturan. Di website resmi Indonesia, Asia dan Internasional nggak ada. Nemunya yang berikut ini, tapi yang ini itu generik untuk semua matik dan ada setelannya untuk kompresi, S36PC1:

Suspensi tipe S36PC1 ini kepakai di semua motor matik lain seperti misalnya Vario:

Juga termasuk yang double shock macam NMAX

Atau PCX:

Tapi anehnya untuk Forza tipenya beda, S36PR1, yang bisa disetel reboundnya:

Yang tanpa pengaturan itu disebutkan sebagai berikut, model S36P:

Kode S di depan itu artinya jenis shock breakernya single tube. Biasa sama Ohlin disebut STX. Kalau TTX itu produk yang twin tube.

 

Suspensi depan kelihatannya standar:

Dibanding X-Ridenya yang lain:
Modif X Ride jadi Supermoto.

Entah kalau oli suspensi depan pakai ohlin yang katanya harganya 500 ribu sebotol. Entah apa efeknya. Karena oli suspensi itu yang penting kekentalannya. Kalau mekaniknya bukan asli Ohlin tentu efeknya beda dari yang diharapkan.

 

Penulis membahas suspensi depan juga karena di video diceritakan setelah pakai suspensi Ohlin, dibuat menerjang polisi tidur jadi enak. Padahal logikanya kalau menerjang polisi tidur yang kena duluan kan suspensi depan? Mengapa kok setelah pakai Ohlin jadi lebih enak?

Lagipula kalau golnya cuma polisi tidur, maka justru suspensi standar matik itu yang lebih jago, karena kan hambatan kompresinya itu NOL, alias tanpa hambatan. Namanya juga suspensi single action, yang dihambat cuma reboundnya saja. Yang jadi andalan memuji suspensi standar kan juga tes menerjang polisi tidur?

Yang membuat penulis merasa aneh adalah mengapa tidak ada keluhan suspensi depan terasa tidak enak seperti ketika penulis sudah pakai YSS DTG atau seperti review YSS Z Series berikut:

Pada review dari MHRS Motovlog untuk motor Honda Scoopy yang pakai Ohlin S36PC1 juga sama. Walau video review menyebutkan sudah memakai suspensi belakang Ohlin 2 bulan, tidak disebut tidak enaknya suspensi depan.

Dua duanya sama sama menyebut serasa naik sedan, cuma yang pakai Ohlin tidak merasa suspensi depan jadi nggak enak.

Apa ini berarti level kenyamanan suspensi Ohlin S36PC dan S36PC1 ada di bawah YSS DTG atau YSS Z Series? Dan kenyamanan suspensi Ohlin di atas YSS G Series?

Kalau benar maka harga itu bisa bohong.

Atau mungkin karena setelan suspensi tidak pas? Cara setel suspensi penulis bahas di:

10 respons untuk ‘Detil Ohlin untuk matik, masa empuknya suspensi belakang Ohlin cuma setara suspensi depan yang standar?

  1. ohlins keras om,sy sdh pake di mio j dan xmax
    dia bagusnya buat jalan mulus,stabil,klo jalan pedesaan/aspal rusak ngga deh,mending pke yss hybrid yg 300rban,dia jg bisa empuk klo boncengan,d xmax pun sama malah lebih keras wlaupn sdh di setting2, spertinya mulai beralih hati ke merk racing bros

    Suka

  2. Mau tambah pengalaman make shock ohlins, pemakaian udah 3thn an lahh… ud minta di servis kayanya, tapi blom sempet… Hha…

    Sekedar pengingat, (kayanya) ga ada shock atau pun kendaraan yg bisa/cocok dipakai disemua medan…
    Mobil offroad buat balap sirkuit? mobil F1 buat offroad? motor offroad buat race motogp?
    begitu juga shock… kalau nyaman di highspeed, (biasanya) ga nyaman di lowspeed… harus ada yg dikalahin…

    Untuk Shock Ohlins (dan saya yakin dengan Shockbreaker mid-high lainnya) juga ada ‘range’ kenyamanannya… kita mau setting buat apa, dimana…
    semakin banyak item yg bisa disetting (preload, compresion rebound dll) makin akurat hasil yg dapat dicapai (klo bisa ngerasain/ngebedain), berbanding lurus juga dengan kesulitan men-setting nya…
    jadi jangan berharap, tanpa rubah settingan bisa nyaman di aspal mulus dan nyaman di jalan kasar…

    Dari pengalaman yg udah2, yg paling bikin shock terasa keras biasanya malah tekanan ban yg terlalu keras… Hhe dan jangan samain juga, tekanan ban jalan sendiri dengan boncengan, kalau mau nyaman… Hhha…
    Ribettt!!! Yes! But its worthed, kalau emg kita ngabisin banyak waktu dijalan…

    So, coba setting dulu dengan baik, gunakan fitur ‘compression’ untuk naik/turun tekanan, jadi bisa disetel rendah untuk sendiri, pas boncengan ditambah compressionnya… 🙂
    Semoga bermanfaat….

    Suka

    • Rasanya yang bikin sulit itu karena serakah, ingin bisa enak di segala medan. Iya tidak? Kuncinya bukan setelan yang pas, karena setelan itu ada keterbatasannya. Tapi dari preset pabriknya yang sesuai dengan karakteristik motor.

      Di luar negeri, Ohlin paketan dianggap masih kalah bagus bila dibanding dengan oprek skok standar. Kala mau maksimal mereka pasti custom. Kalau di Indonesia kan cuma mengandalkan paketan dan dianggap cocok untuk semua. Padahal tidak.

