Masa ya Honda CBR250RR disamakan dengan matik? Ini spesifikasinya vs Suzuki GSX-R1000 K5


Di artikel sebelumnya penulis menjelaskan alasan mengapa penulis menganggap GSX-R1000 itu seharusnya bisa menang melawan Honda CBR250RR di GBT.

Pendapat tersebut penulis kemukakan menggunakan acuan spesifikasi dan asumsi bahwa Honda CBR250RR itu seperti moge. Penulis tidak menyangka asumsi ini dianggap salah oleh banyak pembaca. Banyak pembaca yang tidak setuju dengan pendapat penulis. Banyak yang sepertinya berasumsi motor Honda CBR250RR itu lebih cocok disamakan dengan motor semacam CBR150R bila di sirkuit. Bahkan ada yang mengibaratkan CBR250RR itu seperti motor bebek atau motor matik. Menurut penulis itu tidak cocok.

Untuk membuktikan, penulis kali ini akan menunjukkan perbandingan dari sisi spesifikasi. Tidak membandingkan dari sisi praktek lapangan, karena kalau dari sisi praktek rasanya kok ada gap antara skill naik motor 250 cc dan skill naik motor 1000 cc.

Kalau dari spesifikasi yang bisa dibandingkan sepertinya adalah wheelbase, berat motor dan tenaga.

 

Wheelbase mempunyai pengaruh yang besar dalam menikung, berikut informasinya:

Do You Really Know Your Bike’s Wheelbase?

Touring bikes and cruisers tend to have longer wheelbases, while sportbikes are much shorter. They are built this way becaue bikes with longer wheelbases tend to be more directionally stable, while those with shorter wheelbases tend to be more responsive to steering input. A dragster (or drag bike) is the perfect illustration: the extraordinarily long wheelbase helps keep it running in a straight line.

Spicy Meatballs! 2019 Aprilia RSV4 Factory Makes 214hp with 1,078cc

This results in a 4mm shorter wheelbase, and should make the Aprilia RSV4 Factory handle much better in side-to-side transitions.

The Big, Fat, Comprehensive MotoGP Silly Season Update

The good point of the Honda is its agility. The bike will turn, helped by its shorter wheelbase. That will help Lorenzo carry his customary corner speed, but the agility of the bike also means it is much more unstable. The bike tends to move around a lot under the rider, something which Lorenzo has always disliked in the extreme.

Wheelbase pendek bikin motor lebih mudah belok, jadi lebih lincah, zigzag lebih mudah. Tapi kelemahannya motor jadi lebih tidak stabil, motor jadi lebih mudah lari kemana mana.

Dari sisi wheelbase, berikut datanya, sekalian penulis ikutkan motor lain sebagai perbandingan, motor 150 cc, matik dan bebek. Selisih dalam persen penulis tambahkan:
Honda Beat eSP = 1256 mm = -9,58%
Honda Sonic 150R = 1275 mm = -8,21%
Honda CBR150R = 1311 mm = -5,62%
Honda CBR250RR = 1389 mm
Suzuki GSX-R1000 2006 = 1405 mm = +1,15%

Terlihat bahwa secara wheelbase, Honda CBR250RR sangat mendekati moge.

Dari komentar ada yang menyebut handling moge beda. Berikut kalau dari review, handling CBR250RR:
Merasakan Arti Total Control di Honda CBR250RR

CBR250RR seakan nurut diajak bodi rider buat mengambil tikungan. Saat bersua tikungan S, sangat mudah counter balik. Mirip-mirip riding dengan CBR150R atau CB150R.

Handling dari Suzuki GSX-R1000 K5:
Test Ride Suzuki GSX-R1000 K5, Suara Dahsyat Seat Height Bersahabat!

Berbelok bersama Gixxer 1000 K5 ini juga cukup mudah, bobotnya yang 166kg lagi lagi gak jauh dengan Yamaha R25 dan CBR250RR, ringan kan?? Makanya, melakukan selap selip juga relatif mudah.. Yang kudu dikontrol hanya putaran gasnya saja.. Kalau over pede siap siap aja mencelat.. Tetap kudu respek, ini moge 1000cc however!

Dari review kesannya GSX-R1000 K5 nggak jauh beda dengan motor 250 cc.

Penulis juga berpendapat bahwa mengendarai moge itu harus lebih memperhatikan cara steering. Apakah perlu pakai teknik body steering atau counter steering. Dari penjelasan di atas, dua duanya sepertinya bisa pakai body steering.

Penjelasan soal steering:
Pengaruh desain kemudi pada teknik counter steering dan mengapa motor ada yang susah belok ada yang gampang

 

Dari sisi tenaga, ada perbedaan Suzukii GSX-R1000 dari moge lain. Dry weight dari Suzuki GSX-R1000 versi 2006 K5 adalah 166 kg. Lebih ringan dibanding dengan dry weight 203 kg dari Suzuki GSX-R1000 generasi baru. Jadi diantara moge, GSX-R1000 K5 termasuk ringan. Wet weight katanya 201 kg.

Data berat:
Honda Beat eSP = 93 kg = -44%
Honda Sonic 150R = 114 kg = -32%
Honda CBR150R = 135 kg = -20%
Honda CBR250RR = 168 kg (curb weight)
Suzuki GSX-R1000 2006 = 166 kg (dry weight)
Suzuki GSX-R1000 2006 = 201 kg (wet weight) = +20%

Dari data berat terlihat bahwa berat CBR250RR ada di antara GSX-R1000 dan CBR150R, nggak bisa dibilang ringan juga.

