Faktor yang paling berbahaya dari oli bekas kok bukan bersumber dari olinya ya?


Bahasan ini rasanya bisa bikin diban kalau diposting di grup oli long drain. Karena kesimpulannya jadi mementahkan tujuan ganti oli dilama lamakan yang katanya untuk go green, mementahkan alasan pakai oli diesel dan juga mementahan alasan pakai oli mahal sintetis yang konon katanya lebih ramah lingkungan.

Kan selama ini dipercaya bahwa kalau pakai oli longdrain itu akan mengurangi polusi limbah oli. Tapi kok rasanya aneh ya, karena nggak ada yang bahas polusi dari limbah oli itu komponen yang paling berbahaya apa?

Ada yang ngomong bahwa aditif dari oli, olinya dan rontokan dari mesin itu berbahaya. Tapi coba deh, cari informasi yang menjelaskan mengapa kok itu dibilang berbahaya. Bakal susaaah banget. Kebanyakan cuma bilang bahaya tapi tanpa penjelasan mengapa kok bahaya.

Mungkin ada yang bilang bahwa oli mesin itu dari mulai baru sudah berbahaya. Tapi kalau dari safety datasheet, disebutkan oli baru itu nggak bahaya:

 

Itu oli sintetik. Tapi yang mineral pun sama saja.

Jadi jelas bahwa kalau ada yang ngomong oli sintetik lebih ramah lingkungan dari oli mineral itu perlu dipertanyakan sumbernya darimana. Lha wong dua duanya dianggap tidak berbahaya kok.

Tapi kok aneh oli baru nggak disebut bahaya?

Kalau dipikir pikir masuk akal juga. Karena oli itu kan pasti ada yang ikut kebakar. Tentunya pabrikan oli sudah pada dipaksa untuk tidak pakai bahan berbahaya. Sama lembaga sertifikasi oli tentu akan diperiksa.

 

Terus apa dong yang bikin oli bekas itu berbahaya?

Katanya yang paling bahaya adalah PAH. Sebelumnya ini sudah dibahas tapi penulis kutip lagi ya:
Lubricant Additive Impacts on Human Health and the Environment

When the lubricants are drained from say engines, gearboxes, hydraulic systems, turbines and air compressors: the oil is contaminated with wear debris; the lubricating base oil has deteriorated and degraded to acids; the additives have decomposed into other chemical species; and process fluids such as degreasers and solvents have mixed into the used oil. It was also noted that used oil contains wear metals such as iron, tin and copper as well as lead from leaded petrol used by motorists. Zinc arises from the additive packages in lubricating oils. Many organic molecules arise from the breakdown of additives and base oils. The molecule potentially the most harmful is the polycyclic aromatic hydrocarbon (PAH) such as benz(a)pyrene and chrysene.

Certain compounds in used oil—e.g., poly-aromatic hydrocarbons (PAHs) can be very dangerous to one’s health. Some are carcinogenic and mutagenic. The PAH content of engine oil increases with operating time, because the PAH formed during combustion in petrol engines accumulates in the oil.

PAH disebut sangat berbahaya karena berpotensi menimbulkan kanker dan mutasi.

POLYAROMATIC HYDROCARBONS IN USED MOTOR OILS

The PAH content of UMO from petrol motors can be 180 times higher than that of new oil. This is caused by accumulation of the PAH from fueled petrol and especially of the PAH formed during imperfect fuel combustion.

UMO are hazardous wastes particularly due to PAH content. Another hazardous UMO component is particulate matter (PM), originating from abrasion and additives. Particulate matter, however, can be eliminated. PAH thus remain a significant environmental contaminant

Dijelaskan bahwa kandungan PAH pada oli bekas bisa lebih dari 180 kali oli baru. Ini terjadi dari PAH yang terbentuk dari bensinnya dan lebih penting lagi dari PAH yang terbentuk dari proses pembakaran yang tidak sempurna.

Oli bekas itu jadi limbah berbahaya karena kandungan PAHnya. Bahan lain yang berbahaya adalah partikel yang berasal dari hasil keausan dan aditif. Tapi partikel ini bisa dihilangkan. Sehingga PAH tetap jadi perusak lingkungan yang signifikan.

Efek dari PAH:
BIODEGRADASI LIMBAH OLI BEKAS OLEH Lycinibacillus sphaericus TCP C 2.1, Witono Basuki, Peneliti Pusat Teknologi Bioindustri, Badan pengkajian dan penerapan Teknologi

Keracunan PAH yang kronis dapat menyebabkan kelainan pada darah, termasuk menurunnya sel darah putih, zat beku darah, dan sel darah merah yang menyebabkan anemia. Akibatnya, akan merangsang timbulnya preleukemia, kemudian leukemia yang pada akhirnya menyebabkan kanker.

 

Di tesis mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta disebutkan juga faktor lain yang bisa bikin oli mesin beracun. Sumber yang pertama dari kontaminasi dari bensin, yaitu timbal.