      Tapi, saya tidak setuju dengan dibilang nggak bisa nyaman di jalan lurus dan jalan kasar. Karena justru itu yang jadi pembeda suspensi bagus dan jelek. Skok Yamaha dipuji stabil jalan mulus, skok Honda dipuji lebih nyaman di jalan agak kasar. Tapi pakai YSS saya rasakan di jalan kasar lebih nyaman dari punya Honda, di jalan mulus tetap stabil.

      Skok bagus pun tetap nyaman walau tekanan ban terlalu keras kok. Karena skok nya tetap fungsi.

      Suka

      • Rasanya yang bikin sulit itu karena serakah, ingin bisa enak di segala medan. Iya tidak? Kuncinya bukan setelan yang pas, karena setelan itu ada keterbatasannya. Tapi dari preset pabriknya yang sesuai dengan karakteristik motor.

        >>> saya rasa preset itu juga bagian dari setting..?? sesuai dengan karakter motor atau sesuai dengan karakter pengendara dan trek?
        contoh : Motor Vario… pengendara bobot 60 vs 120kg, beda… jalan sering di kota aspal mulus vs jalan pinggir kota kasar, sering lewat makadam pedesaan… beda

        Di luar negeri, Ohlin paketan dianggap masih kalah bagus bila dibanding dengan oprek skok standar. Kala mau maksimal mereka pasti custom. Kalau di Indonesia kan cuma mengandalkan paketan dan dianggap cocok untuk semua. Padahal tidak.

        >>> shock standar nya mereka apa om? 😀 kalau shock standar mereka sudah semi racing dengan tabung external, saya juga yakin dengan mekanik yg baik bisa tune shock tersebut dengan hasil lebih baik bila dibanding shock aftermarket (ohlins) tanpa disetting… 🙂
        tapi kalau shock standar mereka kata punya vario atau aerox yg cungkring gitu, saya jelas megang shock aftermarket standar… walopun yg murah… Hhe

        Tapi, saya tidak setuju dengan dibilang nggak bisa nyaman di jalan lurus dan jalan kasar. Karena justru itu yang jadi pembeda suspensi bagus dan jelek. Skok Yamaha dipuji stabil jalan mulus, skok Honda dipuji lebih nyaman di jalan agak kasar. Tapi pakai YSS saya rasakan di jalan kasar lebih nyaman dari punya Honda, di jalan mulus tetap stabil.

        >>> saya rasa om belom nemu jalan kasar yg bisa bikin badan bergetar semua, apalagi klo motor ud kendor2 ga terawat bisa bunyi semua itu bletak bletok dang dung prett… 😀 😀 😀 jalan seperti ini settingan dibuat soft-medium… atau ketemu jalan aspal mulus tapi gelombang sedikit dalam, yg kalau kita lewati bisa bikin amblesss shok apalagi boncengan, jalan kaya gini aman dilibas kalau kita setting med-hard… pantat motor cuma ngayun dikit…
        kalau om bisa nyaman dengan 1 settingan shock, berarti trek / jalanan yg dilalui memang masih dalam range nyaman shock tsb 🙂

        Skok bagus pun tetap nyaman walau tekanan ban terlalu keras kok. Karena skok nya tetap fungsi.

        >>> Yes shock tetap berfungsi, tapi apakah maksimal hasilnya?
        saya pernah baca, lupa dimana…. Ban itu salah 1 bagian dari peredaman kendaraan. jadi berfungsi sebagai shock absorber… kalau ngak, ngapain dibuat ban angin? ban mati aja… aman ga kena ranjau paku…. 😀 😀 😀
        pernah coba ban mobil ganti dengan profil tipis??? misal mobil kijang velg 14 ban 60 diganti velg 16 ban 35… lebih keras mana ‘rasa’nya? dengan suspensi yg sama? 🙂

        Just my 5cent… 🙂

        Suka

        • Yang saya maksud preset adalah setingan keseluruhan bagian dalam, nggak cuma yang bisa kita rubah. Toh kita cuma bisa merubah sedikit. Ohlin juga biasanya cuma bisa merubah preload dan kompresi atau preload dan rebound. Entah mengapa kok plin plan begitu.

          Pernah nonton suspension truth? Suspensi pakai setelan dianggap nggak ada gunanya karena yang disetel itu bisa jadi bukan yang kita butuhkan.

          Suspensi yang lebih bagus seringkali lebih nyaman dalam kondisi apapun dibanding suspensi jelek. Mau sendirian atau boncengan. Mau ban terlalu keras atau agak kempos.

          Memang ban mempengaruhi suspensi. Tapi pakai suspensi jelek pakai ban tekanan berapapun tetap nggak nyaman.

          Klau di mobil biasanya pakai stabilizer yang berlebihan kekerasannya. Jadi mobil ratusan juta bisa kalah nyaman dengan yang LCGC.

          Kalau sama sama paketan, orang luar negeri memang bilang suspensi ohlin lebih enak dari Showa atau Kayaba bawaan motor (moge mereka Honda/Suzuki/Yamaha), minim lebih aman. Tapi Ohlin paketan kalah sama Showa di custom. Di custom maksudnya bagian dalam dibongkar lalu dimodifikasi.

          Suspensi mentok belum tentu karena terlalu empuk. Bisa juga karena setingan nggak matching. Bila pakai ohlin yang ada setelah rebound, bila rebound berlebihan juga bisa bikin suspensi mentok.

          Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.