Kehadiran Yamaha MT-15 bikin marah konsumen India, nama dipelesetkan jadi EMPTY-15


Motor Yamaha MT-15 kan barusan hadir di India. Namun ternyata reaksi mereka negatif. Ada yang marah marah segala:
Yamaha MT15 being called Empty 15 by unhappy fans due

Model Yamaha MT-15 versi India begini:

Kesannya beda dengan versi yang dijual di Indonesia:

Dan itulah yang bikin marah. Suspensi depan nggak upside down, velg cuma hitam, swing arm bukan aluminium, rem ABS cuma depannya saja. Harga juga dianggap nggak masuk akal untuk motor yang fiturnya dikurangi. Dijual seharga 1,36 Lakh atau 28 jutaan rupiah. Dibanding dengan harga jual MT-15 di Indonesia sudah termasuk murah. Tapi repotnya motor di sana harganya jauh lebih murah. Paling mahal KTM Duke 125 seharga 1,18 Lakh.

Itu bikin orang sana marah. MT-15 jadi dipelesetkan jadi EMPTY-15. kedengarannya sih sama.

Iklan

17 respons untuk ‘Kehadiran Yamaha MT-15 bikin marah konsumen India, nama dipelesetkan jadi EMPTY-15

  1. yg geblek ya yamaha india, ini motor IMO bukanlah selera india pada umumnya, disana yg namanya motor sport kan katanya yg penting fungsinya, harus handal dipake, dan murah, baik murah harga dan perawatan, urusan model belakangan.

    Suka

  2. Keren, beritanya internesyenel… Ngambilnya dari Rushlane. Lucunya, komenan cuma 5 netijen aja yg ditampilin, sudah mewakili ratusan juta konsumen India. Yg komen siapa, grup mana, mewakili apa, kagak jelas. Jadi aja berita wkwkwk

    Suka

    • Tapi klo untuk kualitas “netijen Indo” gapapa sih, ga banyak juga org yg mau, sanggup, dan bisa menilai kualitas berita.

      Suka

      • sebenarnya netizen sudah terbiasa berita macam begini. Misalnya berita “Pabrik X mengajak pemilik motor x untuk x” padahal yang diajak cuma cukup satu meja makan misalnya.

        Suka

    • Untuk saya sih ada yang bilang membatalkan booking sudah mewakili.

      Sebenarnya di Indonesia sama saja kok. Lihat saja contoh kasus Yamaha Xabre. Pada saat launching ada jutaan netizen memuji, ribuan blogger / vlogger menuji. Banyak yang bila pantas beli dst. Nggak ada yang protes harga kemahalan, dst. Tapi kenyataannya motornya nggak laku. Jadi jutaan netizen tersebut ternyata nggak mewakili konsumen sebenarnya.

      Itu kalau saya buat berita judulnya pasti “konsumen Indonesia sangat sangat antusian dengan kehadiran Yamaha Xabre”.

      Tapi setelah beberapa tahun, judulnya jadi “penulis ketipu dengan netizen soal Yamaha Xabre”.

      Suka

      • Wah baru baca jawabannya.
        Kyknya ente salah fokus, yg dibicarakan adalah kualitas berita, bukan hubungan berita dengan penjualan. Ini semacam jawaban defleksi, bukannya fokus malah tambah panjang, rasanya kek gini klo komentar dsini.

        Suka

        • Yang saya maksud juga kualitas berita, jangan fokus ke penjualannya.

          Inti komen bro: “cuma 5 netijen aja yg ditampilin, sudah mewakili ratusan juta konsumen India.”

          Jawaban saya: “ada jutaan netizen memuji, ribuan blogger memuji. Tapi kenyataannya motornya nggak laku.” Maksudnya komentar jutaan netizen tidak mewakili konsumen Indonesia. Jadi walau contohnya ratusan ribu, kalau mereka konsumen bohongan, sama juga bohong. Mungkin memang 5 konsumen tidak mewakili, tapi nyatanya yang terjadi di Indonesia jutaan komentar pun tetap saja tidak mewakili konsumen sebenarnya.

          Sebelumnya sudah saya bahas di
          Akankah MT-15 bernasib seperti Xabre? selera netizen vs selera konsumen

          Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.