Chargernya MotoE sudah canggih banget terkendali pusat tapi kok nggak bisa mendeteksi api?


Sebelumnya diklaim bahwa pada tempat penyimpanan MotoE terbakar, nggak ada yang lagi ngecharge:
Further information released following fire at MotoE™ Test in Jerez.

It can be confirmed, however, that no motorcycles were charging at the time of the incident in the box in which the fire started.

Eh ternyata ada. Ini diungkapkan oleh direktur eksekutif MotoE, Nicholas Goubert:
The FIM Enel MotoE™ World Cup will go ahead

Ia ngomong bahwa saat itu sudah pada pulang semua dan cuma tersisa 4 orang yang tugasnya adalah untuk ngecharge motornya. Jadi waktu kebakaran itu lagi atau sedang atau sesudah ngecharge.

Dan pada akhir ngecharge tersebut, mereka mendeteksi ada tempat yang keluar asap. Setelah diperiksa ternyata ada prototipe charger yang terbakar. Mereka pun berusaha memadamkan api tapi gagal. Dan akhirnya apipun menjalar dan membakar semua motor balap listrik yang ada, termasuk juga semua yang disimpan di sana.

Dijanjikan balapan masih bisa berlangsung tahun ini, cuma masih belum bisa dipastikan kapan. Katanya pabriknya masih usaha biar bisa cepet.

Kalau dari kontraknya, charger di MotoE pakai model Enel X. Mantap banget spesifikasinya. Baterai bisa 85% penuh dalam 20 menit:
Get to know the facts and figures about the impressive MotoE™ bike ahead of 2019

When you use the DC Fast Charge Station, the bike can charge at 20kW up to 80/85% of its state of charge (SOC) in about 20 minutes, which guarantees 120 km of range in less than half an hour. When using the AC charger, the bike can be charged in about 3.5 hours using the 3kW OBC (On Board Charger).

Perhatikan dayanya 20 kw. Kalau listrik di rumah cuma 1300 watt jangan beli Energica Ego Corse dulu ya.

Teknologi charger juga canggih:
Enel title sponsor of MotoE and sustainable power partner of MotoGP

Ada smart charging, advanced energy services, green energy dan penyimpanan baterai internal.

Smart charging membuat charger bisa mengecharge selagi terhubung dengan listrik setempat atau secara portable karena ada baterai di dalamnya yang disebut sekitar 8 kwh. Ngecharge juga kencang, bisa full dalam waktu kurang dari 30 menit. Tiap charger bisa mengecharge dua motor sekaligus.

Charger katanya juga bisa dimonitor secara terpusat karena ada koneksi ke pusat, dimana mereka bisa mengatur kebutuhan energi bila kurang, misalnya diantar pakai truk yang bawa listrik. Mereka mengandalkan sel surya untuk listriknya atau listrik alternatif yang lain.

Jadi itu unit sudah ada alat pendeteksinya. Tapi kok waktu kebakar itu nggak ada warning di unitnya ya? Karena kok yang mendeteksi adalah orang di lokasi. Kalau nggak ada orang masa ya nggak bakal tahu ada yang terbakar.

Padahal katanya sudah termonitor?

Selain itu mengapa kok api susah dipadamkan? Padahal sudah diketahui ada api. Bukankah seharusnya sudah ada prosedur yang jelas untuk mematikan api? Misalkan tekan tombol darurat atau apa. Kalau tahu apinya bakal susah dipadamkan, mengapa kok nggak ada petunjuk untuk jangan menjejalkan semuanya dekat alat charger?

Kalau dari orang yang timnya sekelas MotoGP saja bisa kelolosan seperti itu. Bagaimana kalau yang melakukan adalah orang yang nggak ngerti bahayanya kendaraan listrik ya?

Iklan

4 respons untuk ‘Chargernya MotoE sudah canggih banget terkendali pusat tapi kok nggak bisa mendeteksi api?

  1. Saya khawatir bila turun hujan MotoE bisa konslet…. Hehehe….. Coba pakai motor listrik cina, Taiwan, India yg sudah teruji…. Hahahaha

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.