Beatnya akhirnya ganti suspensi aftermarket lagi, tapi malas pakai model gas lagi


Setelah beberapa waktu galau dan risau karena pusing memilih suspensi belakang (karena nggak ideal semua), akhirnya penulis memutuskan untuk ganti suspensi belakang Honda Beat eSP yang model begini:

Itu adalah suspensi belakang merek DBS. Model yang paling sederhana. Untuk Honda Beat eSP, nggak mau pakai gas gasan lagi, apalagi yang pakai tabung.

Penulis sempat ada keinginan untuk beli YSS DTG lagi. Tapi jadi kepikiran mengapa kok umur suspensi tersebut di motor Honda Beat penulis kok pendek banget. Sebelumnya juga sempat ada tanda bekas oli tersembur keluar banyak.

Akhirnya penulis menyimpulkan bahwa itu mungkin karena motor pernah dipakai kencang melewati polisi tidur. Saking kencangnya karet gas nitrogennya robek. Karena robek, melesatlah keluar semua udaranya, sama sekalian mendorong semua oli keluar. Jadinya suspensi seperti yang olinya habis, nggak ada hambatan sama sekali dan jadi sangat nggak nyaman.

Karetnya seperti ini:
DRS Dayat Racing Sok

Kebanyakan suspensi tabung sepertinya pakai cara yang sama (kalau tabungnya betulan). Tapi entah apakah suspensi tabung lainnya tahan kalau tiap hari dipakai menghajar polisi tidur.

Kalau Ohlin sepertinya tahan karena bukan model balon, tapi pakai seal:

 

Resiko kalau pilih suspensi tanpa gas adalah perilaku suspensi jadi nggak enak kalau dipakai lama, karena jadi berbuih. Tapi karena motor mau dipakai jarak dekat, tidak masalah.

Oleh karena itu penulis coba cari suspensi YSS yang non gas. Yang tetap dual tube tapi tanpa gas yang penulis tahu adalah YSS Hybrid. Tapi rupanya sudah nggak ada lagi. Yang baru katanya adalah YSS Pro-Z:

Tapi ada nggak enaknya. Nggak ada setelan preloadnya. Dilema juga. Harga juga cuma beda dikit dengan yang YSS DTG.

Akhirnya memutuskan untuk coba cari merek lain. Sekalian review. Sebelumnya ada yang rekomen Ride It. Tapi lihat ada dua macam Ride It dan nggak tahu mana yang asli, akhirnya batal.

Kemudian lihat di channelnya mang Dayat lihat ada suspensi DBS pakai tabung yang ternyata beneran berguna tabungnya (gasnya terpakai). Akhirnya jadi kepikiran beli merek DBS.

Barangnya murah murah. Yang pakai tabung pun ada yang 200 ribu.

Penjual resmi adalah DekiTheDjie. Cuma karena penulis ingin cepat dan ongkos kirim lebih murah, penulis coba cari yang satu kota. Eh ternyata sial banget. Selain harga jauh lebih mahal, ternyata ongkos kirim juga lumayan karena ternyata yang jualan cuma makelar. Barang tetap dikirim dari Jakarta. Barang nyampainya 3 harian.

Setelah tiba, penulis lihat ada cacat di tabungnya. Jadi curiga itu rekondisian. Saat penulis coba tekan pakai tangan sebelum dipasang, terasa suspensi nggak ada hambatannya sama sekali. Mental baliknya kencang banget. Juga nggak ada bunyi khas suspensi baru.

Setelah dipasang, bodi motor coba penulis tekan tekan ke bawah tanpa dinaiki. Bodi motor bergoyangnya kencang seperti kalau tidak ada hambatan dari olinya. Mantul mantul terus juga.

Tapi anehnya setelah dinaiki rasanya nyaman. Lumayan stabil juga. Mendekati senyaman sedannya YSS DTG. Mungkin olinya kurang tapi saat dinaiki masih kena olinya? Atau mungkin karena pilihan per dari DBS kekuatannya pas untuk dipakai sendirian. Belum coba bila boncengan sih.

Walau terasa ada yang kurang pas. Suspensi masih layak dipakai. Lagipula suspensi tersebut sangat jauh lebih nyaman dari suspensi YSS DTG yang kehabisan oli. Jadi nggak terlalu kecewa.

Nanti untuk Suzuki Nex II rasanya mau coba DBS lagi. Pasti belinya dari yang resmi saja. Mungkin model tabung. Tapi nanti tanya anak dulu apa hobi menerjang polisi tidur atau tidak. Entah enaknya yang tabung bawah atau tabung atas ya?

Yang Suzuki Spin sebenarnya butuh juga. Tapi anehnya walau jelas sudah soak tapi masih cukup nyaman. Belakangan saja.

6 respons untuk ‘Beatnya akhirnya ganti suspensi aftermarket lagi, tapi malas pakai model gas lagi

  1. Baru kali ini kayaknya ada end user hando beat sampe harus gonta ganti suspensi, padahal kan katanya sok standar hando itu empuk Om gak bikin keguncang ketika lewat jalan yang rusak??

    Suka

    • ha ha ha, yang nggak ganti itu nggak perduli / nggak tahu suspensi sudah soak. Mungkin dipikir normalnya begitu. Nggak cuma Honda kok, Yamaha pun juga. Di jalan banyak kok PCX, Vario, NMAX, Aerox, dst beli tahun lalu yang skoknya jelas soak tapi masih dipakai.

      Iya. lupa menyebutkan, kenyamanan diukur pada saat melewati jalan rusak. Belakang stabil.

      Suka

  2. Kl boleh tanya, apakah ada cara untuk memperpanjang travel suspensi depan matic honda,
    Biar lebih empuk kl kena lubang

    Soalnya dilihat suspensi udah mentok tapi sisa batang shock masih panjang

    Suka

    • Wah kalau untuk lewat lubang susah. Sebenarnya terasa mentok kena lubang itu bisa terjadi bukan hanya suspensi mentok saja, tapi bisa karena karena olinya terlalu kental, atau misal olinya kurang.

      Rasanya juga suspensi depan matik Honda itu cukup panjang. Saya pernah bawa beat dengan beban total 200 kg rasanya suspensi depan nggak mentok. Cuma belakang yang jelas mentok.

      Kalau beneran mentok, bisa jadi karena keterbatasan pernya, bukan karena jarak mainnya tabung suspensi. Mungkin bisa coba cari per yang lebih panjang.

      Suka

  3. Akang tempat tinggal di mana ? Kalo ke jakarta main ke bonjer (kebon jeruk) di situ banyak yg jual spare part/accesories motor mulai dari thailand maupun indo

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.