Cuma rider jalanan yang pingin belok miring banget ala Marquez, kalau rider MotoGP beneran enggak


Selama ini populer banget usaha untuk menikung supaya sikunya bisa menyentuh aspal. Katanya sih itu meniru Marc Marquez. Padahal kalau dari pembalap MotoGP sendiri sepertinya menganggap hal itu adalah hal yang bodoh. Mereka kalau nggak kepepet nggak akan melakukannya, karena ada kelemahan yang fatal bila melakukan itu:

Ini terungkap dari kejadian yang dialami Jack Miller ketika joknya bermasalah.
Miller suffers bizarre broken seat which triggers retirement

Kalau cuma baca judul mungkin terkesan bahwa jok lepas itu yang bikin berhenti balapan. Padahal sebenarnya enggak. Miller berhenti itu ada hubungannya dengan menikung miring banget:

The problem was I wasn’t able to enter the corners, I would go in but my butt would slide to the outside of the seat rather than gripping so I wasn’t able to get my shoulders out so I had to sit very centrally on the bike and use a lot of lean angle. Doing that I destroyed the edge of the front tyre and I started to get a lot of understeer, especially in the fast corners, then a lot of chatter and a lot of understeer just because I was using 60 degrees lean angle when you normally use 47 degrees.

Karena jok rusak dan ia lepas, maka tempat duduknya jadi sangat licin. Ia jadinya nggak bisa melakukan leaning dengan baik. Ia terpaksa harus duduk dengan tegak. Dan ini membuat ia terpaksa menikung dengan kemiringan 60 derajat padahal biasanya ia pakai 47 derajat. Sebagai akibatnya ban depan jadi cepat habis karena pinggiran ban jadi tergerus.

Jadi jelas walau mungkin terlihat keren, manuver itu nggak sering dilakukan oleh pembalap MotoGP karena ban akan jadi cepat habis.

 

Di balapan di Qatar terlihat bahwa Marquez merupakan pembalap yang beloknya yang paling miring. Ia juga sadar akan konsekuensinya sehingga ia ingin pakai ban hard. Tapi nggak bisa karena cuaca yang dingin:
Marc Marquez says new, more powerful Honda engine was key to battling for victory despite struggling with his front tyre in Qatar.

But like we saw, in the first day here the hard-front tyre worked very good because the temperature was higher. But yesterday and today was very cold and I was not able to use the hard front tyre. He was braking late and with the medium tyre I was not able to stop the bike like I like.

Sebelumnya Marquez sempat mencatat rekor kemiringan 66 derajat, tapi itu bukan karena memang punya niatan untuk itu tapi sebagai akibat motor yang setelannya nggak enak:
Qatar MotoGP Test: Miller on Marquez save: ‘One of his biggest yet, amazing to watch’

“I was struggling a lot with the front tyre,” he conceded, while revealing one of those moments to which Miller referred came while leant over at 66 degrees – two more than the infamous save he caught on his left knee at Valencia last November.

“It’s true, I was struggling, Then I put the hard [front in] and it was slightly better, but even like this I was struggling and we need to find the setup. But yes, when he was behind me, I checked on the data, I was at 66 degrees of lean angle, so even more than Valencia, but I was able to recover that crash. Of course, when you have that problem, it’s not the good way, but in the end, that’s my riding style.

 

Selain itu membelok dengan gaya sangat miring juga tidak membuat Marquez menikung dengan lebih cepat. Karena yang ditakuti oleh Dovizioso justru Alex Rins:
Andrea Dovizioso explains why he was so keen to prevent Alex Rins leading during Sunday’s Qatar MotoGP season-opener, adds that the GSX-RR had embarrassingly good corner speed.

“I mean, his bike I think is completely the opposite of my bike. I can accelerate so strong, I can be very fast in the straight but in the middle of the corner I’m struggling a lot. The corner speed they carry is phenomenal. And it means if our bike doesn’t go around the corner as fast we have to open earlier to push the tyre more to go with them. Both Mir [8th] and Rins [4th] rode well.”

Motor Suzuki di sebut bisa menikung dengan sangat baik. Walau begitu, ban mereka bisa lebih awet:

“The Suzuki manages the tyre very well, so if they are in front of us you have to push a lot more to be with them.

Alex Rins admits he was “really frustrated” in the immediate aftermath of Sunday’s thrilling opener in Qatar; “they were playing with me on the straight.”

“Inside of the helmet I was very angry because I had good race pace, like them. For example, for the management of the tyres I finished the race with good performance.

Cuma Suzuki memang lemah di jalan lurus:

“As they said, they were playing with me on the straight. But anyway, sometimes it’s like this. Now we go to Argentina and it will be different for sure.”

 

Saat balapan juga bukan Marquez yang menjadi yang tercepat. Justru Yamaha dan Suzuki:

Di balapan tentunya nggak cuma Marquez saja yang bisa mendompleng, tapi semua orang. Dan dalam kondisi seperti ini terbukti bahwa motor Honda Marquez masih kalah dengan Yamaha ataupun Suzuki.

 

Intinya sih belok sangat miring itu cuma gaya – gayaan. Kalau pembalap bisa menikung dengan kecepatan yang sama, mereka nggak bakalan memaksakan diri belok dengan miring banget, dan ini termasuk Marc Marquez.

Marquez itu memang sudah kebiasaan belok dimiringkan banget, tapi Marquez sekalipun tidak memaksakan diri tiap kali belok harus miring banget. Karena tentu bakal merugikan dia sendiri.

