Sebagian penyebab masalah motor Honda PCX sampai petisi recall itu bisa jadi kesalahan ridernya sendiri


Seperti kita tahu sekarang ada petisi online yang meminta Honda PCX direcall:
Bikin Geger! Petisi Recall Honda PCX Lokal Makin Kencang, Pemilik Motor Ungkap Kronologis Masalah

Sekarang sudah ada 680 orang yang ikutan petisi:

Kalau dari cerita dan komentar di petisi, penulis merasa ini juga salah dari pemilik motor juga. Ini serius ya, penulis nggak menganggap yang beli Honda PCX lokal itu salah. Karena motor matik Honda lain juga ada yang mengalami hal yang sama. Penulis cuma merasa bahwa problem tidak hanya dari pabriknya saja tapi juga dari pemiliknya.

Kalau untuk soal gredek sih bukan salah dari pemilik. Itu jelas karena efek kualitas komponen yang kurang. Kalau dari penjelasan mekanik yang menyervis vlogger berikut, penyebab getar di rpm rendah itu adalah karet yang kualitasnya rendah:

Ada yang kasih solusi ganti seal di bengkel resmi:

Tapi di komentar petisi bilang walau sudah diperbaiki di bengkel resmi gredek masih kembali. Juga ada yang pernah ganti komponen punya Yamaha, tetap sama saja. Sepertinya dari Hondanya sendiri masih nggak ngerti, mekanik bengkel cuma bisa menebak nebak. Tapi mengingat masalah selesainya cuma sementara, maka menurut penulis ada masalah dengan presisi dari CVTnya, bisa jadi nggak center. Seperti kasus as komponen gir punya CB150R (maaf lupa yang nggak center apanya).

Ada yang kasih solusi dibubut:

Atau dikasih lubang pembuang debu:

Walau ada yang bilang itu bermasalah:
Hati-Hati Ketika Rumah Kopling Dibor, Bukan Sembuh Malah Tambah Rusak

Dari informasi tersebut maka bisa disimpulkan problem gredek terjadi karena presisi bagian CVT kurang.

Contoh testimoni ndredek bisa dilihat di video berikut:

btw, di video itu juga menunjukkan rem depan jadi bunyi. Itu gejalanya mirip ketika motor Honda Beat penulis nggak pakem dan akhirnya pakai jurus dikasih oli

Namun bisa jadi gredek itu kesalahan pemakai. Begitu pula dengan tenaga kurang di rpm rendah. Ini bisa terjadi bila motor Honda PCX tidak menggunakan bensin pertamax. Atau bila pakai pertamax tapi pakai modif ganti filter ferrox atau pasang knalpot racing. Karena Honda PCX itu menurut penulis butuh bensin yang oktannya tinggi. Bahkan kalau baca dari testimoni, pakai Pertamax pun aslinya masih kurang karena pakai pertamax turbo katanya lebih irit. Jadi aslinya lebih cocok pakai pertamax turbo.

Bakal lebih parah lagi kalau Honda PCX lokalnya diberi premium ataupun pertalite. Dua duanya nggak cocok untuk motor Honda edisi tinggi macam Honda PCX. Dijamin suara motor bakal jadi kasar. Motor Honda PCX jelas nggak bisa diajak ngirit. Kecuali pakai penambah oktan (macam pakai pro capacitor he he he πŸ™‚ ).

Pernah dijelaskan di
Pakai busi dingin tidak selalu lebih baik

 

Soal suara mesin kasar, tarikan nggak enak dan berat itu juga bisa kesalahan rider juga. Masa ya nggak tahu bahwa oli kualitas rendah itu bisa bikin mesin suaranya kasar dan tarikan nggak enak? Seharusnya tahu oli AHM bikin mesin kasar. Sehingga waktu dipaksa oleh bengkel resmi untuk pakai oli resmi harusnya menolak mentah mentah. Atau pura pura mau tapi begitu keluar bengkel resmi langsung ganti pakai oli kualitas lebih bagus.

Kalau dana kurang, misal karena dana habis untuk cicilan motornya, pakai pertamina mesran super saja sudah cukup bagus. Apalagi kalau pakai minyak goreng sebagai aditif. Rasio 10% sudah cukup ok banget.

 

Soal baterai tekor dan tombol motor tidak mau diputar ke ON itu menurut penulis bisa jadi sebabnya sama. Rider teledor untuk tidak memanasi motor tiap hari. Atau mungkin kesalahan sales tidak memberi pendidikan.

