Revisi posisi pemasangan pro capacitor khusus untuk pertalite, suara garang berkurang, torsi nambah


Pro capacitor itu alat penambah tenaga yang energinya bisa merubah sifat cairan. Jadi kelihatan kalau dibekukan.

Pro capacitor ada kesamaan dengan cemenite, es di sekitar pro capacitor bening:

 

Efek merubah sifat cairan ini yang membantu pro capacitor meningkatkan tenaga. Bensin dibuat lebih mudah menguap sehingga lebih mudah terbakar. Ikatan atom sepertinya ditingkatkan (ditandai dengan es yang permukaanya datar) sehingga oktan bensin meningkat. Sebagai hasilnya tenaga meningkat.

Namun di proses pembakaran ini justru berimbas negatif karena pembakaran itu yang dibutuhkan adalah ketidak stabilan agar ledakan jadi meningkat. Kalau dibuat lebih stabil tentu ledakan berkurang. Oleh karena itulah pemasangan pro capacitor disarankan untuk tidak terlalu dekat atau tidak diarahkan ke ruang pembakaran.

Mungkin memang efek dari pro capacitor tidak sebaik alat yang menghasilkan dua polaritas energi berlawanan. Energi yang tidak stabil diarahkan ke ruang bakar, sementara energi yang menstabilkan diarahkan ke udara masuk dan bahan bakar yang masuk. Namun memang sudah niatan penulis untuk menghindari hal ini karena penulis takut ada efek jelek ke kesehatan dan ke cuaca. Penulis lebih pede buat yang seperti sekarang.

Penulis juga sudah cukup lega menggunakan pro capacitor ada hasilnya:
Hasil dyno dengan dan tanpa pro capacitor di Suzuki Spin 125, tenaga berubah maks 25%

 

Dalam menilai efek dari pro capacitor, selain dari efek tenaga yang seringnya diukur pakai feeling. Penulis juga pakai acuan suara. Suara knalpot kendaraan yang sudah di tuning maksimal menurut penulis itu frekuensinya sama.

Mirip dyno Exvitermini berikut:

atau boleh pakai acuan MotoGP:

 

Suara knalpot penulis pergunakan juga untuk menilai apakah posisi pro capacitor sudah tepat atau tidak. Penulis juga pergunakan indikasi suara untuk menilai bahan bakar juga. Dalam hal ini pertalite yang bikin suara knalpot makin teredam. Sepertinya energi dari pertalite yang paling kecil.

Seperti penulis pernah jelaskan sebelumnya, normalnya oktan makin tinggi energi makin sedikit karena kebanyakan aditif seperti itu. Namun dari feeling penulis, pertalite itu energinya justru lebih rendah dari pertamax atau bahkan dari pertamax turbo. Sebagai efeknya, pakai premium justru lebih terasa bertenaga. Pro capacitor pun efeknya jadi paling lemah bila pakai pertalite.

Namun dengan harga pertamax makin mahal dan premium sudah langka maka jadi makin banyak orang yang terpaksa harus pakai pertalite. Oleh karena itu di beberapa minggu ini penulis mencoba mencari cara agar efek pro capacitor bisa kuat bila pakai pertalite.

Dan penulis rasanya sudah menemukan caranya.

Selama ini cara pemasangan pro capacitor yang penulis sarankan adalah cara pertama pada gambar berikut, dengan asumsi selang bensin berada di atas mesin:

Ternyata untuk pemakaian bensin pertalite itu lebih cocok menggunakan cara kedua.

Dengan pemakaian cara kedua tenaga saat pakai pertalite jadi lebih keluar. Cara pemasangan sudah penulis terapkan pada motor Suzuki Spin dan Suzuki Nex II, juga pada mobil Daihatsu Ayla. Namun efek saat pakai pertalite hanya penulis lakukan di Suzuki Spin saja.

Tenaga saat menggunakan pertalite menjadi tidak terlalu banyak turunnya. Tenaga terasa lebih keluar walau pada rpm tinggi. Efek sampingnya adalah suara knalpot tidak garang lagi. Suara masih tegas namun jadi menjauh dari frekuensi ideal yang disebutkan sebelumnya. Suara mesin jadi lebih halus karena memang pro capacitor jadi lebih dekat mesin. Setelah kembali pakai premium suara knalpot lebih pelan dari sebelumnya. Tenaga terasa tidak sebebas waktu pakai cara pertama tapi tidak banyak bedanya.

