Marquez mendompleng Yamaha tapi nggak bisa ngejar di tikungan dan sempat hampir jatuh?


Penulis ternyata salah perkiraan. Bukan Ducati yang dikutit oleh Marquez, tapi Yamaha:
Quartararo shines to lead a Yamaha rebellion in Barcelona Q2

Nggak cuma itu saja, Marquez sempat hampir celaka saat mencoba mengikuti Rossi:

Padahal Rossi bisa jalan tanpa masalah. Marquez yang menguntit dari belakang kok hampir jatuh. Penulis nggak lihat keseluruhan saat Marquez mencoba mengutit Yamaha, tapi kesannya kok motor Honda kalah cepat dengan Yamaha bila di tikungan. Mungkin Marquez perlu mengikut saran dari Lorenzo dan Cructhlow untuk bikin motor lebih mudah dikendarai. Tanpa restu dari Marquez, Puig nggak bakalan perduli permintaan dari Lorenzo dan Crutchlow.

Walau sempat kehilangan kendali, tetap salut sama kemampuan Marquez mencegah jatuh.

Penulis nggak menyangka juga pembalap Yamaha bisa mendominasi, semua motor Yamaha ada di depan:

Kalau Vinales nggak pakai aksi aksian wheelie, Yamaha akan menempati posisi grid 1 sampai 5:
Maverick Viñales reacts to three-place grid penalty

Quartararo sempat harus menghindar:
Quartaro and Viñales talk about the Q2 incident, The Yamaha riders talk about the moment at the end of Q2, which has cost Viñales 3 grid positions

Iklan

15 respons untuk ‘Marquez mendompleng Yamaha tapi nggak bisa ngejar di tikungan dan sempat hampir jatuh?

  1. kalah di tikungan tapi ntar juga dibalas di straight montmelo yg panjangnya 1 Km lebih itu, lha selisih top speed Hando dan Yamaho aja 10 Km/Jam, jika MM93 keluar turn terakhir dibelakang Yamaho, ane yakin dia dapat menyalip lagi pembalap Yamaho tepat setelah masuk gigi 6, mungki malah saat masih di gigi 5?

    Suka

  2. Justru kyknya Marc harus “gak kompetitif” atw gak “nutupin” kelemahan Honda agar pabrikan Honda bisa merubah filosofi dlm pengembangan motor mereka…jadi selama Marc bisa mengatasi kelemahan Honda dengan talentanya…pabrikan Honda gak akan mengubah pengembangan RCV212…jadi…bukan karena marc-sentris atw motor dibangun khusus untuk Marc…

    Suka

    • Kenapa motor honda gak dikurangi rpm mesinnya? Coba MotoGP diberlakukan peraturan seperti wsbk dan aarc pasti MM semakin tertinggal. Karena builder honda ya pedrosa

      Suka

      • Karena di regulasi nya memang nggak ada pengurangan limit rpm (coz ini motor purwarupa, SBK motor masspro) dan memang rpm di MotoGP memang dibatasi (max 16000 rpm cmiiw)…

        Suka

        • RPM di MotoGP kagak dibatasi bro, yang dibatasi adalah diameter bore piston yakni 81mm maksimalnya, itu saja sudah secara otomatis akan mengurangi putaran mesin setinggi2nya yg bisa dilakukan pabrikan, karena dg bore 81mm jika regulasi kapasitas mesinnya 1000cc maka strokenya adalah kisaran 48.4-48.5 mm, ini tergolong pendek tapi ya gak pendek2 amat. dulu pas jaman MotoGP 990cc Ducati pake stroke 42, sekian mm, sehingga putaran mesinnya sanggup 18 ribu RPM macam mesin F1 V10 3 ribu cc. Tapi denger2 Ducati yg sekarang pun kendati regulasi bore 81 mm kabarnya putaran mesinnya tetap paling tinggi, masih sanggup mentok 18 ribu RPM katanya, dan Honda RCV sanggup 17.750 RPM, sedangkan Yamaha sanggup 17.250 RPM, tapi,,,,, itu pada saat Motor M1 rossi belom meleduk di seri mugello dulu itu, kemungkinan M1 sekarang dibatasi cuma 17 ribu RPM atau malah 16 ribu koma besar, disitulah dilema pemakaian mesin inline dibanding V4 90 derajat, mesinnya kurang tahan jika dipaksa berkitir setinggi2nya.

          Suka

        • Karena terlihat aneh, gap markes beda jauh sama yang lain… Sedangkan yang lain gap nya seperti kereta yang saling selip jadi enak ditonton.

          Suka

          • ya markez emang markez, cuma dia yg bisa bawa RCV2019 over the limit, bandingannya Cal Crutchlow yg juga pake RCV2019 tapi gimana race kemarin? malah ndelosor kan?

            soal gap markez jauh, diluar faktor rider, memang dasarnya mesin V4 90° yg dipake hando itu lebih diuntungkan ketimbang inline-4 Yamahmud.

            Suka

  3. Pakem riset dan filosofi pengembangan Honda yang Marquez banget bakalan jadi bumerang masa suram seperti era selepas kepergian Mick Doohan di mana rider sekaliber Capirex, Barros, Biaggi, Gibernau, Hayden, bahkan Pedrosa sekalipun kesulitan mengantarkan RCV ke tangga podium kecuali Rossi. Hal itu akan kembali terjadi ketika Marquez pensiun atau hijrah ke pabrikan lain, RCV dijamin keok terseok2, karena sejauh reputasi Honda, cuma Marquez dan Stoner (termasuk Rossi – jika ditarik jauh ke belakang) yang sanggup menjadi pawang kuda liar itu.
    Hal itu dulu juga sempat diungkapkan mendiang om Benny yang tidak sepaham dengan pengembangan motor hanya berkiblat pada satu sosok rider.

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.