Dari cerita Ducati mungkin kepikir ban bisa berasap saat balapan di Qatar? Ini faktanya


Waktu awal Ducati melakukan sanggahan terhadap protes deflector, Gigi Dall’Igna sempat bilang bahwa tim lain itu orangnya nggak kompeten, alias nggak ngerti teknis. Dicontohkan bahwa roda ban Alex Rins sampai berasap saat balapan di Qatar padahal suhu lintasan di Qatar dingin:
MotoGP, Gigi Dall’Igna: I don’t get intimidated by my opponents

Everyone has spoken regarding the complaint, except you, and you’re the person most involved. What’s your opinion?

LACK OF COMPETENCE – “In fact, I’ve seen so many unskilled people talking about the issue. Even during the meeting they had to discuss the protest, there was only one technician, ours, Fabiano Sterlacchini. The others were not very technical and also poorly prepared to deal with that issue.
For example, one of the things I heard, and that left me puzzled, was that it wasn’t necessary to cool the rear tire in Qatar, with the cold there was there. I believe that everyone on TV saw the smoke that the Suzuki left behind when accelerating at the T11 curve. Qatar is one of the most demanding for rear tires, and many had problems. So, the fact that so many said that ours was just an excuse, probably means they didn’t understand much.”

Entah kalau pembaca, tapi kalau penulis sampai sempat kepikiran apa benar suhu ban bisa sampai sepanas itu. Bikin ban terbakar dan mengeluarkan asap seperti ketika dilakukan burn out?
Burn Out Marc Marquez koyak aspal Sentul

Apa benar begitu?

Kalau menurut informasi dari Michelin sepertinya tidak. Menurut Michelin suhu ban pada waktu sedang dipakai balapan itu nggak sampai seperti itu:
Michelin MotoGP Range 2019 Season

(btw, unik juga tekanan ban minimal untuk MotoGP itu ternyata termasuk kecil, 27,56 psi untuk ban depan dan 24,66 psi untuk ban belakang. Mungkin karena saat balapan suhu ban bisa setinggi itu kali ya?)

Suhu ban pada saat dipakai balapan disebutkan mencapai 100 derajat celcius untuk ban depan dan 120 derajat celcius untuk ban belakang. Tentunya ini data rata rata yang mestinya diambil pada saat balapan siang hari dengan suhu di atas 25 derajat. Bukan di malam dingin seperti di Qatar.

Menurut yang berikut ini, suhu untuk burn out itu lebih dari 160 derajat celcius:

The tire surface temperature, in just four frames, less than 1/7th of a second, increases from 19 celsius to 43.5. In less than two seconds, the surface temperature of the inside of the tire reaches 160 degrees, or about 320 degrees Fahrenheit, and by five seconds, the entire tread is roasting above 160.

Disebut juga ban bakal sangat cepat rusak pada kondisi tersebut. Jadi rasanya tidak mungkin suhu ban MotoGP bisa jadi sepanas itu pada saat balapan.

Terus bagaimana penjelasan tentang ban belakang Alex Rins yang sampai berasap?

Bisa jadi itu embun yang berasal dari lintasan. Kan suhu ban belakang sudah bisa mendidihkan air. Sumber airnya dari embun lintasan yang sudah terkenal jadi masalah di Qatar:

Jadi asapnya bukan karena karet ban terbakar tapi karena uap air yang menempel ban jadi menguap.

Kemudian satu lagi, kalau misal benar suhu ban bisa mencapai di atas 160 derajat saat balapan, maka mengurangi suhu 7 derajat itu jadi tidak terlalu signifikan lagi.
Ducati talks swingarm spoiler after Court victory

It works to put some air on the rear tyre and the results of our tests, at the Qatar test before the race, is that we can reduce the temperature of the tyre by about 7 degrees on average,

7 respons untuk ‘Dari cerita Ducati mungkin kepikir ban bisa berasap saat balapan di Qatar? Ini faktanya

      • Cek footage nya garry mccoy pake kawak zx 2002 , melandri last corner philip island 2006 , footage rossi saat 2005 (lupa race seri mana)

        Saat akselerasi selepas tikungan ampe wheelspin dari ketiga yg sy sebutin itu bisa ampe smoking , padahal bukan race malam dan bukan di qatar

        Apakah jg pengaruh uap air?

        Suka

        • 1. kalau lintasan sampai mengembun, apa bakal ban sempat jadi panas?
          2. di jaman itu tidak ada traction control. Problem wheel spin yang sekarang mestinya beda dengan dulu. Masalah wheel spin sekarang itu lebih karena wheel spin nggak konsisten alias kelolosan.

          Suka

          • 1. Klo lintasan mengembun, kenapa hanya d t11 saja whellspinnya sampai berasap?

            2. Sejatinya sejak peralihan gp500-motogp 2002 sudah pakai kontrol traksi (KT), meskipun cakupannya tidak seperti KT era modern , yaitu era 800cc yng cakupan KT nya sudah ke arah performa. Klo 2000an awal lebih ke safety

            Suka

            • 1. Saya nggak lihat sendiri asapnya, mestinya akan jelas kalau ada rekamannya. Dan heran juga mengapa contohnya Suzuki, mengapa kok nggak Yamaha yang lebih terkenal traction controlnya paling jelek. Di Termas saya tidak melihat ada asap padahal itu balapan siang hari.

              2.kalau traction control berfungsi, mestinya nggak bakalan ada wheelspin sampai berasap.

              Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.