Kawasaki Ninja 250SL 36,8 juta kok sudah pakai ABS ya? Lebih murah dari CBR150R dong?


Sekarang ini sedang ramai pemberitaan Kawasaki Ninja 250SL dijual murah 36,8 juta. Yang penulis tahu sih ada postingan di facebooknya Kawasaki yang mengumumkan hal ini:

Yang sepertinya kelewatan dari banyak postingan tersebut (banyak yang postingnya pakai foto Ninja 250SL lama yang tanpa ABS) adalah pada foto motor Kawasaki Ninja 250 SL tersebut kelihatan motornya sudah dilengkapi dengan ABS dan ada tulisannya ABS:

Yang belakang juga ada sensor ABSnya juga:

Ini artinya sistem ABSnya komplit. Dan juga artinya harganya jadi sangat bersaing. Hitungannya jadi lebih murah dari Honda CBR150R yang kalau dengan ABS dijual 37,8 juta:

Juga lebih murah dari Yamaha R15 v3 yang dijual 35,3 juta yang tanpa ABS:

Tapi memang lebih mahal dari Suzuki GSX-R150 yang 33,15 juta untuk versi ABS:

Memang sih lampu depannya masih belum LED. Suspensi depan masih belum upside down.

Andalannya cuma tenaga maksimal yang diatas kertas 28 PS dan torsi maksimal 22,6 Nm. Memang sejak kapan ABG atau penonton mementingkan tenaga? Tampilan lebih penting dong. Atau embel embel teknologi MotoGP atau yang kedengaran canggih lainnya.

Dari sisi manfaat, harga 36,8 juta jelas sangat bersaing dengan motor 150 cc apalagi sudah pakai ABS. Tapi itu kalau yang posting nggak salah comot gambar. Karena kalau nggak disebut eksplisit bisa jadi yang diterima konsumen justru nggak pakai ABS walau gambar iklan pakai ABS.

Tinggal lihat gambarnya hoax apa tidak. Kalau beneran sip banget. Lampu depan tinggal ganti punya Suzuki Nex II (bisa tidak ya?) dan suspensi depan tinggal dikasih kondom upside down.

21 respons untuk ‘Kawasaki Ninja 250SL 36,8 juta kok sudah pakai ABS ya? Lebih murah dari CBR150R dong?

  1. Tahun lalu hampir aja mau dibeli ini motor tapi duitnya dipake untuk keperluan yang lain. Tapi sekarang gak minat sih pada motor ini setelah baca blog eno, pemilik motor z250sl.

    Oh iya pak mau tanya, tadi jalanin motor terus saklar lampu saya tekan on bohlam langsung putus saya pasang lagi bohlam baru putus lagi. Tapi lampu sein, lampu rem, lampu speedo, klakson, dan starter elektrik normal . Cuman lari motor kayak pincang. Apa kiprok nya harus diganti ya ? Thanks.

    Suka

    • baca keluhan z250sl di blog eno, sepertinya sumbernya dari oli mesin ya?

      Untuk gejala, voltase berlebihan itu juga tanda aki sudah soak. Nggak selalu kiprok. Bila putusnya waktu motor idle maka jadi aneh. Karena saat itu mestinya voltase yang keluar dari alternator kecil. Lampu bolam kadang ada yang kualitasnya meragukan. Dicoba pertama langsung mati saya juga pernah mengalami.

      Jadi perlu dicek akinya. Namun memang perlu dicoba cek juga kiproknya. Lebih cocok juga kalau dites pakai volt meter.

      Kalau jalan motor seperti pincang, perlu di cek juga alternatornya.

      Suka

  2. power gk kan bohong,
    prnah nyoba z250sl..0_120km/jam cepet bngt, lebih cepat dari ninja 250Fi, apalagi dengan 150cc..jauuuh,,
    tp ya itu perwatan prlu extra. harga part kawasaki jg lumayan, lumayan mahal.