Bahaya dari timbal kalau dari safety datasheet aki disebutkan:
SAFETY DATA SHEET (SDS) LEAD ACID BATTERY WET, FILLED WITH ACID

Signal Word: DANGER!

Lead is listed as a Group 2B carcinogen, likely in animals at extreme doses. Per the guidance found in OSHA 29 CFR 1910.1200 Appendix F, this is approximately equivalent to GHS Category 1A.

Symptoms of toxicity include headache, fatigue, abdominal pain, loss of appetite, muscular aches and weakness, sleep disturbance and irritability. Anemia, neuropathy, particularly of the motor nerves, with wrist drop; kidney damage; reproductive changes in males and females. Repeated exposure to lead and lead compounds in the workplace may result in nervous system toxicity. Heavy lead exposure may result in central nervous system damage, encephalopathy and damage to the blood-forming (hematopoietic) tissues.

Environmental Fate – Lead is very persistent in soil and sediments. No data on environmental degradation. Mobility of metallic lead between ecological compartments is slow. Bioaccumulation of lead occurs in aquatic and terrestrial animals and plants but little bioaccumulation occurs through the food chain. Most studies include lead compounds and not elemental lead.

Intinya kontaminasi timbal dianggap sangat berbahaya.

Kalau dari spesifikasi pertamax, kandungan timbal masih ada:

Keterangan untuk note:

2) Pada atau di bawah batasan deteksi dari metode uji yang digunakan. Tidak ada penambahan yang disengaja.

 

Yang kedua adalah kontaminasi dari coolant. Coolant itu dianggap bukan bahan yang aman. Tapi masih taraf warning, tidak danger macam timbal:
PRESTONE ® ANTIFREEZE/COOLANT SAFETY DATA SHEET

WARNING!
H302 Harmful if swallowed.
H361d Suspected of damaging the unborn child.
H373 May cause damage to kidneys through prolonged or repeated exposure.

The principal toxic effects of ethylene glycol, when swallowed, are kidney damage and metabolic acidosis. Ethylene glycol has been shown to produce dose-related teratogenic effects in rats and mice when given by gavage or in drinking water at high concentrations or doses.

Bahaya dari coolant terutama dari kandungan ethylene glycol yang bisa mencemari makanan dan minuman.

 

Di sebelumnya sempat disinggung aditif yang terpakai menjadi beracun. Tapi penulis nggak nemu referensi. Disebut tidak ada bahaya signifikan cuma masalahnya jadi bakal ngendon terus di lingkungan.
Lubricant Additive Impacts on Human Health and the Environment

Although lubricant additives do not pose a significant health risk to humans, lubricant additives do not readily biodegrade and may persistent in the environment.

Tapi kalau iya aditif dianggap berbahaya bila sudah terpakai, maka kita sebaiknya jangan ganti oli sampai kelamaan. Karena aditif itu makin lama makin habis. Kalau aditif terpakai dianggap jadi beracun maka makin lama dipakai makin beracun dong:

Yang jelas, dari informasi di atas bisa disimpulkan bahwa yang paling bahaya dari oli bekas bukan dari olinya sendiri tapi dari yang terserap oleh oli. Jadi mau pakainya lama atau sebentar, mau olinya sangat sangat mahal atau ecek ecek, bahayanya sama saja.

Dari info info di atas lalu langkah apa yang kita lakukan bila ingin mengurangi polusi? Solusi menurut penulis:

  • pakai oli yang spashnya rendah. Oli motor itu biasanya spashnya rendah. Yang besar itu umumnya oli diesel, oli mobil API tinggi dan oli khusus matik.
  • jangan pakai oli yang terlalu encer sampai bikin mesin suaranya kasar
  • jangan pakai oli yang terlalu kental sampai mesin berat banget
  • pakai oli yang bisa bikin mesin suaranya halus dari berangkat sampai tiba di tujuan dan bisa awet.
  • tingkatkan efisiensi pembakaran (biasanya lebih irit). Terserah caranya apa. Pakai cemenite atau magnet lumayan membantu. Busi bakal jadi lebih putih.
  • kalau suara mesin sudah kasar ya segera ganti oli, jangan dilama lamakan. Malah nambah polusi.
  • kalau ganti coolant atau oli sendiri, jangan dibuang di selokan tapi kumpulkan di tempat pengepul
  • nggak usah memaksakan beli oli mahal. Polusinya sama saja. Kan sumber bahayanya bukan dari oli. Malah justru oli mahal yang punya bahan beracun PAH lebih banyak bila mengandung lebih banyak aditif extreme pressure atau lebih tinggi TBN nya. Karena efisiensi pembakaran berkurang.

Bagi penulis mesin halus dan oli bisa lumayan awet nggak perlu mahal, cukup Mesran Super yang 10% nya minyak goreng. Penulis pakai juga 2 pro capacitor agar pembakaran lebih efisien 🙂 .

9 respons untuk ‘Faktor yang paling berbahaya dari oli bekas kok bukan bersumber dari olinya ya?

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.