Forum serayamotor berhasil membuktikan bahwa mencampurkan minyak jelantah ke oli mesin itu jelek


bro Turboman, admin dari serayamotor berhasil membuktikan bahwa minyak jelantah atau minyak goreng bekas memang tidak cocok dipergunakan untuk aditif oli mesin.

Kesimpulan hasil pengujiannya:

Dapat nilai C, disebut oli sudah mulai jelek, ditandai dengan tingginya nilai oksidasi dan kandungan sulfat.

Ini bisa jadi pelajaran untuk yang lain untuk jangan pakai minyak jelantah sebagai aditif oli mesin. Harus pakai minyak goreng baru yang dua kali penyaringan.

Prosedur pengujian bro Turboman:

  • minyak goreng dirusak dengan dipanasi di atas kompor selama 2 menit di suhu 90-95° C, diulang 5-6 kali sehari, selama 30 hari.
  • lalu minyak jelantah ini dicampurkan ke oli mesin dengan rasio 1 : 5, 50 ml MG + 250 ml OM.
  • campuran dirusak lagi dengan dipanasi di atas kompor selama 30 detik – 1 menit di suhu 60-70° C, diulang 5 kali sehari, selama 3 hari
  • setelah itu dibawa ke lab

Di lab ditunjukkan bahwa campuran minyak jelantah dan oli mesin terbukti tidak layak pakai.

Hasil percobaan tersebut menunjukkan sifat minyak goreng yang mudah teroksidasi. Namun jangan sampai bilang oli mesin itu tidak mudah teroksidasi. Itu salah. Oli mesin tidak mudah teroksidasi itu karena sudah ditambahi aditif anti oksidasi.

Kandungan aditif anti oksidasi tersebut tergantung pada jenis oli mesin dan mereknya. Biasa disebut anti oxidant atau oxidation inhibitor, anti oksidasi atau pencegah oksidasi.
Next generation gas engines need advanced additive technology

1.1.4 – Oil Composition and Additives

 

Sifat oksidasi ini kalau dari pemakaian bisa ketahuan dari perubahan kekentalan. Oli mesin itu kalau dipakai biasanya akan jadi lebih encer dulu. Suara mesin jadi lebih kasar. Setelah itu, bila dipaksakan dipakai terus, maka dalam beberapa waktu akan jadi kental lagi, karena sudah mulai oksidasi parah. Kalau diteruskan akan muncul slug.
KEW Engineering – Oil Aging & Degradation

Tapi kalau olinya jelek banget, oli bisa jadi nggak sempat jadi encer tapi langsung mengental. Seperti di contoh oli mesin paling kiri berikut ini:
Mobil 1™ Annual Protection – breakthrough lubricant technology

Selama ini sih semua oli yang penulis pakai pasti akan jadi encer dulu sebelum mulai makin kental.

Tapi mengapa setelah pakai aditif minyak goreng kok oli mesin jadi lebih awet? Menurut penulis ini karena minyak goreng meningkatkan shear stability dari oli mesin. Shear stability itu salah satu yang bisa mencegah rusaknya oli. Berkurangnya gesekan antar komponen (dari ciri suara mesin lebih halus) juga akan mengurangi resiko rusaknya oli. Sehingga oli pun jadi lebih awet.

Tapi tetap, kalau oli mesin yang dipakai parah hasilnya tetap parah walau sudah ditambahi minyak goreng.

Intinya kalau mau pakai aditif minyak goreng, jangan pakai minyak jelantah. Nggak usah banyak banyak, 10% saja sudah puas banget kok. Rasanya kalau sama 20% nggak jauh beda. Sebaiknya nambahnya ketika sehabis ganti oli.

2 respons untuk ‘Forum serayamotor berhasil membuktikan bahwa mencampurkan minyak jelantah ke oli mesin itu jelek

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.