Jangankan membuang duri dari jalan, orang nggak berhenti tengah jalan saja harus beryukur


Memprihatinkan juga ya kondisi pemakai jalan sekarang ini. Banyak yang tidak tenggang rasa dengan yang lain. Pakai modif yang membahayakan orang lain. Pakai jalan seakan miliknya sendiri. Seperti contohnya berikut ini:
Dasar Emak-emak, Berhenti di Tengah Jalan Sibuk Main HP

Jangan ditiru ya yang seperti itu. Barangkali ada yang ingin tahu referensinya di Islam. Berikut bisa dibaca:
Hukum Menutup Jalan

Ketika seorang lelaki tengah berjalan di suatu jalan, dia mendapati ranting yang berduri di jalan tersebut. Maka dia mengambil dan membuangnya. Maka Allah berterima kasih kepadanya dan mengampuninya.” (HR. Al-Bukhari Muslim)

Dari Abu Hurairah radhiyallahuanhu bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Pada suatu hari ada seseorang lelaki berjalan di tengah jalan, lalu, ia menemukan tangkai yang berduri di tengah jalan yang dilaluinya itu. Maka, ia menyingkirkan tangkai berduri itu [dari jalan]. Maka, Allah bersyukur kepadanya dan memberi ampunan kepadanya”. (HR. Al-Baihaqi)

Jauhilah dua orang yang terlaknat.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah kedua orang yang terlaknat itu?” Beliau menjawab, “Orang yang buang hajat di jalan manusia atau di tempat berteduhnya mereka.” (HR. Muslim)

“Hindarilah duduk-duduk di pinggir jalan!” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah bagaimana kalau kami butuh untuk duduk-duduk di situ memperbincangkan hal yang memang perlu?’ Rasulullah SAW menjawab, “Jika memang perlu kalian duduk-duduk di situ, maka berikanlah hak jalanan.” Mereka bertanya, “Apa haknya?” Beliau menjawab, “Tundukkan pandangan, tidak mengganggu, menjawab salam (orang lewat), menganjurkan kebaikan, dan mencegah yang mungkar.” (HR. Muslim)

Yang terakhir sepertinya yang sesuai topik. Jangan menghalangi jalan orang lain.

4 respons untuk ‘Jangankan membuang duri dari jalan, orang nggak berhenti tengah jalan saja harus beryukur

  1. Bahas soal agama dikit, di Al Quran dan hadits , kita harus patuhi aturan pemerintah selama itu bukan kemaksiatan. (QS. An-Nisa’: 59) & (HR. Bukhari, no. 2955)
    Di jalanan, biker yang belok gapake/salah sen, asal belok/potong lajur, dari gang ke jln raya langsung gas, spion dilipet/gak dipake, nyebrang dulu baru noleh, dll..
    menurut sy itu pengikut ISIS/HTI, karena peraturan buatan pemerintah thogut itu haram diikuti, makanya pada hobi nyoba2 nyelakain org lain yg patuh aturan lalin, mungkin dianggap darahnya halal/dapat pahala?

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.