Rossi jatuh gara gara traction control Yamaha yang masih saja gagal dibetulkan?


Valentino Rossi kecewa banget karena di balapan MotoGP Malaysia 2018 ia punya kesempatan juara namun gagal karena motornya selip:
Rossi “devastated” to end victory bid with crash

Menurut penjelasan Rossi, ia jatuh itu karena ban belakang selip pada saat ia memutar throttle:

“When I touch the throttle, slide the rear and I don’t expect sincerely because usually I am more worried about the front. I was a lot on the edge, the rear slide a bit much and the bike go down.”

Ia tidak menyangka sampai jatuh karena biasanya ia hanya berhati hati untuk tidak bikin selip ban depan.

Kejadian ini bikin kesempatan juara hilang, padahal saat itu ia berhasil memimpin balapan:

Masalah ban spin ini sudah lama menjadi masalah di motor Yamaha. Baik Vinales dan Rossi juga sudah pernah mengeluh. Bahkan waktu Vinales menang, komentar Zarco itu karena motor Vinales spin lebih sedikit daripada motor Rossi:
Maverick Viñales Wins Australian Grand Prix, Ends Yamaha MotoGP Drought

On Friday, Zarco had said, “Who had the best lap time? Iannone? It means he has good acceleration.” The rear tires of the Yamahas were spinning—Valentino Rossi’s more, that of Viñales less.

Tapi harus dimaklumi bila Yamaha kesulitan. ECU kan bukan buatan Yamaha.

Iklan

6 respons untuk ‘Rossi jatuh gara gara traction control Yamaha yang masih saja gagal dibetulkan?

  1. padahal rosi veteran era 2 tak yg tenaganya jauh lebih liar n ga pake bantuan elektonik apapun, dia juga yg pertama pake motor 4 tak tanpa elektronik n bisa juara, mungkin selain faktor motor, faktor “U” bisa jadi penyebab dia jatoh ngegusrak, makin tua feeling n refleks jadi berkurang.

    Suka

    • tidak bisa dibilang jauh lebih liar bos, karena motor 2 tak jaman rossi powernya masih dibawah 200 HP. dan asal ente tau, honda adalah pabrikan yang paling kompeten kalo sudah bahas urusan Power Delivery, mungkin 2 tak emang garang dan liar namun bisa saja NSR500 racikan Honda punya power delivery yang terbaik diantara kontestan 2 tak lain. sedangkan NSR500 paling powerfull itu geberan Alex Barros dari team west honda pons tahun 2003 saat rossi masih di repsol honda, dulu katanya powernya sanggup tembus 200 HP untuk motor 2 tak 500cc. entah on crank apa on wheel, yg jelas power segitu (kalo on crank) mah standar superbike 1 liter jaman now, bahkan setelah 2016 hingga detik ini power2 superbike makin menggila udah menembus “batas sikologis ” 200 HP. jangan samakan dengan motoGP jaman now yg powernya sudah melampaui 240 HP, apalagi di warung sebelah udah berkali2 dibahas soal bobot crankshaft M1 yg lebih ringan bikin roda belakang mudah spin sementara elektronik belum mampu menghandel ganasnya power delivery dari mesin M1 sekarang. intinya jangan disamakanlah antara naik 2 tak dengan 4 tak, udah beda karakternya.

      Suka

        • Oh iya, sorry OOT Om, nganu, dari pengamatan ane akhir2 ini ternyata blog njenengan ada satu “komentator protestan” yg sifatnya selalu kontra dan beda pemikiran namun cenderung “tidak terima” dg isi artikel yg ditulis, dan komentator ini ane amati baru muncul jikalau Om nulis perihal MM93 dan “memojokkannya/menjatuhkan karakternya”, sepertinya yg bersangkutan merupakan die-hard fans dari MM93 atau bahkan bisa saja ada kaitannya dg pabrikan penguasa. FYI komentator tersebut berinisial 3 baris huruf terakhir, hehehe . . . X))

          Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.