Prediksi Yamaha NMAX memang beneran keren, tapi nggak yakin aslinya begitu juga


Maaf bila penulis pesimis. Sekarang ini lagi rame ada renderan facelift Yamaha NMAX, sumbernya dari Bayu Satria:

bayuu28: Nmax oplas..🤣🤣
Mata dan bokongnya menggoda…😅😅
Jika nmax facelift 2019 kayak gini aja gmn ya???

Itu keren banget. Tapi rasanya facelift Yamaha NMAX nggak mungkin seperti itu. Apalagi karena dari Yamaha sendiri berkomentar seperti berikut ini: Baca lebih lanjut

Kewajiban uji emisi pasti merugikan rider dan membuat jelek nama pabrikan dan pemerintah


Wacana wajib uji emisi untuk perpanjangan STNK itu menurut penulis tidak tepat.
Lolos Uji Emisi Bakal Jadi Syarat Perpanjang STNK

Seandainya nanti diimplementasikan sekalipun, pasti tidak akan serius atau pakai standar rendah sekali.

Walau klaimnya seperti berikut ini: Baca lebih lanjut

Motor Zero SR/F sudah diluncurkan, model keren banget, performa sudah ala moge


Motor listrik baru Zero SR/F akhirnya diluncurkan. Tampilan motor keren banget. Lebih keren dari model motor Zero sebelumnya:
The Zero SR/F Finally Breaks Cover

Motor dilengkapi dengan ABS tercanggih, yang bisa tetap berfungsi dengan benar walau sambil menikung, cornering ABS buatan Bosch. Suspensi depan Showa BP SFF: Baca lebih lanjut

Setang piston dari bahan serat karbon sudah ada, jauh lebih ringan, tapi seharga moge


Di awal tahun ini bakal hadir setang piston dengan teknologi serat karbon.
Carbon Fiber Connecting Rods Are Coming to an Engine Near You

Ceritanya itu mesin dengan komponen ringan bisa berputar di putaran mesin yang sangat tinggi. Contoh yang paling kontroversial adalah Ducati V4. Dengan setang pistong / connecting rod dari bahan titanium, tenaga mesin maksimal bisa dicapai di 15.250 rpm. Dengan aturan baru pembatasan limiter WSBK yang mendasarkan limit pada motor jalanan, motor Ducati jadi bisa menang mutlak di balapan di Phillips Island.

Sebenarnya banyak yang ingin menerapkan teknologi serat karbon pada setang piston. Namun gagal karena Baca lebih lanjut

Rev limiter Ducati dibilang wajar walau Bautista menang telak, Chaz Davies bukan sengaja lambat?


Pada ramai memberitakan soal kemenangan telak dari Alvaro Bautista, bisa 14,983 detik lebih cepat dari Jonathan Rea:
WSB: Spanish Rookie Alvaro Bautista dominates from lap one to take first WorldSBK win, whilst Rea and Melandri join him on the podium.

Kemenangan telak ini otomatis membuat banyak yang jadi bertanya tanya soal rev limiter dari motor Ducati Panigale V4 yang memang sangat tinggi. Juga menjadi pertanyaan apakah performa buruk yang dilakukan Chaz Davies disengaja atau tidak. Apalagi didukung oleh pernyataan oleh direktur teknis WSBK yang sepertinya mendukung praktek ini.

Dari catatan waktu memang terlihat Chaz Davies tidak terlalu bagus. Namun dari Baca lebih lanjut

MotoGP bakal hadir di Indonesia bikin miris, kok lintasan merangkap jalan umum?


MotoGP sudah resmi mengakui bahwa MotoGP bakal hadir di Indonesia. Kontrak sudah ditandatangani di 31 Januari 2019 antara Dorna dan Indonesia Tourism Development Corporation (nama Indonesianya apa ya?).
Dorna and ITDC set to bring MotoGP™ to Indonesia

Dijamin akan ada balapan MotoGP di Indonesia mulai tahun 2021 hingga 2023.

Mungkin ada beberapa pembaca yang gembira. Namun seperti penulis sudah ulas sebelumnya, penulis justru jadi khawatir. Apalagi Dorna bilang begini:

What a unique project this will be, having an urban, world class circuit in a country where MotoGP has such a huge following. Indonesia is a key market for us with a considerable percentage of motorsport fans living here and the MotoGP atmosphere will be even stronger once the circuit is complete. Also, by including Lombok to the WorldSBK calendar makes this offer more attractive for local fans having two World Class events in the area during the year.

Disebut Indonesia jadi pasar penting bagi mereka karena banyak fans MotoGP yang dari Indonesia. MotoGP disebut bakal lebih terkenal bila sirkuit sudah hadir. Penyertaan acara WSBK disebut juga akan membuat penggemar balap lokal tertarik.

Terus terang penulis kok pesimis. Mungkin penggemar MotoGP banyak. Tapi penggemar WSBK rasanya sedikit. Masih juga jadi pertanyaan apakah jumlah penonton MotoGP bisa sebanyak di Thailand yang katanya memecahkan rekor. Juga apakah di tahun kedua masih tetap semangat penontonnya karena tentu lihat di TV lebih banyak detilnya.

Yang bikin miris lagi, disebutkan:
Indonesia signs three-year deal for MotoGP street race

When it is not being raced on, it will be used as a regular highway in the area.

Masa ya saat lintasan tidak dipakai balapan mau dipakai untuk jalan raya. Tahu sendiri kebiasaan disini itu beli barang mahal tapi mengabaikan perawatan. Motor dikasih oli dibawah standar saja mau.

Bila nanti jalan dibuat jadi jalan raya, siapa nanti yang bakal memelihara. Mungkin memang nanti jalan dipastikan punya kualitas internasional karena dibangun oleh perusahaan perancis Vince Construction. Tapi setelah itu, apa yang merawat jalan juga perusahaan yang sekelas dengan Vince Construction? Atau mau diserahkan ke pemda dan perbaikan jalan ditenderkan ke perusahaan konstruksi yang bisa memperbaiki dengan biaya super murah (belum termasuk biaya “pendaftaran” tender)?

Apalagi jalan di Indonesia itu cepat rusak. Apalagi bila nanti jalan juga dilewati oleh truk dan kawan kawan. Belum bila pinggiran jalan dipakai orang jualan. Nggak lucu bila Marquez balapan di Indonesia kepeleset karena ban melindas bakso.

Juga ada tradisi Indonesia bila jalan mulus itu dijadikan arena balap liar. Apalagi bila ini jalan dipakai di MotoGP. Pasti jadi lebih populer lagi.

Itu kabar beneran atau tidak sih?

Motor listrik Suzuki ternyata sudah sukses diuji coba polisi Inggris, tenaga hidrogen!


Selama ini penulis pikir dari tiga pabrik Jepang yaitu Honda, Suzuki dan Yamaha, Honda lah yang lebih unggul karena menerapkan motor listrik masa kini yang siap pakai.

Namun penulis salah. Suzuki ternyata sudah mendahului dengan motor listrik bertenaga hidrogen, Suzuki Burgman Fuel Cell:
Suzuki Burgman Fuel Cell 2018: le foto

Mengapa penulis bilang sudah mendahului? Karena Baca lebih lanjut