Orang nyetel piggyback kok pakai acuan feeling ya, padahal ada O2 sensor nganggur?


Penulis asli penasaran dengan cara seting / tuning ECU piggyback ala lokal.
Ganti kenalpot Racing perlu Pasang Piggyback?

Acuan seting kok sepertinya cuma pakai kira kira. Kalau lihat contoh video ada yang acuannya nembak, acuannya mbrebet atau cari yang kalau gas distabilkan rpm mesin paling tinggi.

 

Maaf, tapi kok caranya primitif banget ya? Kok serasa balik jaman karbu? Padahal kan rasio bahan bakar atau AFR bisa dengan mudah diketahui pakai O2 sensor?

Ada yang alasan nggak pakai bacaan AFR karena O2 sensor dilepas karena sudah pakai open looper:

Menurut penulis itu jelas alasan aneh. Ok deh kalau yang melakukan setingan itu perorangan. Tapi kalau bengkel kan harusnya kalau sering melakukan itu paling tidek invest beli alat pengukur AFR. Padahal mereka nggak ragu beli ECU scanner. Masa konsumen harus beli sendiri?

Yang penulis tahu jual harga murah itu merek Koso:

Katanya sih AFR Koso itu tipenya narrow band, cuma menunjukkan range AFR 12.2 – 17.2. Kalau narrow band maka nggak beda dengan O2 sensor yang di motor.

Diagnose:

 

Dan ini memunculkan pertanyaan lagi. Sebelumnya dijelaskan bahwa pasang piggyback itu wajiib pakai open looper. Kan O2 sensor di knalpot jadi nganggur setelah pasang open looper padahal masih baru. Mengapa kok nggak ada yang jualan alat khusus yang nyambung langsung ke O2 sensor bawaan motor ya? Padahal buat piggyback dan ECU bisa?

Atau mungkin penulis kelewatan?

Menurut penulis idealnya melakukan setingan piggyback itu juga tidak dilakukan stasioner baik dengan atau tanpa mesin dyno, tapi langsung di jalan.

Aneh.

5 respons untuk ‘Orang nyetel piggyback kok pakai acuan feeling ya, padahal ada O2 sensor nganggur?

  1. wahh bener banget ni kalo ada yang bisa manfaatkan o2 sensor buat menentukan afr pasti enak

    n baca manual ecu juken 2 bisa baca afr motor tanpa alat tambahan pi kenapa pas upgrade juken 3 ke atas tu fungsi di ilangin yaa n brt ngeluarin paket pembacaan afr sendiri ??
    apakah kurang akurat apa buat nambah nambah CUAN cz harganya itu lumayan hehehe

    Suka

  2. pada motor standart itu narrowband jadi ga bisa di jadikan patokan setting…untuk pengukuran harus menghunakan wideband…

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.