Yang bikin oli diesel menimbulkan kerak di mesin nggak banyak beda dengan oli khusus matik


Di grup oli bro Muchammad Syaiful Rochman posting link berikut:
Ini akibatnya jika sepeda motor pakai oli mesin diesel

“Keausan akan cepat terjadi kalau mesin bensin dipakaikan oli diesel,” kata Technical Specialist PT Pertamina Lubricants Agung Prabowo pada acara Obrolan Ringan Seputar Otomotif yang digelar Forum Wartawan Otomotif (Forwot) di Bogor, Jawa Barat, Senin. “Jika oli mesin diesel masuk ke mesin bensin akan lebih aus. Meski akan bersih, tapi ampas pembersihanannya akan menumpuk di piston. Aditif pembersih berlebihan kalau masuk ruang bakar akan tertinggal kerak warna abu-abu, seperti garam yang menempel dan merusak mesin.”

Menurut penulis itu terlalu dilebih lebihkan. Memang benar meningkatkan aus. Tapi rasanya nggak akan seheboh itu. Karena kalau sampai bikin rusak kan itu artinya yang pakai mesin diesel jadi rusak juga? Dan ternyata oli khusus matik pun nggak kalah “merusak”.

 

Kalau dari referensi, yang bikin kerak itu bukan aditif pembersih. Karena aditif pembersih itu justru salah satu tugasnya adalah untuk mencegah pembentukan deposit di piston dan ringnya:
Kixx Product Catalog

Special combination of detergent and dispersant additives controls piston and ring deposits that can adversely effect power and performance.

Highly effective detergent additive system minimizes piston crown land deposits which can lead to damaged bore polishing.

High performance detergent and dispersant additive system resists the formation of high temperature deposits in diesel engines and low temperature sludge in gasoline engines.

Detergent additive provides excellent piston deposit control.

Yang disebut menjadi penyebab deposit adalah sulphated ash:
Pengaruh Sulphated Ash dalam Pelumas terhadap Mesin, Tri Yuswidjajanto Zaenuri, Ketua Bidang Riset dan Pengembangan Masyarakat Pelumas Indonesia (MASPI)

Efek negatif sulphated ash: memperbanyak partikulat -> meningkatkan deposit & menurunkan kinerja peralatan

Oleh karena itu kandungan sulphated ash harus dibatasi sesuai standarnya:
NEW ELF 2-WHEELER RANGE ELF, THE MOTORCYCLE, SCOOTER AND QUAD LUBRICANTS SPECIALIST

 

Yang mempengaruhi spash ini ada dua, yaitu kandungan aditif penambah TBN dan kandungan aditif extreme pressure macam MoS2 (moly) atau WS2 (Tungsten).

TBN biasanya diperuntukkan untuk kendaraan diesel dengan kapasitas mesin besar agar olinya bisa lebih awet. Rekomendasi masa pakai biasanya juga tergantung dari TBNnya juga. Contoh spash yang nilainya tergantung pada TBN adalah pada oli mesin diesel Shell Rimula, dari SHELL AUSTRALIA LUBRICANTS PRODUCT DATA GUIDE 2013:
nilai-spash-dari-shell-rimula-r3-x
nilai-spash-dari-shell-rimula-r4-l
nilai-spash-dari-shell-rimula-r6-m

 

Sementara itu aditif extreme pressure itu biasanya di banyakin di oli khusus matik, biar lebih licin katanya. Kalau di motor dengan kopling basah diminimalisir karena bisa bikin selip kalau terlalu banyak.

Berikut contoh kalau oli khusus matik, sulphated ash setara dengan oli diesel:
Kendall 4T SEMI-SYNTHETIC MB

Angkanya sama dengan oli diesel shell rimula yang biasa. Maaf nggak ada contoh lain, karena kalau untuk motor rasanya pabrikan pada malas mencantumkan sulphated ash pada spesifikasi.

 

Intinya kalau dari sisi kerak rasanya nggak beda banyak antara oli mesin khusus matik dan oli mesin diesel. Kecuali kalau oli mesin dieselnya yang tipe heavy duty long drain interval.

Penulis sendiri merasa tidak begitu perlu aditif penambah TBN ataupun aditif extreme pressure. Tapi penulis menghindari oli yang macam itu.

Alasan utama penulis nggak pakai oli diesel sama seperti alasan penulis menghindari oli yang mengandalkan aditif MoS2 atau WS2 (oli khusus matik dan oli ekstrem), alasannya karena ingin pembakaran lebih efisien. Karena kalau pakai oli yang begituan kok rasanya tenaga nggak mau keluar. Suara knalpot jadi teredam. Beberapa waktu terakhir ganti ganti oli ini cukup terasa.

Oleh karena itu sekarang pakainya oli mesin mesran super atau fastron techno 15W50. Dan tentu 10% nya minyak goreng sebagai andalan untuk mengurangi friksi. pro capacitor juga 🙂

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.