Motor yang dilengkapi alarm atau sistem yang standby itu sebenarnya wajib dipanasi lebih sering daripada yang pakai kunci manual. Jangan disamakan dengan motor manual yang walau beberapa minggu tidak dipakai masih tetap ok akinya. Ini karena listrik dari aki masih kepakai terus walau mesin tidak menyala. Mungkin pembaca yang punya PCX lokal atau Vario bisa mengukur berapa amper listrik yang terpakai ketika smart key dalam posisi “mati”? hasil perhitungan itu bisa dipakai untuk memperkirakan berapa jam aki bisa bertahan.

Misal pemakaian listrik dalam kondisi “mati” adalah 150 mA. Baterainya 5000 mAh (= 5 Ah), maka tinggal dibagi saja. Ketemu 33 jam. Jadi kalau listrik kesedot 150mA dan motor nggak dipanasi tiap hari, maka aki bakal tekor. Misal pemakaian arus adalah 100 mA, kalau motor nggak dipanasi dua hari sekali maka aki bakal tekor. Dst…

Mungkin ada yang menyarankan mematikan tombol di remote.
Supaya Baterainya Awet, Begini Cara Matikan Remote Keyless All New PCX dan All New Vario 150

Menurut penulis itu cuma separuh solusi. Karena itu cuma memperhitungkan baterainya remote dan bukan baterainya motor (aki).

Agar baterai remote tidak cepat habis, salah satu caranya dengan mematikan remote saat motor tidak digunakan dalam waktu lama.

Kalau mau aki motor irit tapi malas memanasi motor tiap hari, maka harusnya pemilik kasih saklar yang bisa mematikan arus dari aki sama sekali. Saklarnya jangan lupa harus yang rating ampernya besar.

Gejala aki sudah soak adalah tenaga yang disalurkan tidak konsisten. Misalnya klakson bisa nyala tapi tidak bisa starter. Aki kadang ok kadang tidak. Motor digoyang goyang kadang jadi bisa nyala lagi. Selain itu kapasitas aki jadi jauh berkurang. Jadi aki makin lama jadi makin cepat drop.

Aki kalau sudah pernah voltasenya turun kurang dari 11,5 V saat standby biasanya jadi penyakitan. Bisa dicoba pakai cara berikut kalau sudah pernah kejadian aki drop:
Cara memperpanjang umur aki kering motor atau lampu emergency yang sudah mulai lemah

Penulis menduga mekanisme untuk membuka kuncian tombol smart key itu pakai motor atau pakai elektromagnet. Jadi kalau aki dayanya kurang, mekanisme nggak akan bisa bekerja secara konsisten. Lain kali waktu macet cobanya sambil dicoba goyang goyang atau dihentakan, barangkali bisa menolong.

Selain itu bisa juga dengan mencoba minta bantuan untuk pakai aki lain. Kan untuk buka jok sudah disediakan kunci darurat.
Begini Cara Ganti Aki All New Honda PCX 150, Gampang Banget

 

Kalau soal apakah recall bakal dipenuhi atau tidak, penulis termasuk yang pesimis. Bengkel resmi juga sudah berusaha untuk memperbaiki dengan berbagai macam cara tapi pada gagal semua. Bisa jadi AHM sampai sekarang masih kebingungan untuk cari solusi murah meriahnya. Rasanya baru bisa kelar bila komponen CVT diganti dengan yang presisinya lebih baik (tapi mahal).

Jadi mungkin walau sudah ada recall pun, masalah bakal masih tetap muncul.

Penasaran apa bakal muncul petisi untuk recall Vario facelift juga ya?

36 respons untuk β€˜Sebagian penyebab masalah motor Honda PCX sampai petisi recall itu bisa jadi kesalahan ridernya sendiri’

  1. Yg salah itu yg beli… Kenapa harus beli merk itu dan ngejudge merk lain kualitasnya jelek padahal belum pernah memiliki…. Hahahaha btw SupraX revo sampai cb series itu kelihatannya tidak senter. New vario 110 kata mekanik sering ban belakang ngunci tidak bisa berputar rodanya setelah dibongkar ternyata banyak kasus buat CVT lepas atau baut miring…
    Lucu deh bicara kualitas… Hahahaha

    Suka

  2. Ngga piciex ngga Pario sama aja cvt gredek gredek,di ganti sama paket mangkok anti gredek ngga boleh sama bengkel resminya,menyalahi aturan,nikmatin saja πŸ˜‚πŸ˜‚

    Suka

    • tapi mang waktu Spakbor Vixion miring pada kebakaran jenggot. Malah ada blogger jelas2 menyalahkan Yamaha karena pengirimannya jelek. Tp pas ada kejadian beginian kok pda tutup mata ya?

