70% kecelakaan terjadi karena motor? Itu bukti motor itu lebih aman daripada mobil!


Sekarang lagi rame berita soal motor harus bisa pakai jalan tol juga. Pemerintah katanya masih pikir pikir (paling juga ditolak). Alasannya adalah motor itu beresiko. Disebut 70% kecelakaan terjadi karena motor:
Menhub soal Motor Masuk Tol: Memungkinkan, Tapi Ada Risiko Juga

Padahal sebenarnya fakta itu kalau dipikir pikir adalah bukti bahwa motor itu lebih bikin aman daripada mobil.

Logikanya bagaimana?

Coba kita lihat data penjualan motor dan mobil.

Data penjualan mobil di 2018:
Januari – November 2018 Penjualan Mobil Naik 7 Persen

Penjualan mobil dari pabrik ke dealer (wholesales) di Indonesia periode Januari-November 2018 mencapai 1.063.464 unit

Data penjualan motor di 2018:
Distribusi Motor Januari – November 2018 Kalahkan Total Penjualan 2017

Jika melihat data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), distribusi Januari – November 2018 adalah 5.929.930 unit.

 

Kalau dihitung, angka penjualan motor mencapai 85% dari total penjualan mobil dan motor.

Coba dilihat angka prosentase sebelumnya. 70% kan lebih kecil daripada 85%? Seharusnya dengan jumlah motor yang lebih banyak, dan bila motor dianggap lebih berbahaya, maka angkanya kan harusnya lebih besar dari 85%?

Tapi, nyatanya angka motor sebagai penyebab kecelakaan lebih kecil dari rasio jumlah motor di jalan.

Jadi jelas itu alasan mengada – ada. Dibuat bagaimana caranya motor nggak bisa masuk tol. Nggak usah terlalu berharap motor bakal bisa masuk tol. Lha wong untuk masuk kota saja pemerintah cari segala cara
untuk motor nggak boleh masuk. Dibilang bikin macet padahal kota yang nggak ada motornya macetnya tetap naudzubillah.

Iklan

15 respons untuk ‘70% kecelakaan terjadi karena motor? Itu bukti motor itu lebih aman daripada mobil!

  1. kalo di luar negeri, motor boleh masuk tol, asalkan yang kubikasinya 250 cc keatas (standar pabrik ccnya 250 cc keatas) dan bukan hasil modifan )serta bukan skutik, kayaknya), maksudnya punya motor yg misal cc nya cuma 200 cc lantas di bore up jadi 250 atau 360 cc gitu. alasannya mungkin adalah karena kecepatan di tol luar negeri saat cruising itu mencapai 60/70 MPH bahkan yg bandel bisa cruising 100 MPH up, lha kalo pake motor yg ccnya kecil bukannya ngeden mesinnya saat dipake cruising dg kecepatan segitu, hehehe…., wong pake agya/ayla aja mesinnya teriak2 klo di tol. dan satu lagi Tol di luar negeri sangat mendukung sekali buat test top speed motor2 superbike yg sanggup melaju 300 km/jam, di indonesia mana ada jalan yang kayak gitu? wong sentul aja banyak tambalan aspalnya, wkwkwkwk….

    Suka

    • Kalau di Indonesia sih top speed di tol itu 100 km/jam.

      Tol juga sama, ada tambalannya juga. Apalagi ada jalan naik turun juga. Berani jalan 300 km/jam ya terbang ….

      Suka

      • ngga, coba lihat test top speed di jalan Autobahn Jerman, atau lihat videonya NYC Fastest atau Skank di youtube, pada balapan liaran tengah malam dan superbike2 mereka di geber over the limit di jalan highway.

        Suka

  2. Yg dipersulit masuk kota bukan hanya motor, mobil (3in1, ganjil genap) bahkan truk yg membawa roda ekonomi aja dilarang masuk tol kota, bukan kota lagi
    Btw bisa aja sih pemerintah bikin tol motor, tapi kuping pemerintah capek dengar teriakan orang2 sok anti insfrastruktur, ya utanglah, pencitraan lah (tapi make tol juga) … Bisa2 pemerintah dimakzulkan krn bikin tol motor, bikin tol trans jawa/sumatra, jalan tembus trans papua aja nama pemerintah ‘udah jelek’

    Suka

    • ya klo dari hutang klo bisa mah jangan, motor mah jangan dikasih masuk tol terutama Indonesia. disiplin nya kurang dan cenderung seenaknya sendiri. contoh kemarin tetangga gw mau belok kanan, setelah sein berhenti dulu, pas mw ambil kanan dihajar ama orang dari belakang padahal kiri dia kosong. Kan tolol itu…

      terlepas di UU yg disalahkan si yg belok tetep klo punya otak dan etika mah yg diambil sebelah kiri. ibaratnya klo yg bersangkutan mw belok terus dihajar truk dr belakang, sah2 aja donk?

      Suka

      • Padahal sudah bener pemerintah utang buat bikin tol, kan penerimaan tol nya bisa buat bayar utang?

        Yang masuk tol udah pasti yang kaya2 kan sekarang, lihat harganya yang lebih mahal
        Jadi otomatis pemerintah udah narik uang dari para orang kaya, jalan nasional non tol juga lebih lancar karena yang kaya2 udah lewat tol.

        Kalo bikin tol motor dengan harga 500 per km aja, dah pasti hanya yang punya moge yang lewat, emak2 mana mau bayar 20rb hanya untuk tol 40km/antar kota

        Suka

          • Pajak kendaraan bukan ke tol tapi ke pemda dll, hutang juga bukan ke tol, kalo ada APBN buat tol paling yg kurang komersil atau trans papua yg full negara yg biayain
            Bayar tol baru skrg mahal (Rp. 1000 per km) ya karena skrg harga pembebasan tanah muahal + pembangunannya, jangan bandingkan biaya bikin tol jagorawi th. 80an yg mungkin udah impas

            Suka

          • ky kata sultan jogja juga gitu pak..pendapatan dri pajak kendaraan itu dipake buat apa kl lewat jalan tol aja rakyat harus bayar,makanya beliau menolak pembangunan tol di wilayahnya

            Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.