Lorenzo sekarang lambat itu antara kapok jatuh dan tidak bisa melatih lengan


Beberapa hari ini muncul beberapa analisa tentang mengapa Lorenzo kok masih lambat. Namun penulis kurang setuju dengan beberapa pendapat karena sepertinya ada yang belum kesebut.

Beritanya adalah kesedihan, kecemasan dan kekecewaan Lorenzo tentang prestasinya selama ini:
Jorge Lorenzo gives a frank assessment of his current predicament after a shocking twelfth place finish at Jerez; “It’s a difficult time for me.”

But the truth is that when I was alone already in 13th, 14th position I had no pace. I didn’t feel comfortable on the bike. I was slow. If you are fast you recover time, positions, metres… But I couldn’t do it because I wasn’t competitive enough.

Ia sadar ia tidak cepat sehingga saat ketinggalan tidak bisa ngejar. Memang ia kesulitan dalam menaklukkan corner entry:

Well I have problems in the entry of the corner. I need to find some solutions for this problem. Then I’m sure something related with engine braking, or the chassis, we are missing something that we still don’t understand. I’m losing a lot of time compared to Cal and Nakagami, and of course to Marc. Until we improve this problem, we will not go fast.

Selama ia tidak bisa mengatasi masalah ini, ia tidak akan pernah kencang. Masalah ini bikin Lorenzo lebih lambat dari pembalap Honda lain.

Namun perhatikan penyebabnya:

Still I don’t have support. The bike is transferring too much weight to the front and it’s difficult for me to have enough energy in the arms. This gives me [an unsafe feeling] into the entry of the corners.

Disebut karena motor gampang mengayun ke depan dan susah menahan pakai lengan. Bentuk motor dari Honda yang kecil sepertinya yang jadi penyebab.
MotoGP Jerez: Lorenzo still searching for fast-turn confidence

“The bike is competitive, it’s a winning bike. The Honda is a more compact bike and I still need a little more time because in the braking, after the laps, my arms still get tired.”

Ia saat itu sudah menyebutkan bahwa pengereman membuat tangannya capai.

Yang harus diperhatikan juga dari informasi sumber berita adalah alasan mengapa kok Lorenzo tidak melatih kekuatan tangan:
Lorenzo: Logical to be sad, disappointed, worried

The scaphoid is improving day by day but very slowly. I don’t feel so much pain on the bike, I am OK. But I cannot train so much in the gym so this affects me on the physical side. On the cardiovascular side with the bicycle I can train very hard, but obviously some exercises in the gym to gain some power in the arms I cannot do. But I repeat there is something on the bike I don’t understand to give me more confidence to work with that.

Disebut bahwa scaphoidnya tiap hari makin membaik. Ia tidak lagi merasa kesakitan saat mengenderai. Tapi ia tidak bisa banyak berlatih di gym sehingga membuat fisiknya lemah. Dari sisi stamina ia bisa berlatih keras dengan sepeda kayuh, namun latihan untuk memperkuat tangan tidak bisa ia lakukan. Walau ia juga menjelaskan ada hal yang masih tidak ia mengerti di motor Honda.

Sebelumnya Lorenzo juga menyebut bahwa fokusnya pada balapan adalah untuk tidak jatuh lagi. Maaf lupa sumbernya, tapi Lorenzo sendiri mengaku cukup trauma jatuh.
MotoGP sensation Jorge Lorenzo makes bold admission: This will worry Honda

I was very limited because of the crash, it was a big impact everywhere but especially my shoulder which limited my confidence and limited my condition on the bike and from then on I was always slower compared to how I started the weekend.

I’m a little more cautious than them, by not wanting to injure myself, I give less gas or brake earlier.

Kecelakaan heboh menyebabkan efek besar pada banyak bagian dan terutama pada bahu. Ini membuatnya kurang pede dan membatasi kemampuannya berkendara. Sehingga ia sekarang berkendara dengan jauh lebih hati hati dari pembalap yang lain:

Kecelakaan disebutnya sampai dibawa mimpi:
Jorge Lorenzo: MotoGP superstar admits he DREAMS about crashing – EXCLUSIVE

Sometimes when I’m sleeping, I dream that I crash. So when finally it happens for real, sometimes you feel that you are dreaming! It’s a very curious this feeling. But, after a few seconds you realise you are not dreaming, the pain is there.

Keterbatasan kekuatan lengan dan adanya trauma secara mental menyebabkan Lorenzo tidak bisa maksimal. Dan walau hati hati, masih tetap crash juga dua kali di sesi latihan di Jerez:
Jerez: Lorenzo ‘sore but okay’ after test falls

The day was upset by two crashes. It isn’t how we wanted to end the test with a crash. I am OK, sore but OK.

Iklan

7 respons untuk ‘Lorenzo sekarang lambat itu antara kapok jatuh dan tidak bisa melatih lengan

  1. semakin nyata membuktikan bahwa honda rcv memang didesain secara MM93-sentris, dengan ciri khasnya dia extreme hard braking, lalu belok dg bantuan roda belakang, kemudian segera mungkin open wide throtlle, yg menuntut kondisi fisik yg sempurna dan otot lengan dan pergelangan tangan yang baik pula, memang sepertinya honda RCV harus dikendarai dengan cara seperti itu jika ingin kompetitif, kayaknya lho . . . , nanti disindir lagi by someone, “pasti karena markez”, awokawokawokawokawok .. . . . 😀

    Suka

      • ini bukan argumen ane ndiri lho, ane cuma mengutip ulang berdasarkan omongan Matteo Guerinoni di channel youtube AUTO JURNAL yg dibawain Aisha Gray baru2 ini, bahwa memang hando mendesain motor RCV sesuai dengan maunya Markez, terkhusus buat Markez, karna cuma Markez yg bisa bawa motor “Over the Limit” dibanding rider Hando lain.

        Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.