6 alasan mengapa kupasmotor mendukung protes “deflector” Ducati walau MotoGP dan tmcblog tidak


Oleh Ducati, alat berikut ini disebut deflector:

Ducati klaim bahwa alat tersebut fungsinya cuma untuk mendinginkan ban. Yang lain tidak setuju, dan 4 tim pabrikan pun memprotes keputusan MotoGP membolehkan hal itu. Dari MotoGP sendiri memihak ke Ducati, seperti sempat ditunjukkan pada halaman utamanya:

Manuel Pecino dari tmcblog juga tidak setuju adanya protes:
[opini] Spirit F1 Hadir di MotoGP dan Kami tidak suka

Di F1, Komplain di antara team mengenai pelanggaran Regulasi Teknis adalah hal yang sudah biasa. Membayangkan situasi yang sama terjadi di MotoGP adalah hal yang mudah dan Itu bisa banget menjadi Dinamika yang tidak semua bagus buat Olahraga ini, tidak bagus Buat kita, dan Tidak Bagus Buat tontonan

Penulis sendiri mendukung protes terhadap Ducati. Berikut alasannya:

1. Yang dilakukan Ducati itu tidak memanfaatkan loophole di regulasi, tapi jauh lebih parah dari itu, Ducati bisa secara sakti memaksa MotoGP membuat regulasi yang asalnya tanpa loophole bisa jadi ada loopholenya. Setelah Ducati mengajukan desain “deflector”, dari yang aslinya cuma bisa untuk lintasan basah jadi secara ajaib bisa dipergunakan di lintasan kering. Nggak perlu konsultasi dengan siapa – siapa. Ducati minta, aturan langsung dibuat. Jelas apa yang dilakukan MotoGP memihak Ducati.

Sepertinya sama kejadiannya ketika Ducati minta semua pabrikan pakai ECU yang levelnya rendah. Nggak perduli ini sering bikin pembalap celaka. Dan jadi aneh juga ketika sistem traction control MotoGP sering dipuji puji sama pengamat, namun pada kenyataannya pembalap MotoGP papan atas pada berlomba cari cara berkendara yang tidak mengandalkan traction control.

2. Ducati membajak ide dari Aprilia. Padahal Aprilia justru dilarang menggunakannya. Alasannya saat itu karean deflector hanya boleh dipakai di musim hujan. Tapi setelah Ducati membajak dan mengajukannya, sama MotoGP disetujui.

3. Bentuk dari deflector Ducati jelas jelas mirip dengan sirip aerodinamika yang menghasilkan downforce. Tapi pada ngotot itu fungsinya hanya untuk mendinginkan ban. Ingin membohongi siapa? Media pada memberitakan Ducati bisa membuktikan bahwa deflector tersebut bisa mendinginkan ban. Tapi mengapa nggak menuntut Ducati untuk membuktikan bahwa deflektor tersebut tidak bakal menghasilkan downforce?

4. Ducati mengancam bakal memperkarakan Honda juga. Kalau tahu itu salah mengapa nggak langsung diprotes saja? Padahal sebelumnya sudah pada sepakat bikin winglet itu nggak tajam dan menyatu dengan bodi, tapi mengapa kok tahu salah begitu dibiarkan saja? Apa nunggu ada kaki pembalap yang robek ketika disalip paksa oleh Marquez?

Kok malah dijadikan senjata ancaman? Apa prinsipnya “kalau loe nggak nggak bongkar cara licik gue, gue nggak akan bongkar cara licik loe”? Saling menutup aib? Mungkin ada yang menganggap saling menutupi aib itu bagus. Tapi penulis sendiri menganggap itu seperti menjual barang yang cacat tapi tidak diberitahu cacatnya. Merugikan konsumen (penonton MotoGP) karena menipu. Dipikir legal eh ternyata ilegal.

5. Banyak yang ngomong harusnya konflik cukup diselesaikan melalui MSMA saja, asosiasi dari para tim pabrikan. Tapi apa ya nggak berpikir, bahwa dengan Ducati langsung mengajukan ke MotoGP, Ducati sudah melangkahi MSMA? Apa ya nggak berpikir bahwa Ducati sudah nggak perduli dengan MSMA dengan mengatakan bahwa apa yang dilakukannya sudah sesuai aturan. Padahal aturan itu dibuat khusus biar apa yang dilakukan Ducati jadi legal.
Inside MotoGP™ Governing Bodies

MSMA: The MSMA (Motorcycle Sports Manufacturers’ Association) takes care of the interests of all the manufacturers involved in motorcycle racing.

