Manajer Suzuki, Davide Brivio komplin hukuman jump start sudah kayak pembalap gugur


Sebelumnya Cal Crutchlow protes soal hukuman ride through yang mestinya tidak pantas diberikan untuk rider yang menggerakkan motornya. Penulis anggap penyelenggara MotoGP terlalu kaku dalam soal penerapan aturan pada pembalap padahal di soal penerapan regulasi pada pabrikan sudah terbukti bobroknya.

Penulis baru sadar bahwa tidak hanya itu saja, dalam soal hukumannya pun juga jelas penyelenggara MotoGP itu nggak masuk akal, setelah di Argentina terjadi kasus hukuman ride through lagi:

Terutama komentar dari Davide Brivio, manajer tim MotoGP Suzuki:
Austin: Vinales, Mir jump-starts reignite penalty debate

Of course [Mir] didn’t take an advantage but he very slightly moved. My opinion is that the penalty is too big for what you do. I agree that maybe we can keep the rule that you don’t move. But once you move, maybe to throw away 30-35 seconds for the ride through, it’s almost like if you make a jump start you should retire and go into the pits. It’s the same.

Disebut bahwa sudah pasti Joan Mir tidak dapat manfaat karena ia hanya bergerak sedikit. Hukuman juga terlalu berat untuk apa yang dilakukan. Davide Brivio setuju aturan agar tidak boleh bergerak dipertahankan. Tapi hukuman yang diberikan, harus mengurangi waktu antara 30 hingga 35 menit itu seakan sama saja dengan ketika pembalap melakukan jump start maka pembalap harus berhenti balapan dan masuk ke pit.

Sebenarnya cukup aneh bila di Argentina sampai terulang pelanggaran jump start. Karena harusnya dari keluhan Cal Crutchlow, mestinya pembalap sudah lebih waspada. Tapi ternyata Maverick Vinales juga melakukan:

Begitu pula Joan Mir:

Gerakan motor keduanya juga terlihat lebih besar dari gerakan motor Cal Crutchlow:

Seperti biasa Vinales tidak mau disalahkan dan memilih menyalahkan motor, dibilang motor gerak sendiri walau kopling masih ditekan saat tekan gas:

Very difficult to explain. I think on the start the bikes get hot and I think the clutch [engages] before it’s released,” said Vinales, who recovered from 19th to 11th after the penalty. On the start I just put full gas [with the clutch engaged]. The first 2-3 seconds were okay, then in the last moment the bike started to move. I didn’t release the clutch, nothing.

Vinales juga sempat salah dengan melakukan hukuman long lap:

Then I misunderstand a little bit the [ride through] penalty. It was all my fault. I lose many, many seconds. Then it was a good comeback. I didn’t expect to finish 11th because I was so, so far from the guys, but I was catching some at two-three seconds per lap. I was feeling really good on the bike.

Kalau Joan Mir protes mengapa kok hukuman diberikan padahal motor hanya gerak sedikit, ia tidak merasa mendapat keuntungan dan ia merasa punya peluang untuk masuk 5 besar:

Sincerely, I didn’t realise. It was something that I don’t see even on the TV clearly that I move. I think that it’s too much penalty for what it is. I didn’t gain any time. This is clear. I don’t know what I have to say. But, it ruined my whole weekend. When I see my lap times every lap and the pace that I had, it makes me even more angry because sincerely we had today a great pace to fight for the podium or top five. But what can I say? Is a shame.

Iklan

2 respons untuk ‘Manajer Suzuki, Davide Brivio komplin hukuman jump start sudah kayak pembalap gugur

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.