Fakta ilmiah seputar nano energizer atau ZrO2, aditif anti wear yang malah nggak bagus bila terlalu banyak


Penulis baru nemu bahan untuk membahas nano energizer setelah tahu rumus kimianya adalah ZrO2. Penulis bahas dari klaim websitenya dulu baru kemudian dari sisi akademisnya.

Dari klaimnya, nano energizer itu dibilang bisa menambal goresan pada mesin:
nano energizer Technical Data

Berikut klaim cara kerjanya:

Disebutkan bisa berlaku untuk semua mesin. Namun dari contoh diperlihatkan mesin dengan liner dari besi:

Mesin yang pakai liner dari besi semacam itu rasanya cuma matik Honda. Yamaha katanya pakai diasil silinder dan Suzuki pakai SCEM, dua duanya pakai bahan aluminium dilapisi silikon atau nikel.

Dan aneh juga pemakaian nano energizer disarankan setelah kendaraan dipakai 3 ribu km.
nano energizer instructions

Nano Energizer recommended for all vehicles after at least 3,000 km of use. for any type of engine using mineral or synthetic oil petrol, diesel or LPG.

Mungkin ada hubungannya dengan break in, atau karena kalau dipakai di kendaran baru nggak ada manfaatnya.

Efeknya nggak langsung, tapi katanya butuh 1500 km baru bisa masimal:
nano energizer FAQ

Does it work constantly?
No, the coating cycle takes approximately 1500km many people have notice the benefits beginning within the first 500km

Pemakaian nggak perlu tiap ganti oli, tapi tiap 30 ribu km sekali.

Do I need to redo with each oil change?
No, once nano energizer has completed its coating cycle (approximately 1500 km) you can replace the oil. Always follow engine manufactures oil requirements and changes. Reapplying nano energizer every 30,000 -40,000 km to maintain optimum benefits.

Cara pakainya adalah dengan menuangkan nano energizer ke oli mesin atau transmisi. Menambahkannya harus dalam keadaan mesin dipanasi sesudah ganti oli dan nano energizernya harus dikocok dulu sebelum dituang. Sesudah ditambahkan nano energizer motor dinyalakan selama 20 menit atau dipakai jalan sejauh 30 km:

You simply add a sachet of nano energizer to your engine oil.
Warm engine before pouring in nano energizer. Remove Oil filler cap.
Shake the pouch well before opening and adding.
Once you have added nano energizer, replace cap onto engine. Application is complete.

Katanya daya perlindungan bisa melindungi dalam satu tahun juga.
nano energizer instructions

Shake Nano Energizer enough before injection, as subsidence may occur after long storage

Injection is available at anytime, but effective period is when engine oil is being changed. Recommended to change Nano Energizer upon driving 30,000km. Wear resistance of the protective coating is guaranteed within 1year at any running.

Warm up engine after change engine oil.
Shake Nano Energizer enough before injection, as subsidence may occur for long storage.
Open oil filler cap and inject Nano Energizer slowly.
Close oil filler cap and keep idle for 20 minutes or drive 30km.

Berikut efek dari nano energizer yang muncul setelah 500 km dan 1000 km km, suara mesin jadi halus:
nano energizer Technical Data

Di kendaraan lama, peningkatan tenaga terlihat ekstrem:
nano energizer Technical Data

Walau diklaim bisa nambal guratan di silinder, tidak diperlihatkan efek sebelum dan sesudah. Mesin yang sudah kena treatment nano energizer katanya jadi seperti berikut ini:

 

Keterangan soal ZrO2 adalah sebagai berikut:
nano energizer Technical Data

Zirconium, or ZrO2, is a ceramic material that has been proved to be the most appropriate ceramic material for engine surface coating. It meets virtually all requirements mentioned above for ideal coating material.

Despite of these characteristics for ZrO2that are highly desirable for metal surface coating, its uses are have been limited to piston rings, journal bearing surfaces, the coating of the valve tops. It has not been widely used for engine cylinder wall coating – the most important application deemed – at production level by engine makers. The main reason is that the ceramic coating is not entirely compatible with traditional engine making process. After the coating is done, the cylinder bore has to be re-grinded before piston assembly can be put in. This is a time consuming process; and as a result, the added cost of ceramic coating is deemed difficult to be justified by engine makers.

However, there is an elegant solution of engine Zirconium ceramic coating offered by some auto aftermarket product manufacturers. A notable example is a product called NanoEnergizer produced by Nanotec International (Korea) Company. The product uses precious meal coated nano-size Zirconium powder emulsified in mineral oil and when applied, simply add it to the engine through oil filler port.