 

Data tenaga:
Honda Beat eSP = 6,38 kw = -77%
Honda Sonic 150R = 11,8 kw = -58%
Honda CBR150R = 12,6 kw = -56%
Honda CBR250RR = 28,5 kw
Suzuki GSX-R1000 2006 = 131 kw = +395%

Harus diingat bahwa baik CBR250RR ataupun GSX-R1000 keduanya sudah dimodif ekstrem. Entah tenaga sebenarnya berapa.

Ada yang menyangsikan tenaga moge di rpm rendah. Namun ternyata, diantara moge Suzuki GSX-R1000 termasuk yang tenaganya besar di rpm bawah:
Suzuki GSX-R1000 2006

To no one’s surprise, Suzuki worked hard at smoothing out the somewhat abrupt low-end power found in the 2004 model. Getting right to our bottom line, the 2005 GSX-R1000 offers more low-end and midrange power than any 1000cc sportbike we have ever tested and, more importantly, offers that power in a smooth, linear fashion that keeps the rear wheel hooked up (when you want it to be) and the bike driving forward out of corners in a controlled show of force. If you think Troy Corser and Mat Mladin have an advantage over their racetrack competitors when it comes to corner exit acceleration, wait until you show your buddies just how quickly the stock GSX-R1000 exits corners on the street in virtually any gear (taching as low as 4000rpm).

Suffice it to say that at streetable RPM levels on these 1000cc beasts, the Suzuki is now king.

Kalau dari impresi berkendara:
Test Ride Suzuki GSX-R1000 K5, Suara Dahsyat Seat Height Bersahabat!

Sang moge terasa ogah ogahan dan males diajak santai, jadi kalau pelan pelan maka dia akan terasa endut endutan jalannya.. wkwkw.. Karakternya berbanding terbalik dengan Hayabusa yang buas tapi sopan dan nurut diajak santai.. Tapi ternyata, karakternya itu perlahan jauh berkurang setelah kecepatan berada di 40km/jam atau masuk gigi 2, fine fine saja diajak berkendara pelan.. Tapi begitu turun gigi dan memulai lagi, tabiatnya keluar lagi hehe..

Di video berikut terlihat bahwa kecepatan minimal Honda CBR250RR di GBT adalah 45 km/jam:

Perbandingan grafik tenaga antar moge:
Power Commander Really Worth it on a K6?

Dyno majalah MCN:
Long term update: What the dyno saw

Di 4000 rpm tenaga sudah 50 hp, mestinya ini lebih tinggi dari tenaga Honda CBR250RR yang sudah dimodif ekstrem. Mestinya untuk sirkuit GBT, GSX-R1000 tidak akan kekurangan tenaga bila dibanding CBR250RR.

 

Dari data tersebut, penulis anggap Honda CBR250RR lebih mirip moge. Tentu ini cuma pendapat. Kalau yang punya motor Honda CBR250RR bilang CBR250RR nggak kayak moge, ya penulis nurut saja.

Tapi kalau untuk soal impresi riding / laptime di sirkuit, penulis susah menerima karena:
1. Rider sekelas pembalap MotoGP saja cocok cocokan, apalagi rider amatir. Apalagi kalau sampai beda kapasitas mesin.
2. Maaf juga, tapi dalam kenyataan pembalap Indonesia untuk kelas 1000 cc kemampuannya di Asia saja masih kalah dengan rider luar. Sementara itu rider 250 cc termasuk merajai kelas Asia. Jadi pendapat moge lebih lambat mungkin karena ada gap dari ilmunya juga.

Contoh gap ilmu adalah soal ajaran teknik counter steering, yang ternyata penjelasan lokal jauh berbeda dari penjelasan di luar negeri:
Teknik counter steering yang diajarkan instruktur safety riding itu ngawur

Padahal kalau di moge counter steering itu menurut penulis sangat perlu. Apa nggak heran Marquez bisa jadi balapan pakai moge saat dulu masih muda banget?
Marc Marquez The Baby Alien โ€“ MM93

Entah apakah rider Indonesia memanfaatkan juga teknik membelok drift seperti yang dilakukan oleh Rossi, Marquez atau Stoner:
Gara gara CBS teknik mempertajam menikung pakai rem belakang seperti Rossi tidak bisa diterapkan di Honda Vario atau Beat atau CBR yang dilengkapi combi brake

Juga soal pengereman:

Sekarang pembalap MotoGP jadi harus pakai rem belakang untuk berhenti, Marquez pun terpaksa jarang sliding

Juga soal kemiringan menikung:

Teori lokal tidak sesuai dengan fakta, makin miring nggak mesti makin kencang

Iklan

7 respons untuk โ€˜Masa ya Honda CBR250RR disamakan dengan matik? Ini spesifikasinya vs Suzuki GSX-R1000 K5โ€™

  1. Saya nyebut motor yg lebih besar dari biasanya bukan moge,tapi dari namanya,contoh Suzuki Hayabusa,Yamaha R6,Honda CBR600,BMW S1000R

    Suka

  2. Teori…teori…teori…data…data…data…
    Prakteknya mana…???tes performa motor di atas mesin dyno vs sirkuit langsung juga beda,ini yg sama sama praktek lho๐Ÿ˜

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.