Rasanya itu alasan mengapa ia menyebut berusaha menjaga kondisi ban depan dan menikung mengandalkan ban belakang:
MotoGP, Marquez: “Dovi was stronger, but I had to try”

I got on the track with a medium tire in front ,” he explains, “instead of a hard one because the hard one doesn’t work well. But, in the end, neither did the medium. In order to not wear out the front, I also pushed the rear, deteriorating that one, too.

 

Jadi kalau beneran pingin meniru pembalap MotoGP harusnya belajar bagaimana bisa menikung cepat tanpa bikin motor terlalu miring. Tapi kalau cuma ingin untuk gaya gayaan atau ingin kalau jatuh jadi terkenal sih mau bagaimana lagi.

Iklan

21 respons untuk ‘Cuma rider jalanan yang pingin belok miring banget ala Marquez, kalau rider MotoGP beneran enggak

  1. Miller nikung 60 derajat di tikungan 47 derajat karena gak bisa knee down, bahunya gak bisa dekat ke aspal
    Jadi kaya nikungnya bapak2, motornya miring 60 derajat tapi tubuhnya tegak, motornya miring 70 derajat tapi lambat

    Kalo bisa knee down, bahkan elbow down, di tikungan yang sama dengan kecepatan yang sama gak perlu kemiringan 60 derajat, cukup 47 derajat

    Justru dengan makin dekatnya tubuh ke aspal, makin elbow down kayak marc dengan kecepatan yang sama, di tikungan yang sama, posisi motor akan lebih tegak
    Jika kemiringan motor sama, di tikungan yang sama, marc yang elbow down akan memiliki kecepatan menikung yang lebih tinggi dibanding yang tidak elbow down

    Suka

    • Kalo ane ngga bisa kneedown karena ngga ada knee protector,jadi ane rebah motor,kaki tetap di dalem body ikut miring namanya apa ya

      Suka

    • yang disebut tentu bukan soal badannya tapi soal motornya. Motor makin miring maka tentu bagian ban yang dipergunakan akan lebih ke tepi.

      Kok bisa bilang lebih tegak itu sumbernya dari mana? Di balapan Qatar kelihatan jelas motornya Marquez lebih miring. Mangkanya saya getun juga nggak bisa nemukan gambar sesuai dengan yang saya lihat sendiri.

      Suka

    • hanya berlaku di era MotoGP. Era GP500, elbow down ya sia2. mau keluar tikungan gaspoll ada elektronik yg membantu. 500cc 2 tak? elbow down, mw negakin motor keluar tikungan, ngegaspoll dari 50hp, naik 3000rpm tau2 udh 180hp diban belakang. Gaya paling bagus dan mantep ya Kevin Schwantz dan Doohan. Tapi paling rapih itu Rainey.

      Suka

  2. Best time marc di catat di akhir2 lap, sedang quartararo, rins, dan vinales cetak best lap di awal2-pertengahan lap,

    Ini berarti bahwa marc yang elbow down justru bisa menghemat ban lebih banyak, karena di akhir2 laptime marc lebih kencang dari rins, quartararo apalagi vinales yang sudah kehabisan ban duluan
    Ditikungan yang sama, kecepatan menikung yang sama, dengan elbow down motor akan lebih tegak, itu prinsipnya

    Suka

    • Kan Marquez sudah bilang sendiri bahwa ia memang menghemat ban depan? Tapi toh buktinya si Rins bilang di akhir balapan ban tetap ok sementara Marquez bilang ban depan dan belakang sama sama ausnya. Kalau Yamaha sih memang sudah penyakit ban depan aus lebih dulu.

      Sekali lagi, elbow down bikin motor lebih tegak sumbernya dari mana? Lha kok marquez kelihatan paling miring motornya?

      Suka

    • Jangan lupakan elektronik. Toni Elias dulu pake teknik yg sama, juga JP Ruggia jg sama. tp realitanya waktunya malah lebih leled. Butuh tenaga extra buat balikin motor dr miring ke tegak. Semua kembali ke motor nya.

      Suka

  3. Jika sudut kemiringan terlalu besar maka motor kembali tegak memerlukan waktu yg lebih lama apalagi miring lagi ke arah berlawanan…. Bikin cepat capek…
    Coba kalo Markes seumuran Rossi bisa boyokan kaleeee…… Hahahaha

    Suka

  4. “all hail the power of elbowz down, the mighty of markez technic” , darimana logikanya kalo nikung pake elbowz down posisi motor jadi lebih tegak, ngaco nih? Ok biar nggak kelihatam bego, mari kita analisa, saat menikung dg elbowz down style nya, motor Markez itu rata2 justru yang paling miring saat menikung, bisa sampei 62°, dari video juga terlihat honda nya paling miring pas nikung, kok hal kayak gitu dibilang motor lebih tegak? justru para pembalap ducati lah yg lebih tegak saat nikung karna seperti Jorge bilang, Ducati tidak butuh menikung sampe miring ekstrim untuk melaju lebih cepat, karna tertolong alselerasinya yg kuat.
    Elbowz Down style bikin motor jadi lebih tegak?
    emang situ udah coba membuktikan sendiri hipotesanya dg nikung pake motor RCV nya markez? muehehehehe….. XD

    Suka

  5. oh iya ane baru sadar, sesuai dengan apa yg terjadi dengan artikel yg sudah sudah terdahulu,
    bahwa apapun tulisan artikel dari blog “kupasmotor” yang isinya “menyudutkan/menjelekkan/memojokkan MM93 (dan jg pabrikannya)” pasti akan selalu muncul pihak yang tidak terima, serang teroosss pokoknya sampek penulisnya ciut nyali dan gak berani nulis hal gituan lago, hweheheheheh…. XD

    Suka

  6. kalo kata bang jali, ojek palmerah udah biasa belok kenceng2 ga pake miring, katanya biar otaknya kagak ikutan miring.

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.