With NanoEnergizer, the Zirconium nano powder will be brought by piston movement to all working surface of the engine during its operation. The precious metal coating on the nano Zirconium powder facilitates the bonding of ceramic powder to the metal surface as well as helping with a cleaner combustion of air-fuel mixture. Thanks for the heat generated during normal operation of the engine, the ceramic powder attached to the engine surface is gradually cured. When the ceramic coating is completely cured, it will form a hard and smooth surface on the working components of the engine. Because nano ceramic powder is in liquid form, it will be brought to any working surface of an engine including cylinder walls, piston rings, piston top, valve tops, bearing surfaces, etc.

Disebut bahwa ZrO2 cocok untuk dipakai bahan coating permukaan mesin. Oleh pabrikan, bahan ini dipakai untuk bbagian ring piston, permukaan valve atau permukaan metal bearing. Tidak dipakai di dinding silinder karena pada proses produksi dinding silinder harus diamplas lagi, jadi dianggap kemahalan kalau pakai pelapisan keramik.

Namun ada pabrik korea yang namanya Nanotec Internasional yang memanfatkan ini dengan menjadikannya aditif oli mesin.

Lewat nano energizer, serbuk nano dari zirconium akan terbawa menuju semua bagian permukaan mesin. Serbuk akan menempel pada bagian mesin yang tidak rata. Karena panas, maka pelapisan ini makin lama akan makin padat hingga akhirnya betul betul permanen. Lapisan permanen ini akan membuat permukaan yang halus dan keras.

 

Kebanyakan artikel akademis tidak membahas efek permanen tapi efek sementara. Dari sisi akademis bahan ZrO2 dari nano energizer itu disetarakan dengan ZDDP.

Berikut contoh perbandingannya dari sisi friksi seiring waktu:
Preparation of a reduced graphene oxide/zirconia nanocomposite and its application as a novel lubricant oil additive†

Tingkat keausan:

Dan friksi tiap tiap aditif:

Dari penelitian tersebut, ZDDP lebih baik.

Berikut gambaran efek dari ZrO2 sebagai anti aus (yang b):

 

Penelitian juga menunjukkan bahwa untuk bisa hasil yang maksimal maka rasio harus pas. Rata rata menyebut angka pas adalah 0,5 %:
CuO-ZrO2-and-ZnO-nanoparticles-as-antiwear-additive-in-oil-lubricants_2008_Wear

Rasio berpengaruh pada keausan:
The tribological behavior of TiO2, CeO2 and ZrO2 nano particles as a lubricant additive in rice bran oil

Ataupun hambatan:

Contoh lain:

 

Efek tidak selalu positif. Di yang berikut ini, memang ZrO2 bisa mengurangi friksi saat dicampurkan dengan PAO:
Effect of nanoparticles as lubricant additives on friction and wear behavior of tetrahedral amorphous carbon (ta-C) coating

Namun ternyata keausan meningkat:

Namun juga permukaan logam jadi berkurang kasarnya:

Percobaannya seperti berikut ini:

Berikut fotonya:

Ilustrasi cara kerjanya:

Disimpulkan bahwa efek menghaluskan dari ZrO2 bisa membuat friksi berkurang walau aus terjadi lebih banyak.

 

Ingat bahwa penelitian tersebut tidak membandingkan setelah pemakaian jangka panjang. Padahal nano energizer mengklaim akan memberikan hasil lebih maksimal pada pemakaian lebih dari 500 km.

Penulis terus terang tertarik mencoba nano energizer. Sayangnya ini nggak cocok untuk Suzuki Spin atau Nex II karena silinder kan sudah pakai coating Suzuki SCEM yang tukang bubut saja sampai minta ampun. Rasanya cocok banget untuk Honda Beat yang mesinnya lebih gampang aus. Cocok untuk yang motor Hondanya sekarang suaranya sudah amburadul. Atau mungkin cocok juga untuk mesin yang kompresi mesinnya bocor?

Kalau oli mesin yang dipakai nggak pernah pakai yang jelek (baik terpaksa atau dipaksa) maka mesin tentu mestinya nggak bakal sampai butuh yang beginian. Nano energizer ini cocok banget untuk yang pernah jadi korban oli yang kualitasnya di bawah standar.

