Menolak protes winglet kok alasannya nggak mampu menguji, MotoGP makin kelam


Berita suram datang dari MotoGP, deflector Ducati dinyatakan legal:
Breaking News : Swingarm Deflector Ducati Legal

Ducatinya sih bangga banget:

Ducati sangat bangga kepada para insinyur italia dengan kecerdikan ( ide) dan kemampuan berinovasinya. Banyak orang pekan lalu menganggap kami curang. Mudah mudahan mereka sekarang diam dan berusaha mengalahkan kami di Track.

sangat disayangkan bahwa untuk mendapatkan hasil ini kami harus menghabiskan waktu dan uang kami dengan pengacara dan mengungkapkan kepada para pesaing pemahaman kami tentang pendinginan ban

Ho oh, penulis akui mereka memang cerdik (licik). Nggak cuma mampu mencari celah peraturan tapi sampai mampu membuat MotoGP mengeluarkan aturan baru yang ada celahnya. Sampai sekarang penulis tetap menganggap mereka curang. Biarpun cuma bisa diam, tapi tetap dalam hati menganggap itu pabrikan yang nggak jujur. Menangnya juga bukan dari kehebatan mereka tapi lebih ke kecurangan mereka. Kalau Ducati menang penulis nggak memuji mesin mereka hebat tapi kecurangan mereka hebat.

Dari MotoGP juga sepertinya kooperatif banget dengan Ducati. Masa ya alasan yang diberikan gara – gara nggak mampu menguji:
MotoGP™ Court of Appeal issues ruling on Ducati aero case. Four factories lodged protests against Ducati aero after the Qatar GP and a decision has been made ahead of the Argentina GP

The protesting teams considered that the device was primarily an aerodynamic device and therefore not compliant with the MotoGP technical regulations. After a hearing, the four protests were rejected.

The same four teams then lodged appeals against the MotoGP™ Stewards’ decision to the MotoGP™ Appeal Stewards and a further hearing was conducted. The MotoGP™ Appeal Stewards determined that further technical evaluation was required and that this was not possible under the circumstances. They, therefore, decided to refer the matter to the MotoGP™ Court of Appeal in accordance with Art. 3.3.3.2 of the applicable Regulations.

Disebut bahwa protes ditolak karena dari MotoGP nya nggak mampu menguji. Aneh kan? Padahal jelas ini keputusan penting. Mengapa nggak cari cara supaya bisa? Harusnya kan mereka kaya? Tinggal bawa motornya ke terowongan angin lalu diuji?

Nggak usah diukur pendinginannya tapi diukur downforcenya. Karena kan yang diprotes adalah efek aerodinamikanya dan bukan efek pendinginan ban. Ducati sendiri walau seperti giat banget memberi bukti itu alat bisa mendinginkan ban, bukti pengujian sisi aerodinamika NOL besar. Punya data efek pendinginan ban tapi nggak punya data efek downforce itu aneh.

 

Ini juga senada dengan tuduhan dari CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola bahwa orangnya MotoGP itu nggak kompeten dan nggak profesional:
Aprilia’s Romano Albesiano & Massimo Rivola Speak About Ducati’s Rear Spoiler, And The Cost of Aerodynamics

I think we need to raise the level. When we say about professionalism? Yes, this for me is something which is not acceptable. And I think you can’t disagree, to be honest

Kalau kata Ducati sih, yang pada protes itu yang pada awam semua:
Dall’Igna Meradang Winglet Ducati Diprotes Empat Tim MotoGP

Pada faktanya, saya sudah melihat begitu banyak orang yang tidak memiliki kemampuan berbicara mengenai hal ini (winglet di motor baru Ducati). Bahkan saat pertemuan untuk mendiskusikan protesnya, hanya ada satu teknisi, dari kami, yakni Fabiano Sterlacchini. Yang lain sangat tidak berkaitan dengan teknis dan juga sangat awam dengan isu itu

Padahal Massimo sendiri juga mengiyakan bahwa memang itu alat bisa mendinginkan ban. Tapi masalahnya alat itu juga bisa menghasilkan downforce yang cukup signifikan:

We did the virtual wind tunnel testing, so called CFD, computational fluid dynamics. We simulated this device in straight line conditions, braking conditions. We have figures on the downforce, the drag, and the cooling effect that this device can give. I’m not sure I can give numbers today, but from the downforce point of view, it’s not negligible, it’s something that can make a difference in performance.

