Ternyata VVA Yamaha itu tidak selevel dengan Shiftcam dari BMW


Penulis sebelumnya berpikir bahwa VVA pada motor Yamaha itu semacam dengan Shiftcam dari BMW. Namun ternyata penulis salah.

Yang penulis maksud bukan mekanisme VVAnya:

Yang memang dari sisi desain nggak se elegan punya BMW:

Bukan karena mekanismenya yang rawan erosi. Perhatikan mekanisme aktuatornya (warna hijau vs merah) saat tidak aktif:
Detail cara kerja VVA atau Variable Valves Actuation di mesin Yamaha NMAX 150 Blue Core.

Saat aktif:

Itu belum kehitung sentakan yang dialami noken as pada saat yang high tersangkut pada aktuator. Tentu ada efek sentakan mungkin di bearing atau di rollernya noken as atau pelatuk. Bisa jadi lama lama akan kocak juga. Penulis kurang tahu jadi kita abaikan saja soal hal ini. Untuk sementara kita anggap sangat awet.

Berikut video penjelasan cara kerja VVA:

Bukan karena VVA tidak dipasang di R25, seperti penjelasan berikut:
Yamaha R25 Tak Butuh Teknologi VVA, Ini Alasannya

VVA saat ini digunakan di dunia oleh R125 sedangkan tenaga model ini (Yamaha R25) sudah cukup besar, tidak butuh lagi bantuan VVA.

Padahal motor 1000 cc semacam Suzuki GSX-R1000 atau BMW S1000RR buktinya butuh.

 

Ternyata Ini Alasan Yamaha R25 Terbaru Enggak Pakai Mesin VVA

Untuk mesin 2 silinder, teknologi VVA tidak terlalu dibutuhkan. Sebab, tenaga mesinnya sudah bagus dari putaran mesin bawah hingga atas

BMW R1250GS dua silinder terbukti butuh.

 

Tanpa VVA, R25 Dianggap Sudah Penuhi Kebutuhan Penggemar

Konteksnya, VVA itu menempatkan dua cam di dalam satu poros, umumnya cocok untuk tipe yang SOHC. Untuk DOHC itu menempatkannya berarti harus ada dua, untuk menyelaraskannya tidak mudah.

Entah mengapa harus dua valve yang dikendalikan. VVA diterapkan hanya di satu valve dari 4 valve kan mestinya juga bisa. Jadi misalnya pas VVA mati motor cuma pakai 3 valve. Ketika VVA nyala akan jadi 4 valve.

 

Tapi bukan itu yang membuat penulis menganggap VVA nggak selevel dengan Shiftcam. Penulis baru kepikir saat melihat bentuk master camnya BMW S1000RR yang sudah penulis sebutkan di artikel sebelumnya:

Perhatikan bahwa perbedaan sudut kelihatan banget, coba bandingkan dengan penampang VVA NMAX berikut:

Terlihat bahwa itu nggak ada sudutnya. Noken as LOW nya berada di dalam bayangan dari noken as HIGH.

Apa Yamaha nggak bisa bikin LOW punya sudut yang benar benar berbeda dari HIGH?

Menurut penulis Yamaha nggak akan bisa bikin LOW berada diluar jangkauan dari HIGH. Bahkan noken as NMAX modifan pun dijamin LOW nya pasti bakal berada di dalam range nya HIGH.

Kalau nggak dalam rangenya HIGH, apa yang terjadi? Kalau lihat dari cara kerja di atas maka saat VVA aktif, awal katup membuka bakal ikutan profilnya LOW juga (kebalik tidak?). Padahal harusnya awal katup terbuka itu ikutan profilnya HIGH.

Kalau dari profilnya, terlihat LSA NMAX cuma beda sedikit
Profil Camshaft/Noken As Standar Yamaha NMax 150

Profil Camshaft/Noken As Standar Yamaha NMax 150:
Durasi : Open + 180 + Close = x Derajat
IN : 16 + 90 + 36 = 142º at camshaft, 284º at crankshaft (rpm rendah/low)
IN : 27 + 90 + 61 = 178º at camshaft, 356º at crankshaft (rpm tinggi/high)
EX : 64 + 90 + 18 = 172º at camshaft, 344º at crankshaft
Overlap : 34º (low), 45º (high)
LSA : 107º (low), 110º (high)

LSA itu yang ini:

Efek LSA bisa dibaca di link berikut:
Komparasi Kem Untuk Klep Standar, Berapa Durasinya?

CLD STAGE 1: 101,25 derajat. Karakter yang dihasilkan kem ini cocok untuk bermain torsi. Karena putaran bawah atau buka-tutup power lebih cepat. Kem tipe ini, cocok untuk dipakai proses stop and go. Ya, yang ingin akselerasi spontan di putaran bawah.

NEW KAWAHARA K1: Karakter LSA 105º ini, cukup memanjakan power motor sejak putaran menengah hingga putaran atas.

SPS STAGE 3: Total LSA yang dimiliki dari SPS Stage tiga ini menjadi di 108º. Lewat LSA yang cukup tinggi itu, maka karakter power engine pun ikut bermain di putaran tinggi.

Dari keterangan tersebut, LSA dari profil noken as NMAX itu dua duanya untuk main di putaran tinggi.

Ringkasan:

Soal LSA ini penulis akan buat artikel lagi.

Iklan

Satu respons untuk “Ternyata VVA Yamaha itu tidak selevel dengan Shiftcam dari BMW

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.