Direktur balap Kawasaki sebut dominasi Ducati di WSBK didapat dengan cara tidak baik


Ternyata memang kemenangan Ducati di WBSK bisa disebut menghalalkan segala cara juga. Dan nggak cuma soal permainan di rev limiter saja seperti yang penulis duga sebelumnya tapi lebih parah dari itu.

Dominasi Ducati di WSBK itu benar benar telak sehingga Jonathan Rea saja sudah mengibarkan bendera putih dengan bilang ia bahwa sudah tidak ada lagi sirkuit yang memungkinannya menang melawan Ducati V4 nya Alvaro Bautista:
Rea: No WSBK tracks where I can beat Bautista right now

Fakta gelap dibalik dominasi Ducati V4 diungkapkan oleh direktur balap Kawasaki, Ichiro Yoda:
Exklusiv: Kawasaki plant Extrem-Superbike wie Ducati

Ichiro Yoda menyebut bahwa kunci dari dominasi Ducati V4 di WSBK adalah karena motor Ducati V4 menjadi satu – satunya motor yang harganya paling mahal dan mendekati limit yang dibolehkan oleh WSBK, 40 ribu euro.

Bahkan ada yang yakin bahwa motor Ducati V4R dijual disubsidi, dijual lebih murah dari biaya produksi. Karena kalau dihitung hitung, dengan spesifikasi yang ada, harusnya motor dijual dengan harga yang lebih mahal. Dijual lebih murah biar bisa ikutan WSBK.

Di website spanyol, disebut harga Ducati Panigale V4 itu pas 40 ribu euro:
Akrapovic Ducati Panigale V4 R: para ponerlo en un pedestal

la Panigale V4 R de serie costará unos 40.000 € + escape + ECU + montaje

Sepertinya besar kemungkinan itu harga subsidi. Sementara itu harga Kawasaki ZX-10RR adalah 27.675 euro:
Kawasaki ZX-10RR 2019

Bisa jadi harga euro dibuat murah tapi harga selain euro dibuat mahal. Karena yang di India misalnya, beda harganya jauh, sampai tiga kali lipat padahal beda harga euro kurang dari 2 kali lipat:
Compare Ducati Panigale V4 R vs Kawasaki Ninja ZX-10RR

Dengan harga yang mahal ini Ducati bisa menerapkan beberapa teknologi MotoGP di motor Ducati V4. Termasuk juga rev limiter yang tinggi. Ichiro Yoda menyebut bahwa dengan keadaan semacam sekarang, tidak mungkin Kawasaki Ninja ZX-10R bisa mengejar performa motor Ducati Panigale V4R.

Gampangannya, ini ibarat membandingkan CBR250RR yang paling murah dengan CBR150R yang paling mahal. Lalu keduanya diadu di GBT 🙂 . Yang CBR250RR tenaga lebih besar tapi lebih susah belok karena wheelbase lebih panjang. Yang CBR150R tenaga kalah besar di lintasan lurus.

Cara yang pasti sukses adalah dengan Kawasaki membuat motor baru yang performanya setara dengan Ducati V4. Dengan pengalaman balap Kawasaki, membuat 500 motor seperti ini disebut adalah hal yang mudah. Tapi ini membuat ia jadi mempertanyakan mau kemana arah kebijakan dari Ducati.

Karena dulu di 2015 disuruh untuk membuat motor lebih lambat untuk menekan harga. Biar lebih banyak motor yang berada di grid. Biar tim private bisa ikutan. Di saat itu juga ada paksaan agar motor 4 silinder dibuat lambat sehingga bisa menyamai motor 2 silinder Ducati (yang V-Twin).

Namun sekarang Dorna malah membolehkan motor semacam Ducati V4. Dan limit juga dibuat tinggi. Sehingga walau mudah bagi Kawasaki untuk meniru langkah Ducati, mereka juga ragu untuk melakukan hal itu. Mungkin berpikir jangan jangan bakal terulang paksaan yang dulu dulu?

Ia juga mempertanyakan kebijakan Dorna. Dulu World Superbike itu diadakan sebagai ajang balapan motor jalanan dengan mesin biasa yang harganya relatif terjangkau. Namun setelah Ducati V4 datang, sepertinya wacana berubah. Memang kalau dipikir, kalau semua tim pabrikan mengikuti langkah Ducati, maka WSBK jadi ajang balapan motor yang tidak terjangkau.

Sepertinya memang Dorna itu sangat mengakomodasi Ducati.

Sama Ducati jadi makin nggak respek nih.

Iklan

9 respons untuk ‘Direktur balap Kawasaki sebut dominasi Ducati di WSBK didapat dengan cara tidak baik

  1. Wsbk kan motor yg dijual didiler jadi yg berhak ikut ajang ini ya motor yang harganya mirip, klo beda jauh ya nanti memunculkan pabrikan lain akan berlomba buat motor yg jauh lebih performa dg harga terserah yg penting bisa ikut wsbk…. Mau dibawa kemana wsbk Dorna?

    Suka

  2. kawasaki klo mau keluarin aja Kawasaki ZX-10R downgrade of ZX-RR, bore x stroke samain kek BMW, dan pake gear driven camshaft tapi tetap pake per klep biasa.

    Suka

      • ya kalo disamakan gradenya dg ZX-RR mau dijual berapa? versi terakhir ZX-RR yg dipake tim hayate katanya udah pake pneumatic valve, belom material eksotis plus perlakuan penguatan komponen dalam mesin macam kruk as dan stang piston yg berbeda dengan motor masspro. seperti panigale V4R kan juga “versi downgrade” desmosedici motoGP, sama2 pake V4/L4-90°, firing order sama, namun material daleman mesin yang berbeda tentunya, dan ga pake chassis deltabox full

        Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.