22 respons untuk ‘Fakta ilmiah seputar nano energizer atau ZrO2, aditif anti wear yang malah nggak bagus bila terlalu banyak

  1. ane udah pernah mencobanya, emang cukup efektif buat mesin motor tua kayak Jupie Z 110 dirumah. tapi ya bertahannya sampai 30.000 km alias tidak selamanya, sesuai tulisannya. cara pakainya oli lama di tap dulu baru masukkan Nano Energizer setelah oli dituang yang baru, sebaiknya setelah di tuang nano, motor di pake dalam waktu yg cukup lama, setidaknya minimal satu jam, dipakenya digeber, itu biar bisa optimal hasilnya, kan katanya itu butuh suhu tinggi biar bekerja. tentu paham apa korelasinya. Ane juga pengen beli lagi tapi ya itu harganya yg mahal dapetnya cuma se sachet jadi agak males keluarin duwit 😀

    Suka

    • Terima kasih sharingnya. Jadi ingin coba juga, tapi iya, termasuk mahal juga. Lagipula kalau olinya sudah sip mestinya pengurangan performa tidak akan terjadi.Di contoh di atas juga cukup aneh contohnya, mobil 1500 cc tenaga cuma 62,7 PS. Mungkin sudah rusak parah.

      Suka

      • itu pengurangan performa yg dimaksud adalah mesin mulai ngebul asap putih halus Om, bukan soal olinya bagus atau enggak, oli bagus kalo clearence piston udah agak longgar ya tetep oli bisa menyelinap ke ruang bakar, dulu jupie Z ane juga gitu ngebul alus di pagi harisl setelah pake Nano ngebul halusnya hilang, tapi sekarang ngebul lagi, soalnya udah kelewat 3 tahun pasca pake nano, hahaha…

        Suka

  2. Pernah pake 2 kali secara berurutan tapi dosisnya kecil jadi beli 1 sachet. Memang suara mesin jadi halus, tapi busi masih basah seperti noda oli. Lalu coba pake additive oli qua**a* srbanyak 2,5%. Selama 1500km malah businya jadi merah bata dan tidak basah lagi. Dan dipakai sampai sekarang cuman suara mesinnya tidak sehalus ketika memakai nano energizer.

    Suka

    • Mungkin memang sudah begitu cirinya ya. Mungkin itu sebabnya dipakainya cuma 30 ribu km sekali. terima kasih infonya.

      Efek suara halus kalau nggak permanen(hilang setelah ganti oli) apa kurang matang ya lapisannya?

      Suka

    • Perlu dicoba carbon clean atau servis besar membersihkan ruang bakar dari kerak. Selain itu cek rasio campuran bahan bakar. Mungkin terlalu boros. Juga perlu di cek aus / kerak di valve.

      Suka

  3. Vario 125 FI ane pernah oli kosong (KM 13000), Gara2 beli motor second, ternyata olinya abis bis bis.
    Nggak ada kendala sih, Tapi tenaga terasa kecil dibanding motor tetangga.

    Sekarang KM 43000, mau nyoba pake nano energizer. Katanya buat mesin aus, kali aja ada naik performa

    Pake oli apa ya?
    Apa mending pake oli yang masa pakai KMnya lama biar nano energizernya nggak mubazir prematur?
    Sering bawa beban berat, Jalanan flat. 40-60 km/h (Gas 60% aksel, gas 10-20% kalo udah cepet)

    Dulu pake Meditran SX, coz sekalian flush dan pake juga, Sekarang pake Oli honda (lupa tapi untuk vario lah) coz ke bengkel resmi dan pingin nyoba. Ringan sih tapi kasar seketika haha.
    Tobat pake oli diesel setelah baca2 disini bikin mesin kerak. Makasih atas ilmu berharganya 🙂

    Suka

    • sama sama.

      Menurut saya bila ingin pakai aditif ini, nggak usah yang lama lama. Karena tujuannya adalah untuk menambal kerak. Pakai 5 ribu km sudah lebih dari cukup. Namun karena sekarang pakai olinya Honda, maka sebaiknya dipakai 2500 km dulu. Oli pakai yang kental saja (mesran super / fastron techno). Karena toh dipakai pelan, kompresi mesin kemungkinan bocor dan oli mudah habis.

      Suka

      • Keren, jawabnya cepet.
        Mesran Super 20W50/Techno 15W50 + MInyak Goreng 10% + Nano.Energizer ya?

        Mesran Super 20W50/Techno 15W50 untuk berapa KM ya?

        Benerin kompresi bocor harus ganti BPKBnya ya? Jadi kerasa sayang meliharanya.

        Makasih 🙂

        Suka

        • Iya.

          Saya biasa pakai sampai 5 ribu km, kalau sudah dua kali ganti oli. Kalau sebelumnya pakai oli encer, sebaiknya 2500 km saja.

          Rasanya benerin kompresi nggak harus ganti blok. Bisa dikolter.

          Suka

  4. saya pernah pakai di cs1 , ntah sugesti apa tidak. tapi setiap tanjakan ( 3 beradik namanya ) sepertinya ga ada tenaga, setelah memakai nano energizer , wow .. mantap jaya .. boncengan sama istri bawa barang jualan … terasa bertenaga ..

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.