Yang janggal dari penjelasan Dall’Igna soal deflector Ducati


Ducati menjelaskan lagi soal deflector di motor Ducatinya:
Ducati keukeh akan tetap pakai Swingarm Deflector di MotoGP Argentina 2019 nanti !

Yang penulis tangkap intinya ada 3:

  • Ducati yakin banget dimenangkan oleh MotoGP
  • mendinginkan ban itu penting
  • pendinginan sangat bergantung pada kecepatan angin dan deflector mempercepat laju angin
  • ia punya banyak bukti bahwa deflector itu bisa mendinginkan ban

Untuk membuktikan sampai posting grafik segala.

Namun tetap ada kejanggalan, yaitu:

  • mana dong buktinya bahwa deflector itu tidak menimbulkan efek aerodinamis. Masa ya soal pendinginan pakai teori macem macem tapi yang soal efek aerodinamis tidak pakai bukti tapi cuma modal omong doang?
  • mungkin memang benar deflector bisa mendinginkan ban, tapi berapa persen sih? Memang kalau yang sekarang ini ban tidak bisa didinginkan angin? Bukannya itu ban sudah nggak dilindungi atau sebangsanya?
  • mengapa kok kalau fungsinya hanya untuk mendinginkan ban saja arahn anginnya harus dibuat ke atas. Apa memang nggak bisa ambil angin dari samping? Itu bodi kan bisa dimanfaatkan?

Model kayak begini:

Mengapa harus seperti itu modelnya? Kok mirip dengan yang disarankan Aprilia? Apa nggak punya ide lain kalau memang tujuannya mendinginkan ban?

Dan yang janggal lagi adalah bila nanti Ducati benar benar dimenangkan. Hebat banget Ducati bisa mendominasi dengan mengandalkan peraturan baik di MotoGP ataupun di WSBK.

Apa kalau tidak pakai memanfaatkan peraturan bakal jadi motor kalahan? Jadi nggak respect sama motor Ducati. Cuma menang politik dong?

Iklan

9 respons untuk ‘Yang janggal dari penjelasan Dall’Igna soal deflector Ducati

  1. Kalo yg ngelakuin H,Y,S bisa di hukum.mungkin Du*ati haus juara dunia sejak jaman stoner padahal stoner juara dunia ngga pake winglet segala atau apalah namanya yg aneh aneh di motor

    Suka

    • Iya, setuju. Sepertinya salah dari Ducati sendiri yang terlalu pilih kasih sama pembalap. Contoh kasusnya Lorenzo. Coba misal semua permintaannya dipenuhi maka Ducati bisa punya kesempatan menang bila Lorenzo bisa bantu Dovizioso terus.

      Suka

  2. inilah kecerdasan ducati mengakali regulasi. tapi coba kita lihat kalo seandainya peraturan single ECU Magneti Marelli tidak diberlakukan maka siapa panrikan yang pasti bakal terus mendominasi MotoGP?
    Jawabannya adalah Honda, alasannya dengan ECU in house HRC, dulu MM93 bisa mengendalikan RCV screamer yg terkenal liar dan powerful top end nya itu seperti layaknya motor Moto2, dan itu saja susah didekati oleh pabrikan lain.

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.