Efek yang sama penulis rasakan di Suzuki Nex II (dengan premium). Suara knalpot sudah tidak lagi tuk tuk tuk tapi masih tegas. Akselerasi jadi tidak bikin suara garang keluar.

Di mobil (dengan premium) tarikan bawah menjadi lebih kuat. Misal di gigi 2, ngegas dari 1000 rpm terasa banyak berkurang getarannya. Biasanya ngegas dari 1000 rpm terasa tidak mulus. Perlu diketahui mobil penulis yang 3 silinder. Menggunakan rpm rendah itu biasanya nggak enak.

Tapi sama dengan yang lain, suara knalpot jadi tidak garang. Suara yang sebelumnya mirip angkot (suara sporty kalau menurut istri), jadi lebih kalem. Suara yang biasanya pecah di rpm 4000 jadi lebih bulat. Untuk tarikan maaf agak susah membedakan. Mencapai 100 kpj masih terasa gampang. Sebelumnya seperti berikut ini (yang atas, masih pakai versi pro capacitor lama):

Untuk yang pakai pro capacitor silahkan coba.

11 respons untuk ‚ÄėRevisi posisi pemasangan pro capacitor khusus untuk pertalite, suara garang berkurang, torsi nambah‚Äô

  1. pemasangan pro capacitor kan nggak boleh berdekatan dengan mesin, nah klo pasang di motor laki (vixion) selang bensin kan deket banget sama mesin, gimana tuh?

    Suka

    • Dekat kalau dari sisinya itu kira kiranya sama dengan gap di uji es, sekitar 5 cm.

      Kalau dari ujungnya lebih panjang lagi. Bila memungkinkan, selang bensin berada di antara mesin dan pro capacitor. Jadi ujung pro capacitor yang tertempel ke selang bensin dihadapkan ke mesin. Sisi selang bensin yang menempel pro capacitor polaritasnya jadi sama dengan pro capacitor. Sisi selang yang jauh jadi sedikit berlawanan energinya. Ini akan meningkatkan efek seperti yang sebelumnya dijelaskan.

      Suka

  2. Pak, saya mau tanya tapi diluar konteks. Saya pengguna nex karbu, tadi ada masalah tiba-tiba motor mogok. Didiemin sebentar nyala lalu mogok lagi. Klakson mati, starter elektrik mati, sein nyala redup tapi gak berkedip. Dicabut akinya mesin motor tetap gak hidup. Aki beli pas bulan puasa tapi pake yang 7A.

    Sampai rumah ganti aki yang 3.5A belum di charge, klakson nyala, sein berkedip, lampu utama hidup, dan starter elektrik hidup. Dipake jalan-jalan sebentar gak mogok.

    Masalahnya apa aki tekor doang atau kiprok dan spull nya harus ganti ? Thanks.

    Suka

    • Saya jarang dengar motor Suzuki ganti kiprok. Lihat cirinya seperti itu, coba lihat akinya saja. Saya pernah mengalami mirip seperti itu waktu kabel koneksi ke aki setengah nyambung. Jadi di jalan bisa tiba tiba mati, tapi setelah digoyang sedikit motornya bisa nyala lagi. Lampu sein redup nggak mau kedip, tapi setelah digoyang motornya jadi mau kedip.

      Kemungkinan bisa dalaman aki ada yang patah (karena pemakaian) atau kabelnya ada yang mau putus.

      Umur aki kadang tergantung kapan diproduksi pabriknya dan bukan dihitung dari berapa lama kita pakai.

      Suka

    • wadug gede banget aki na bro nex, sepul pengisian motor engga sanggup buat isi yg 7A. mangka’y tekor terus. buat matik standar mah klo masih std aki na yg 3,5 A. klo tetep pengen yg 7 A harus d modif sepul motor na.

      Suka

    • kalau nggak pakai pro capacitor di kabel busi memang sipnya pakai lilitan female. Dulu pakai lilitan female di kabel busi waktu masih pakai cemenite. Efeknya jauh lebih terasa daripada pakai ferit.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.