Ternyata Honda pun tidak siap saat diminta produksi hanya motor listrik di 2025


Di India ada kebijakan pemerintah yang termasuk luar biasa yaitu melarang penjualan motor bensin di bawah 150 cc di tahun 2023 dan mengharuskan semuanya harus motor listrik di tahun 2025. Atas kebijakan ini, setidaknya ada tiga pabrikan besar di India yang protes. Salah satunya adalah Honda:
Honda Joins Industry Concern Over Electric Vehicle Deadline

Honda yang mengatakan bahwa kebijakan seperti itu bakal mematikan industri motor bensin termasuk juga industri industri pendukungnya, yang disebut sebagai big supply chain.

Tapi mungkin alasan yang terbesar itu adalah yang kedua. Honda barusan ini sudah investasi banyak untuk memproduksi motor dengan standar emisi BS VI (Euro 6). Motor dengan mesin BS-VI yang barusan diperkenalkan adalah Honda Activa 125:
Honda Unveils 1st BSVI 2Wheeler- NEW premium Activa 125 Sparks a ‘#AQuietRevolution’

btw, itu disebut quiet karena starter pakai model senyap (AGC). Untuk mesin sendiri bisa jadi sama saja berisiknya dengan yang di Indonesia.

Untuk memproduksi motor tersebut Honda mengajukan sampai 26 paten. Tentu biaya untuk investasi nggak murah. Kalau sampai tahun 2023 nggak boleh produksi lagi, mungkin rugi. Karena disebut jadwal pelarangannya terlalu mepet.

 

Sementara itu dari TVS protes karena untuk menghasilkan motor listrik yang performanya cukup dan aman butuh waktu dan investasi. Perlu juga kerja sama dengan konsumen untuk bisa menghasilkan motor listrik sesuai dengan keinginan konsumen. Konsumen harus suka rela beli motor listriknya. Juga dari sisi infrastruktur yang juga harus mendukung dan sama mudahnya dengan motor bensin.

Dari Bajaj protes karena dianggap kebanyakan orang masih nggak punya pengalaman dengan motor listrik. Waktu implementasi Juga dianggap terlalu dekat dengan kewajiban standar emisi BS-VI (Euro 6). Mereka juga merasa tidak adil karena cuma motor yang kena dan yang mobil bebas.

4 respons untuk ‘Ternyata Honda pun tidak siap saat diminta produksi hanya motor listrik di 2025

  1. Mungkin karena Honda tertinggal teknologi kelistrikan…. Tapi memang populasi motor 150 cc ke bawah itu terlalu besar dan salah satu sumber polusi juga bila jumlahnya besar…. Beralihlah ke moda transportasi massal yang ramah lingkungan.

    Suka

  2. Pabrikan motor listrik nasional/luar negeri sudah siap,tergantung masyarakat & kesiapan dari pemerintah tentang penggunaan motor listrik.jika motor bensin di rasa sudah terlalu mahal mungkin suatu saat ada motor listrik murah yg awet jadi idola masyarakat buat wara wiri,persis saat dulu motor matic baru booming.feeling saya sih matic gogoro punya potensi hadir di sini

    Suka

    • Yang siap sepertinya sedikit karena infrastruktur mahal. Yang parkiran sudah pakai charger saja sedikit. Di taiwan saja sepertinya yang sudah siap tempat tukar baterai. Di tempat lain cuma bisa mengandalkan charging di rumah.

      Kalau yang makai motor listrik banyak, bisa jadi harga minyak turun karena yang pakai sedikit.

      Sekarang ini harga motor listrik bisa lebih dari dua kali lebih mahal. Kalau harganya sama, maka performa dua kali lebih lemah.

      teknologi baterai saat ini masih jadi hambatan. Dan pengembangan teknologi baterai sangat lambat.

      Gogoro bagus, tapi harga langganan listrik lebih mahal dari pertamax turbo.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.