Ketika suspensi merek Jepang kalah bagus dengan suspensi teknologi Jepang


Pagi ini penulis lihat ada motor Yamaha Jupiter Z pakai suspensi ganda merek Kayaba Zeto. Motor terlihat nggak nyaman dengan bagian belakang berguncang kencang ketika melewati jalan tidak rata. Kemudian ketemu NMAX suspensi tabung (ori, kayaba juga?) yang juga berguncang keras saat lewat jalan tidak rata. Padahal tahun di plat nomor ketulis 1.24.
Shock Tabung Ori Nmax 2018 Mulus. Belum Ada 1 Bulan

KYB itu suspensi merek Jepang.

Dari impresi berkendara, suspensi ini termasuk yang nggak enak:
Yamaha: Suspensi Tabung, Nmax Lebih Asyik Buat Touring Jauh

Penambahan suspensi membuat motor menjadi lebih lembut dan nyaman. “Tadi coba melintasi polisi tidur di sirkuit dengan kecepatan 30km/jam-an, suspensinya selama ini dikeluhkan keras sudah nggak ada,” ujarnya

“Dari segi impresi, akselerasi awal mengendarai motor ini dengan shock breaker baru di awal-awal terasa ada sedikit getaran. Mungkin karena efek suspensi yang lebih empuk. Tapi dengan kecepatan di atas 20 km/jam, itu sudah tak terasa lagi. Secara keseluruhan Nmax edisi ini lebih nyaman,” kata rekan detikOto yang lain.

Suspensi kelas nggak high end bisa enak lewat polisi tidur itu pertanda buruk. Apalagi disebut ada getaran waktu jalan pelan. Suspensi biasa yang bagus itu harusnya terasa anteng. nggak getar waktu jalan pelan. Lewat polisi tidur ada sentakan tapi nggak sampai mental tidak terkendali.

Cuma suspensi yang ada setelah high speed bump yang bisa lewat polisi tidur dengan enak. Kalau suspensi biasa justru harus terasa terhambat / lebih menyentak.

Kalau memang tujuannya cuma biar enak di polisi tidur, pilihannya ada tiga. Yang pertama adalah suspensi soak. Resikonya di jalan nggak rata limbung. Yang kedua adalah suspensi yang cuma menghambat reboundnya saja. Resikonya di jalan nggak rata loncat loncat karena suspensi memendek. Dua duanya nggak aman untuk harian.

Yang ketiga adalah beli suspensi yang ada setelan high speed bump. Suspensi begini biasanya nggak murah. Suspensi Ohlin walau setelannya cuma satu dan nggak jelas (kadang di rebound, kadang di compression) mestinya ada fitur high speed bump.

 

Yang jelas, dari yang penulis lihat, baik suspensi Kayaba Zeto di Yamaha Jupiter Z dan suspensi tabung Yamaha NMAX, dua duanya adalah suspensi yang nggak nyaman di jalan tidak rata. Sifat seperti itu sudah bisa terlihat mulai dari suspensi masih baru, perhatikan perubahan getar pada suara vlogger sebelum dan sesudah pakai suspensi Kayaba Zeto:

Perilaku suspensi terlihat kontras dengan suspensi DBS yang barusan penulis pasang di Honda Beat eSP. Saat penulis coba, bagian motor stabil walau dipakai lewat jalan paving. Padahal harganya murah, hampir separuh Kayaba Zeto.

DBS itu disebut suspensi teknologi Jepang.

Di website (yang sekarang lagi down) disebut proses desain dilakukan oleh tenaga ahli suspensi dari Jepang. Jadi lucu ketika suspensi murah yang disebut menggunakan teknologi Jepang justru lebih empuk dan enak dipakai daripada suspensi yang beneran merek Jepang.

Penulis jadi ingat ada oli yang disebut USA Technology atau Japan Technology atau German Technology. Kualitas oli biasanya lebih rendah dari yang beneran buatan USA, Japan atau German. Tapi ketika ini terjadi di suspensi, yang buatan aslinya malah kalah dengan yang memanfaatkan teknologinya. Aneh banget.

Suspensi merek Jepang lebih awet?

Heh. Apa benar?

 

Suspensi Jepang buatan lokal tidak nyaman itu aneh bila yang teknologi Jepang bisa nyaman. Apa memang suspensi KYB yang dibuat di Indonesia nggak pakai teknologi Jepang tapi cuma numpang merek saja?

Iklan

6 respons untuk ‘Ketika suspensi merek Jepang kalah bagus dengan suspensi teknologi Jepang

  1. Getar di jalan keriting itu karena rebound lambat,,

    Suspensi yang enak di poldur paling murah ya yang spring nya empuk tapi rebound superlambat
    Tapi ya itu tadi, getar di jalan keriting. Namun kalo lubang dalam sekalian malah empuk

    Suka

    • Kalau suspensi soak juga getar di jalan keriting. Proporsi harus seimbang. Kalau rebound jauh lebih besar dari kompresi atau super lambat, maka suspensi akan memendek dan akhirnya mentok, dan akhirnya gagal fungsi dan bergetar.

      Kalau bisa pas maka di jalan pelan bisa stabil. DBS dan YSS DTG masih baru saat dipakai pelan nggak getar.

      Suka

      • Iya rebound superlambat mentok dan bergetar, tapi cuma di jalan keriting,,

        Kalo di jalan bergelombang atau jalan2 berlubang malah enak, apalagi di kecepatan tinggi
        1. Ban tidak mudah terperosok lubang
        2. Rider tidak merasa dilempar oleh shock
        3. Saat miring di jalan berlubang tetap stabil, karena shock tidak menghantam aspal dengan cepat saat rebound (hantaman cepat saat tegak lurus tidak masalah karena grip tidak berkurang, namun saat miring ban bisa slide)

        Sensasi mentok atau jeduk itu biasanya juga karena rebound terlalu cepat saat lewat lubang,
        Ban turun masuk lubang dengan cepat, lalu balik keatas dengan cepat juga, walaupun sebenarnya suspensi belum mentok tapi ada sensasi seperti dipukul palu

        Suka

        • Kalau gelombangnya rapat tetap turun suspensinya. Yang penting untuk lubang atau bump adalah kompresi yang tanpa hambatan.

          Kalau rebound terlalu lambat bahaya juga karena motor jadi nyekip aspal lebih sering karena ban lebih jarang menyentuh tanah. Habis kena bump, ban terbangnya lebih lama, karena ban nggak segera balik.

          Suka

  2. Bisa saja numpang merk bro…. Kan murah, yang asli Jepang pasti mahal. H*nda bikinan Jepang asli pasti mahal (b*gwing) yang bikinan lokal murah.

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.