Di luar negeri pun nggak heran ketika motor sport nggak laku, sama, dianggap nggak nyaman


Menurut penulis motor sport itu jadi makin nggak laku itu karena motornya nggak nyaman. Ngapain beli motor sport kalau motor matik lebih nyaman?

Dan ternyata di luar negeri ada yang punya pendapat yang sama:
The Slow Death of the Sportbike Market, and Why It is Not a Surprise

Pendapat itu mengomentari motor Suzuki GSX-R750 yang diputuskan untuk disuntik mati. Media tersebut sependapat dengan penulis bahwa kenyamana jadi penyebab pasar motor sport jadi perlahan mati.

Disebut motor sport dengan gaya berkendara yang sporty (radikal) perlahan tapi pasti jadi makin berkurang penjualannya. Motor sport masih ada di hati penggemarnya, tapi terlihat jelas di jalan populasinya makin berkurang.

Media tersebut juga berargumentasi bahwa posisi berkendara sama sekali tidak mempengaruhi kemampuan motor. Yang penting adalah ridernya. Bahkan diceritakan bila di jalan berliku, motor retro dengan gaya duduk tegak bisa saja mempecundangi motor sport dengan gaya duduk sporty.

Orang sana katanya sering mengeluh bahwa teknologi maju (mesin, suspensi dan rem) cuma dihadirkan di motor yang gaya berkendaranya nggak enak dipakai. Padahal mereka juga ingin itu dihadirkan di motor dengan gaya berkendara tegak dan santai. Baru akhir akhir ini sudah mulai banyak yang menerapkan.

Faktor lain adalah berkurangnya minat terhadap balapan. Orang sudah tidak ingin lagi bergaya seperti Rossi kalau di jalan. (mungkin karena polisi makin ketat).

Yang jelas motor dengan gaya berkendara santai yang sekarang ini lebih banyak dicari, seperti contohnya motor adventure.

Kalau disini motor adventure nggak masuk hitungan karena motor adventure 150 cc nggak ada. Aneh.

10 respons untuk ‘Di luar negeri pun nggak heran ketika motor sport nggak laku, sama, dianggap nggak nyaman

  1. Mo nyaman apa mo jantan?
    Santan mahh buat es dawet…. Dawet oreng Purworejo aseli enak coiyyyy……

    Suka

  2. kalo kawasaki D-Tracker 150 itu masuk motor adventure atau kagak Om?
    dibilang genre supermoto tapi kok mirip trail?

    Suka

  3. nyaman itu masalah kedua, trend yg utama… di barat yg jalan mulus lus lus juga ngetren mobil suv, mereka udah mulai ninggalin sedan, kalo indo alesannya malah masuk akal (pajak n jalan rusak)
    selain tren matic, mungkin karena efek macet (disana ada macet loh walo ga separah indo), juga pake mobil dipersulit (parkir dll)
    dan yg pasti matic adalah ‘motor baru’

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.