    Suka

  3. Wkwkw keinget tahun 2017 silam mau tuker guling NVA ane pake ni motor, salesnya songong bener, kaga ada respon positifnya blas, minta no, tp gak ada kasih kabar. Eh sekarang nih motor malah di diskon gede2an…wkwk

    Suka

  4. Semua dimulai gara2 bodi kecil, di indo pada ga ikhlas 250cc bodi kecil, ga peduli 1 silinder
    Kenceng no.2, rewel no.3
    Tapi begitu dimurahin begini, urutan jadi berubah, rewel dan part mahal jadi no.1 haha

    Suka

  5. Kenapa dengan harga semurah ini motor ini (ninja mono & z250sl) tetap ga menarik, klo saya bukan masalahin 1 silindernya/ ukuran rampingnya- justru itu kelebihannya.

    Paket motor scr keseluruhanlah yg bikin ga minat:

    – ergonomi sgt tdk bersahabat buat rider apalagi boncenger
    – kopling berat, ditengah lautan motor2 modern 150-250 yg koplingnya empuk & enak semua
    – ECU bermasalah yg sering bikin mati2 sendiri terus
    – Hobby overheat, meski ga sampe bkin mesin ngancing tapi imbasnya ke kipas yg harus kerja keras terus2an dengan keras. Udah berisik, jd cepat rusak pula, smpe kasus extrimnya mesti rutin ganti kipas krn beban tugasnya yg berat itu. Mungkin gara2 kompresi ktinggian 11,3:1
    – Mika headlmap retak kepanasan
    – Ga ada indikator gear, kelas dibawahnya udh pada punya semua.

    Plusnya cuma di bodynya yg ramping lincah & power to weight ratio yg ok bgt.

    Dgn semua kekurangan tadi masih ditambah sparepart mahal & sering inden (sbnrnya ini rada termaafkan kalo motornya nyaman & reliable tanpa problem2 diatas)

    Daripada model ini terus diproduksi & tetap gak laku mending didaur ulang aja, mesin pindahin ke bentuk motor lain, Benerin smua problem diatas, kluarin model baru yg konsepnya lebih ramah buat harian jadi kemungkinan dibeli sama lebih byk orang lebih besar. Misal nakednya kya new MT15. Sport fairing nya kya cbr250r single cylinder yg ramah buat harian.

    Klo ninja mono & z260sl yg skrg Udah segmented niche market, banyak minusnya pula.

    2 motor ini nanggung bnr, mau supersport orang lebih pilih yg 2 silinder sklian, mau agak nyaman & ramah harian ga dapet krn mslh ergonomi, reliability, dllnya.

    Disukai oleh 1 orang

    • terima kasih infonya. Mungkin memang nggak cocok untuk harian ya. Cocoknya mungkin untuk yang ingin bergaya sport.

      Untuk reliabilitas, sepertinya masih belum termasuk parah. Jadi teringat KTM RC. Kena overheat juga.

      Suka

  6. yg disayangkan mesin DOHC 250ccnya punya stroke amat panjang kisaran 60-61an mm, ini sekelas dg stroke motor tiger “2000cc” yg berada di 62.2 mm, dg kata lain mesin DOHCnya agak mubadzir, putaran mesin cuma dilimit kisaran 10 ribu RPM, hampir sama kayak mesin SOHC R15 V3/Vixion R. belom lagi mesin dg stroke sepanjang itu getarannya bukan main kerasa sampek stang, mirip mesin tiger, emang cocoknya mesin macam itu buat motor garuk tanah/grasstrack yg membutuhkan torsi besar di putaran bawah-tengah, buat long trip keluar kota maksimal biar enak juga digeber 120 kpj diatas itu mesin udah pasti berasa getarannya. kecuali kalo kawasaki pake stroke pendek macam engine KX250, bore 77mm x stroke 53.6mm, niscaya getaran mesin akan berkurang signifikan.

    Suka

  7. untuk harian masih reliable kok cuma ya jangan ke Jakarta aja, klo Bekasi daerah Cibitung dan Cikarang, dimana macet nya msh ketakar ya msh masuk akal lah pake Mono.

    Klo Jakarta ato Depok dan sekitarnya mending naek metik 110cc

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.