Penjelasan soal njedoknya suspensi Suzuki Nex II ala kupasmotor, dan soal suspensi pengganti


Mas Taufik dari tmcblog mengeluhkan soal suara jedak jeduk di suspensi Suzuki Nex II, sehingga akhirnya memutuskan untuk ganti suspensi pakai Kayaba Zeto:
Review KYB Zeto : hilangkan jedak jeduk suspensi belakang Suzuki NEX II

Penulis juga mengalami hal yang sama. Bukan dari soal cepat aus seperti yang penulis jelaskan sebelumnya, tapi dari yang penulis rasakan itu seperti bila desainnya terbalik.

Desain suspensi single action yang normal itu tidak menghambat gerakan suspensi saat memendek, dan menghambat gerakan suspensi saat memanjang lagi. Grafik yang kiri di gambar berikut:

Efeknya adalah suspensi makin lama makin memendek bila jalan terusan tidak rata. Ini membuat suspensi terasa makin lama makin keras dan bodi motor makin bergetar. Suspensi bisa mengalami bottoming out atau kehabisan jarak main juga.

Nah suspensi dari Suzuki Nex II ini sepertinya sebaliknya. Menghambat saat suspensi memendek dan tidak menghambat saat suspensi memanjang. Nggak akan ada efek suspensi makin memendek. Suspensi jadi terasa empuk. Saat suspensi makin baru, kena jalan naik mendadak bereaksi lebih spontan, dorongan ke atas lebih banyak. Disebut mas Taufik sebagai efek lemparan ke atas. Tapi bila sering lewat jalan tidak rata akan terasa lebih empuk.

Efek negatifnya adalah bila lewat polisi tidur, suspensi yang memanjang tanpa terkendali ini membuat suspensi jadi bunyi jedok bila ban sempat melayang dari tanah. Ini bisa dites dengan uji terbang di polisi tidur yang landai. Jalan sekitar 30-40 km/jam, sebelum polisi tidur tekan motor ke bawah, pas lewat polisi tidur hentak setang ke atas.

Suspensi Suzuki Nex II akan terasa menyentak pada kondisi seperti ini. Begitu ban belakang lepas dari polisi tidur, langsung suspensinya memanjang tanpa kendali dan menimbulkan bunyi jedak. Ini terjadi walau suspensi masih baru.

Karena ini soal memendek dan memanjang, suspensi dipasang terbalik rasanya nggak ada bedanya.

Video mas Taufik:

Satu yang penulis amati adalah suaranya mas Taufik jadi lebih bergetar kena getaran bodi setelah pakai Kayaba Zeto. Selain itu bodi motor terlihat lebih bergetar. Ini ciri suspensi single action. Sepertinya semua Kayaba Zeto begitu.
Suspensi yang nyaman untuk matik cuma sedikit pilihannya, tapi lebih mending YSS DTG daripada Kayaba Zeto

Dengan hasil seperti itu, terpaksa Kayaba Zeto penulis masukkan black list lagi. Sebelumnya penulis berpikir bahwa hasil dari yang coba Kayaba Zeto itu karena mereka pakai yang tabungnya di atas. Tapi ternyata model Kayaba Zeto yang tabungnya di bawah seperti yang dicoba mas Taufik juga sama saja.

Sebelumnya penulis sempat ingin nyoba suspensi Kayaba yang tabung (utama) nya di bawah. Suspensi Suzuki Spin sudah aus karena terpaksa lewat polisi tidur yang kejam. Suspensi Suzuki Nex II juga sudah aus karena sepertinya beda kualitas. Gerakan suspensi tidak lagi terhambat saat memendek atau memanjang.

Mau beli YSS DTG juga dilema. Suspensi YSS DTG sepertinya kurang awet karena sekarang yang di Honda Beat sudah agak lemah. Masih nyaman, masih lebih baik dari yang standar dulu, lebih baik dari yang single action, tapi tidak senyaman masih baru.
Suspensi belakang YSS DTG belum 5 ribu km sudah soak?

Penulis berpikir bahwa yang tabungnya di bawah itu double action. Tapi melihat hasil review mas Taufik rasanya itu ilusi. Kalau double action maka harusnya kena polisi tidur bakal kelempar juga.

Penulis masih kepikiran mau coba Kayaba Heavy Duty.

Tapi jadi ragu karena klaim Kayaba jelas nggak bisa dipercaya. Dari perilaku suspensi yang diceritakan pembeli (termasuk mas Taufik), jelas Kayaba Zeto bukan suspensi double action, tapi klaimnya kayak begini:

Jelas bohong.

Terima kasih banyak untuk reviewnya mas Taufik . Jadi yakin untuk nggak bakalan beli Kayaba Zeto.

 

Nggak usah menyarankan Ohlin ya, mahal. Ohlin sendiri masih plin plan setelan mana yang harusnya ada, padahal ngakunya satu setelan cukup. Masa yang satu pakai kompresi, dan yang satu lagi pakai rebound? Contoh. untuk Honda PCX setelannya kompresi, tapi untuk Honda Forza setelannya rebound? Untuk Yamaha NMAX setelannya kompresi, untuk Yamaha Aerox kok rebound? Rasanya itu setelan disediakan cuma untuk gaya gayaan. Sekalian untuk mengatrol harga.

Iklan

4 respons untuk ‘Penjelasan soal njedoknya suspensi Suzuki Nex II ala kupasmotor, dan soal suspensi pengganti

  1. kekekkee.. mantul prof.

    Tapi memang efek yang kerasa itu saat kondisi “motor terbang” misal kaya yang disebut di atas, lewat Poldur dengan kecepatan agak tinggi.. kaya terpental jadi bunyi jeduk..

    Sejauh ini keluhan di Nex II yang ay punya cuma itu aja sih, cara nanggulanginnya ya jangan hajar langsung, pelan aja, namanya juga lewat poldur 😀

    http://kobayogas.com/2017/12/20/cara-mengurus-perpanjangan-stnk-yang-telat-tanpa-calo-di-samsat/

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.