Race Direction: Representatives from three of the bodies mentioned above form the Race Direction team at each Grand Prix, with this group of people having responsibility for such decisions as declaring race conditions dry or wet. Race Direction is comprised of a representative from the FIM, Dorna, and IRTA.

6. Protes dibilang nggak bagus buat tontonan? Protes dibilang pertanda buruk? Lihat balapan dimenangkan dengan cara politik itu yang bikin nggak bagus buat tontonan. Harusnya yang namanya sport itu berjuang dengan kemampuan sendiri dan tidak dimenangkan dengan cara menyabotase lawan. Apa yang dilakukan Marquez penulis nggak suka. Apa yang dilakukan Ducati penulis nggak suka.

Justru kalau nggak diprotes itu jadi salah. Seperti rev limiter Ducati di WSBK yang nggak direvisi walau sudah 6 race. Alasannya rekan timnya terpuruk. Penulis malah membayangkan Chaz Davies itu akan ada skenario mengalami celaka dan digantikan pembalap amatiran biar posisinya paling belakang terus.

Lama lama MotoGP bukan motorsport tapi motorpolitics. Menang atau kalah sudah ditentukan dari belakang panggung. Mungkin memang ada yang suka model balapan seperti itu, dimodel seperti pertunjukan gulat profesional Amerika. Penulis sih nggak suka. Balapan kok isinya penipuan. Motor sport kok nggak sportif.

Iklan

13 respons untuk ‘6 alasan mengapa kupasmotor mendukung protes “deflector” Ducati walau MotoGP dan tmcblog tidak

  1. coba kalo yg oprek regulasi ini si yamahmud, pasti jadi bulan2an bullyan para fanboys yg sudah tersinergi dan tersistematis untuk menjatuhkannya itu, apalagi klo bicara MotoGP, sangat gampang sekali untuk memperlemah image, tinggal serang aja habis2an itu si pembalap paling bangkotan, wong yg dipermasalahkan ducati saja masih kena “dampak” kok, hehehe

    #abaikansaja

    Suka

  2. klo Yakampret, blogger papan atas akan ikutan membully. Muehehehe…
    Tp mereka sekarang udah kaya raya. Demi sesuap nasi, membanned para komentator yg kritis Oon dah dan membiarkan komentator yg menghina kompetitor.

    Suka

    • lihat saja di artikel blog yg juga komentator balap gp di tivi, itu kalo lagi bahas motogp atau produk apa gitu kolom komentar isinya selalu dan selalu soal olokan dan sindiran yang dibalut dalam candaan yg sepertinya beberapa komentatornya sudah saling bekerja sama dan berkonspirasi secara sistematis dan cerdas yg mempunyai visi dan misi untuk “menjatuhkan/melemahkan brand name daripada nama iconnya secara khusus dan pabrikannya secara umumnya”, ketika ada yang mencoba “melawan arus” maka orang yang sampeyan sebut sebagai “komentator kritis” tersebut harus disingkirkan karna dianggap sebagai “hama pengganggu”

      Suka

      • Sangat menyedihkan ya termasuk ketika ada komentator disini yang mencoba memberikan analisa teoritis langsung ada komentator laim yang menyindir dianggapnya sebagai fans tertentu

        Ya mungkin IQ mereka belum sampai untuk mencerna analisa teoritis itu, jadi yang dilakukan bukan menbantah secara ilmiah namun hanya bisa memyerang personal

        Suka

        • hahaha…., jujur saja bro, ente mau nyinggung ane kan??? ya kan? masih gak terima dan ngeyel lagi soal misalnya saja artikel Block Pass Markez? sudah dari tahun lalu itu dibahas, tepatnya setelah seri phillip island, ya to, hahaha….. masih mau debat? monggo silahkan saja toh sabun juga masih berbusa 😀

          Suka

      • @Zzz

        Lucu sekali, karena banyak komentator yg mempertanyakan brand tersebut. terkhusus gw sih mempertanyakan kenapa motor sport SOHC 2 klep itu setara dengan SOHC 4 klep? padahal dr on crank aja udh beda jauh lebih dr 3hp.

        kalau analitis teoritis motoGP sih udh mahfum, yg jadi soal adalah serangan kepada brand itu lngs banned permanen tanpa ampun. malah ybs bilang mending tanya ke pabrikannya sana.

        so?

        Suka

    • sebenarnya yang dilakukan ducati itu legal, karena senjata utama mereka adalah kemampuan untuk membuat peraturan. Tapi tetap tidak sportif karena merubah peraturan untuk membuat dirinya unggul.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.