      Suka

      • Bloger itu gak seperti media massa… Bloger lebih banyak taste pribadinya.. Jadi jangan dipaksain buat netral…. Tapi kalo ada yg ngaku netral tapi iklannya masih banyak ya jangan terlalu percaya… Wkwkwkwk…..
        Pinter pinter kita aja sebagai penikmat

        Suka

  3. Barusan ada berita klo PCX 150 ngedrop akinya… Bukan cuma 1 orang yg mengalaminya. Mekanik menyalahkan pemilik motor dikira tidak mematikan keyless…. Bandingkan dg Vespa 4 tak yg lampu indikator LED di spido nyala tiap hari tapi aki tidak ngedrop…. Hehehe… Mana tanggung jawabnya???

    Suka

      • Gredek itu mirip kampas rem tromol kualitas rendah yang kalo kena hujan langsung mendadak pakem

        Kalo bisa si pake kampas dan mangkok nya vario 110 karbu,,
        Anti gredek dan kualitas lebih bagus dari pcx cbu sekalipun

        Suka

        • Mangkok sama v-belt motor matik Honda itu paling mahal…. Mangkoknya harus indent lama banget walaupun itu bit dan belum tentu ada semua 1 set nya.

          Suka

          • Mangkok honda mahal itu bukan karena bahannya, tapi lebih karena presisi (machiningnya mahal)

            Bahan murahan yang diproses bagus cuma bertahan pas masih baru aja, kalo dah lama ya gredeg2

            Beda sama pas masih vario karbu, itu bahan2nya paling joss

            Kampas dan mangkok vario karbu di rumah dah 10 tahun belum ganti dan gak ada gredeg2

            Suka

            • Dirumah ada vario karbu 2016, rumah roller, bosh, plate rumah roller, mangkok kopling dan kampas kopling udah 13 tahun belum diganti karena masih bagus. Cuma bensinnya boros tapi larinya enak kaya sedan.

              Suka

            • Yang saya setuju soal mahal dan langkanya. Kalau soal presisi, rasanya ada masalah pada proses mereka, entah dari desain atau apaan. Karena buktinya yang di Honda beat saya ok ok saja. Terjadi di mesin 150 cc saja bisa jadi karena cetakannya beda.

              Suka

  4. Halloooooowwwww……., appha khabbaarrr sok miring a.k.a sok bengkok visual, ingat BENGKOK VISUAL, hallooowwwww……., muehhehehe…., Fakta lho ini, ntar dikira black campaign lagi πŸ˜€

    Suka

  5. Kalau alasan beli karena fanatik merk salah juga ya? Karena ndak mau compare dulu dgn merk lain, belinya ya merk itu2 terus. Dapat barang bagus atau jelek ya disyukurin aja 😁

    Suka

      • Setahu saya, sebagian fanatik merk itu juga disertai kefanatikan dengan kualitas (yang katanya) lebih baik, lebih kuat, lebih irit, dan berbagai lebih2 lainnya, sehingga menyebabkan mereka fanatik buta terhadap satu merk tertentu.
        Jadi sebab awal munculnya fanatik merk itu selain warisan dari orangtua, kakek, buyut, dst… juga peran dari info2 misleading (or sometimes menyesatkan) terhadap produk kompetitor. Bahwa merk kompetitor x, y, z, dll itu boros BBM, harga jualnya jatuh, spare part susah, dan segudang black campaign yang sayangnya masih banyak dilakukan hingga saat ini

        Suka

        • Iya, kadang memang ada yang buta. Orang Indonesia juga sangat mudah terhasut iklan dan pelupa terhadap problem sebelumnya.

          Maraknya black campaign itu karena memang cara itu manjur banget.

          Namun kadang ada juga yang mengandalkan harga jual kembali karena mereka memang sudah tahu gampang rusak tapi sengaja beli karena bakal dijual lagi begitu sudah mulai rusak.

          Suka

  6. Gapapa rame,,
    Daripada bisu menutup mata macam blogger IWB TMC. Sudah teken kontrak untuk tidak menulis artikel merugikan pada merek yang memberi mereka makan

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.