 

Keputusan ini berarti pengembangan di sisi aerodinamika sudah tidak bisa lagi dikendalikan peraturan. Kata Massimo Rivola ini bakal buat biaya pengembangan motor jadi bakal makin membengkak dan bakal susah diatur:

From my experience in Formula 1, if we decide to go to the aerodynamic field, it will cost a fortune to everybody. Probably for a very little gain, especially in the areas which are now free, like that one attached where it is. And even more, it is very difficult to police.

Jadi justru karena pengalaman dari F1 itu yang membuat ia ikutan protes. Biar MotoGP nggak jadi kayak F1. Jadi bukan karena ia ingin membawa kekacauan F1 ke MotoGP. Menurut penulis justru Ducati itu yang jadi biangnya kekacauan.

Ducati sendiri disebut benar benar ingin mengembangkan dari sisi aerodinamika:
MotoGP Court of Appeal Rules Ducati’s Swingarm Aero Legal

These issues will not be solved by issuing further guidelines; it needs a full overhaul of the rules. Ducati, and especially Gigi Dall’Igna, have made no secret of their desire to continue to explore the possibilities offered by aerodynamics. The other factories are much less keen, fearing the cost an aerodynamics war might unleash.

Dan dari keputusan MotoGP ini, jelas bahwa Ducati menghalalkan segala cara. Dan sayangnya penyelenggara MotoGP membolehkannya.

 

Perhatikan tidak bahwa MotoGP sendiri menyebut alat ini sebagai winglet, aero device, atau deflector?

Suatu ironi bila alat yang dinyatakan bukan sebagai alat aerodinamika sama MotoGP sendiri disebut sebagai aero device. Deflector sendiri artinya juga adalah alat yang mengarahkan angin, nggak beda jauh dari kata kata aero.

Dan sekali lagi, kalau cuma untuk mendinginkan ban mengapa bentuknya kok harus seperti itu? Dibikin seperti yang di roda depan kan bisa? Nggak harus membajak caranya Aprilia yang sebelumnya ditolak. Kan bisa membajak caranya Formula 1 yang lain, yang cenderung tidak menghasilkan downforce?
Grip or Aerodynamics: The Fluid Mechanics of Formula 1 Wheels

Wheel shrouds and Static wheel fairing

Atau pakai cara ini:

Ho oh dah, insinyur Ducati itu cerdik (licik).

12 respons untuk ‘Menolak protes winglet kok alasannya nggak mampu menguji, MotoGP makin kelam

  1. Minimal skrg tim2 lain (apalagi Aprilia) bisa ikutan pasang juga. Mana tau mereka sebenernya udh pada buat, tapi stlh tau Aprilia ditolak jadi mundur semua.

    Suka

  2. Alasan blm bisa ngetest pada saat itu juga, mestinya ditunda sampai betul2 teruji dan terbukti winglet ducati tdk menghasilkan efek downforce sekecil apapun, baru dibolehkan pakai. Kalau begini caranya bisa2 seluruh pabrikan akan meniru cara licik yg sama dgn ducati. Riset part baru, test internal, hasilnya oke, daftarin ke motogp tapi mepet jadwal race, jangan kasih kesempatan pihak motogp ngetest part itu, plus kasih keterangan tipu2 bahwa parts itu cuma buat asesoris pemanis tampilan aja, ga ada hubungannya dgn performance motor.
    Apa seperti itu yg diinginkan motogp, dorna dan FIM?

    Suka

  3. semua yg ada di Dorna dan MotoGP kan mantan pembalap. sangat sedikit kayaknya mekanik aero dynamic kaya di tim Aprillia. Tp jika sampai di bolehkan maka Honda dan Aprillia yg akan menggila karena mereka punya pengalaman di bidang itu. Banyak teknologi F1 Honda yg akan dibawa ke MotoGP.

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.