Review Suzuki Nex II setelah hampir 1 tahun, vs Suzuki Spin dan Honda Beat


Sekarang sudah hampir satu tahun penulis memiliki motor Suzuki Nex II.

Bagaimana kondisi motor setelah hampir satu tahun?

Yang jelas kondisi suspensi belakang dari ketiga motor penulis sudah soak semua, termasuk juga YSS DTG di Honda Beat. Namun berbeda dengan soaknya suspensi belakang orisinil Honda Beat, soak suspensi belakang di ketiga motor tidak sampai mengganggu laju motor atau efeknya kecil. Namun tetap saja suspensi soak membuat kenyamanan berkurang, terutama kalau dipakai sendirian. Kalau dipakai boncengan ketiganya terasa nyaman dipakai. Belum ganti sampai sekarang karena masih ragu mau ganti apa. Dalam keadaan suspensi soak ini, Spin paling nyaman, Beat paling nggak stabil, Nex II paling nggak enak.

Dari sisi getaran ketiganya sudah jauh lebih mendingan sekarang. Getaran tidak sampai bikin tangan terasa mati rasa lagi. Getaran terasa paling besar di Honda Beat, kemudian Suzuki Nex II, dan yang paling halus adalah di Suzuki Spin.

Entah mengapa Suzuki Spin penulis mempunyai getaran paling minim. Padahal tanpa dilengkapi dengan jalu setang. Bahkan saat diberi spion murah yang tidak ada pemberat di dalamnya juga spion tidak banyak bergetar.

Bisa dilihat berikut ini:

Dari sisi suara mesin yang sekarang paling halus suaranya adalah Suzuki Nex II. Berikut suaranya:

Suara Honda beat urutan kedua, terutama karena kasar suara CVT yang bahkan bengkel resmi pun tidak mampu membuatnya senyap. Urutan ketiga adalah Suzuki Spin, suara kasar karena pernah pakai oli mesin Suzuki Genuine Oil. Dan sekarang lagi coba coba pakai oli mesin Kixx. Nanti akan dibuatkan reviewnya.

Untuk empuk jok, nomer 1 adalah Suzuki Nex II. Kelemahannya cuma kerena untuk duduk lebih mundur susah. Yang kedua adalah Suzuki Spin, sampai sekarang masih terasa enak. Yang parah adalah Honda Beat, pantat seperti kepentok keras. Sepertinya harus tambah busa.

Untuk dipakai kecepatan tinggi / gas pol yang nomer 1 tetap Suzuki Spin. Getaran minim, terasa nggak ada beban. Cuma sayang rasio gigi kerendahan sehingga akselerasi agak susah. Penyebabnya adalah roller terlalu berat. Untungnya adalah bisa lebih irit waktu top speed. Tapi nggak bisa maksimal. Diadu sama Beat kalah.

Yang kedua adalah Honda Beat. Makin cepat getaran makin halus. Tapi sayang Belt CVT nggak mendukung. Kalau terlalu lama dipakai kencang atau kalau dipakai tarik tarikan maka belt seperti melar dan jadi ndut ndutan kalau dipakai jalan konstan. Ndut ndutan ini nggak permanen. Begitu dingin maka jadi lancar lagi.

Yang ketiga adalah Suzuki Nex II. Dari mesin sih sepertinya lancar. Yang bikin nggak enak itu bila dipakai gas pol terasa ada getaran yang entah dari CVT atau dari ban. Terasa ada det det det det. Kalau dipakai pelan (kurang dari 90 km/jam) tidak masalah.

Suzuki Nex II sekarang jadi motor yang paling irit. Jauh lebih irit dari yang lain. Kemudian berikutnya Suzuki Spin. Honda Beat sekarang sudah lebih boros dari saat masih baru, mungkin karena sensor oksigen sudah mulai soak.

Motor yang paling nggak aman masih tetap Honda Beat. Suspensi belakang yang soak mempengaruhi kestabilan tapi yang lebih parah lagi adalah rem depan yang nggak pakem. Dulu sempat rem belakang dan depan nggak pakem. Setelah dipaksa paksa rem belakang bisa pakem sampai sekarang. Rem depan dulu sempat dikasih oli dan jadi pakem. Namun rupanya nggak awet dan sekarang nggak pakem lagi. Rem belakang malah lebih pakem dari rem depan. Untuk berikutnya mau coba ganti minyak rem dan ganti kampas rem merek federal.

 

Singkatnya, untuk sekarang ini penulis masih lebih suka naik Suzuki Spin.

8 respons untuk ‘Review Suzuki Nex II setelah hampir 1 tahun, vs Suzuki Spin dan Honda Beat

  1. Matic honda biasanya antara rem depan & rem belakang yg lebih pakem pasti rem belakang meskipun tromol,sedangkan matic yamaha antara rem depan & belakang yg lebih pakem malah kebalikannya yaitu rem depan

    Suka

    • Waktu mau beli Nex II sempat mempertimbangkan Yamaha, tapi dari ergonomi terasa kurang pas dan ergonomi nggak seragam antar model. Dari yang sempat coba juga suspensi terasa cenderung keras. Dan entah mengapa, di sini harga Yamaha lebih mahal dari Honda.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.