Denda 2 milyar untuk yang jual sparepart aftermarket itu asal sambung?


Penulis tertarik juga dengan adanya pengumuman tentang denda 5 milyar untuk penjual part yang dilarang undang undang.
Polisi Ancam Pengguna & Pedagang Knalpot Racing Dipenjara 5 Tahun Denda 2 Milyar

Karena yang bisa kena itu buanyak, contohnya:

Memang yang jadi fokus itu adalah knalpot racing. Tapi kalau dilihat dari isi pengumumannya, yang bakalan kena bukan yang jualan knalpot saja, tapi juga aksesori lain.

Berikut larangannya:

Yang dikutip adalah pasar 285:

Pasal 285
(1) Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

(2) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor beroda empat atau lebih di Jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu mundur, lampu tanda batas dimensi badan kendaraan, lampu gandengan, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, kedalaman alur ban, kaca depan, spakbor, bumper, penggandengan, penempelan, atau penghapus kaca sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah)

Itu cuma pasal untuk pakai motornya saja. Ada pasal lain yang lebih memberatkan.

Maaf penulis lupa aturannya, tapi di jalan pernah lihat ada spanduk yang menuliskan bahwa dilarang modifikasi yang membuat tampilan motor berubah sehingga tidak bisa dikenali lagi atau beda dari aslinya.

Selain itu juga

Pasal 1 angka 12 PP No. 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan:

Modifikasi Kendaraan Bermotor adalah perubahan terhadap spesifikasi teknis dimensi, mesin, dan/atau kemampuan daya angkut Kendaraan Bermotor.

Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Pasal 52
(1) Modifikasi Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat (1) dapat berupa modifikasi dimensi, mesin, dan kemampuan daya angkut.
(2) Modifikasi Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak boleh membahayakan keselamatan berlalu lintas, mengganggu arus lalu lintas, serta merusak lapis perkerasan/daya dukung jalan yang dilalui.
(3) Setiap Kendaraan Bermotor yang dimodifikasi sehingga mengubah persyaratan konstruksi dan material wajib dilakukan uji tipe ulang.

Penelitian Rancang Bangun dan Rekayasa Kendaraan Bermotor
Pasal 131
Penelitian rancang bangun dan rekayasa Kendaraan Bermotor, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 123 ayat (1) huruf b dilakukan terhadap desain:
a. rumah-rumah;
b. bak muatan;
c. Kereta Gandengan;
d. Kereta Tempelan;
e. Kendaraan Bermotor yang dimodifikasi yang menyebabkan perubahan tipe berupa dimensi, mesin, dan kemampuan daya angkut.

Pasal 132
(1) Penelitian rancang bangun dan rekayasa Kendaraan Bermotor terhadap rumah-rumah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 131 huruf a paling sedikit meliputi:
a. rancangan teknis;
b. ukuran dan susunan;
c. material;
d. sistem kelistrikan;
e. kaca, pintu, engsel, bumper;
f. sistem lampu dan alat pemantul cahaya;
g. tempat duduk;
h. akses keluar darurat;
i. tempat pemasangan tanda nomor Kendaraan Bermotor;
j. sabuk keselamatan;
k. tempat ban cadangan; dan
l. tangga penumpang khusus untuk Mobil Bus.

Dari aturan aturan di atas, yang modif jok, modif ban, modif lampu, modif mesin, modif suspensi, modif busi, dst bakal kena juga. Nggak cuma yang jualan ban cacing ataupun lampu silau ataupun knalpot berisik saja.

Apa benar itu mau diterapkan? Padahal larangannya adalah larangan modif dan larangan mengendarai. Sementara itu barangnya bukan barang terlarang dan belum tentu tidak sesuai standar. Yang jualan juga banyak.

Btw, oli resmi rekomendasi pabrikan itu kan jelas tidak sesuai standar yang dipersyaratkan. Malah disuruh sertifikasi SNI nggak mau. Mestinya itu dulu yang didenda.

14 respons untuk ‘Denda 2 milyar untuk yang jual sparepart aftermarket itu asal sambung?

  1. Berarti motor mobil polisi juga kena pasal itu donk…. Kan tidak menyebutkan kecuali polisi. Dsb… Hehehe

    Suka

  2. Gw bakal kena tilang nih, karena ban gw udh gak standar pabrikan. Depan dulu nya 2.75 dan belakang 120,skrg jd 80/80 dan 110/70.

    Disitu jg disebut alur ban gak standar.

    Muehehehehehe

    Suka

  3. Undang-undang memang dibuat untuk jadi dasar hukumnya…memang secara spesifik tidak disebutkan itemnya apa saja…sudah ada kok beberapa media otomotif yg bahas pasal2 tersebut dengan pihak kepolisian…kyknya lebih ke modif yg ekstrem ajah dan bisa menimbulkan korban yg dijadikan objek dri pasal tersebut…

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.