Alasan Yamaha R25 tidak pakai VVA apa benar karena nggak butuh? Atau mengakui DOHC lebih hebat?


Yamaha bila R25 itu nggak butuh VVA:
Yamaha R25 Tak Butuh Teknologi VVA, Ini Alasannya

“VVA tak dibutuhkan oleh R25. VVA saat ini digunakan di dunia oleh R125 sedangkan tenaga model ini (Yamaha R25) sudah cukup besar, tidak butuh lagi bantuan VVA.” Jelas Hasegawa. Bahkan grafik pengaliran tenaganya pun disebut Horikoshi sudah cukup merata.

Alasan ini unik juga karena kalau di kelas 155 cc, VVA ini dibesar – besarkan. Penulis jadi curiga bahwa sebenarnya Yamaha R25 bukan nggak butuh VVA tapi memang sebenarnya mesin DOHC lebih unggul.

Overlay hasil dyno otomotifnet sportisi Yamaha R15 dengan GSRX150 dan CBR150R

Di putaran mesin menengah punya Suzuki GSX-R150 kalah dengan yang lain. Punya R15 V3 bisa setara dengan CBR150R.

Sementara itu di rpm tinggi terlihat bahwa R15 V3 bisa jauh mengungguli CBR150R. Juga lebih unggul daripada GSX-R150. Namun terlihat power band nggak lebar. Kalah dengan punya Suzuki GSX-R150.

Bisa jadi peningkatan tenaga di R25 sudah mepet, sehingga penggunaan VVA tidak bisa dipakai untuk meningkatkan tenaga maksimal, namun cuma tenaga rpm menengah. Padahal tahu sendiri penonton itu cuma lihat maksimalnya dan nggak perduli powerband (padahal penting). Jadi daripada motor dikonversi jadi SOHC dan dihujat karena peningkatan nggak bisa banyak, mending dibiarkan saja.

 

Kemungkinan lain adalah teknologi VVA Yamaha nggak praktis bila diterapkan di mesin DOHC. VVA sekarang kan cuma ditawarkan di mesin SOHC yang noken asnya cuma satu:

Di sistem VVA kan ada sistem penguncinya yang butuh alat gede:
Ini Foto Jeroan – Bukti Tak Terbantahkan Yamaha N-Max Berteknologi VVA

Juga terlihat jadi butuh ruang tambahan untuk dua pelatuknya:

Padahal kan mesin DOHC itu sudah menghabiskan tempat. Bakal lebih rumit lagi mesinnya. Apalagi mesin Yamaha R25 itu dua silinder. Bakal butuh dua alat pengunci.

Tentu Yamaha malas buat yang seperti itu.

Kalau solusinya bmw pakai uliran:
Mengapa teknologi Shiftcam motor BMW itu lebih canggih dari VVTnya Suzuki GSX-R1000

12 respons untuk ‘Alasan Yamaha R25 tidak pakai VVA apa benar karena nggak butuh? Atau mengakui DOHC lebih hebat?

  1. Mending SR-VVT nya Suzuki, tetep lah….
    karena teknologinya Suzuki itu bisa dibilang cerdas, cerdasnya karena untuk mengoperasikan variabel katup tersebut tidak perlu adanya tekanan hidrolik macam VVT-i Toyota atau elektronik kayak VVA/VTEC, melainkan dengan memanfaatkan adanya gaya sentrifugal alami. yaahhh…walaupun di teknologi pengaturan katupnya Suzuki itu yg berubah variabelnya cuma timing bukaan katup aja macam VVT-i nya AVANZA, wkwkwkwk…., tidak sampek merubah lift klep juga, tapi yang penting ada pengaruhnya juga, pake tenaga alami lagi pengoperasiannya, maka disitulah letak kecerdasan insinyurnya Suzuki, bolehlah disebut inovasi tiada henti, ekekekekek….

    Suka

  2. VVA kan cara kerjanya mirip VTEC SOHC nya honda, sedangkan VTEC ada juga versi DOHC nya
    cba liat lagi cara kerja VTEC DOHC dan VTEC SOHC nya honda. klo VVA menggunakan mekanime elektrik dr solenoidnya,sedangkan VTEC pake hidrolis dari tekanan oli untuk mendorong slide nya. Sangat memungkinkan VVA di DOHC,dan tidak perlu ada dua solenoid pendorong slide pin nya,cukup satu saja karena mesinnya segaris,klo mesinnya V baru ada dua solenoid pendorongnya karena berbeda silindernya.

    yang jadi pertanyaan, “worth” kah yamaha invest untuk riset mengembangkan VVA di DOHC nya R25 sedangkan penjualan R25 aja nyungsep di indonesia

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.