Membandingkan motor berdasarkan kelas itu apakah suatu keharusan? Harus dilihat dari sisi konsumen


Akhir akhir ini jadi sering muncul kata kata, “motor itu nggak sekelas, nggak bisa dibandingkan”. Gara garanya adalah perbandingan antara NMAX dengan ADV 150:
Komparasi visual Yamaha NMAX VS Honda ADV150

Banyak yang sepertinya menganggap membandingkan motor seperti itu adalah hal yang salah. Padahal kelas sendiri merupakan hal yang relatif. Seperti contohnya Vario vs Aerox:
All New Vario 150 vs Aerox 155: Spesifikasi, Fitur, dan Harga

Bisa dilihat keanehan perbandingan tersebut? Mungkin terkesan sama. Kapasitas mesinnya sama. Tapi itu jelas perbandingan tidak seimbang. Motor dengan ABS dibandingkan dengan yang tanpa ABS. Harga jelas beda. Jelas bukan perbandingan yang seimbang.

Kemudian dari sisi konsumen. Apa memang konsumen Aerox sama dengan Vario? Apa ya pejabat kantoran yang sudah berumur dengan banyak anak buah bakal merasa cocok naik motor Aerox? (mayoritas ya, karena pasti ada saja pengecualian)

Kelas itu jelas relatif. Lebih baik dilihat dari sisi konsumen. Penulis lebih setuju dengan pendapat berikut, pakai kisaran harga:
7 Motor dibawah 30 jutaan ,pilih sport atau matik ??

Karena memang konsumen itu beli berdasarkan kemampuan beli. Memilih motor dilihat dari harganya dulu. Kalau terlalu mahal batal. Terlalu murah nggak pingin.

Tapi memang ada yang menganggap kelas itu penting. Terutama untuk konsumen yang uangnya berlebih dan memiliki motor berdasar kategori. Misal pergi ke pasar lihat ada orang jual Honda beat lalu ingat di rumah belum punya matik kecil, ya langsung beli. Pergi ke pasar lihat orang jual Honda PCX 150 lalu ingat di rumah belum punya maxi, ya langsung beli. Pergi ke pasar lihat ada orang jualan motor listrik lalu ingat di rumah belum ada motor listrik, ya langsung beli. Pergi ke pasar lihat motor gerobak roda tiga lalu ingat di rumah belum punya motor usaha, ya langsung beli. Sesuai dengan kebutuhan. Butuhnya dua ya bukan mustahil beli langsung dua motor yang sama.

Kalau motornya banyak maka mau nggak mau harus beli berdasarkan kategori, biar nggak terlalu banyak belinya. Kan jadi penuh garasinya.

Kalau berdasarkan yang seperti itu, maka motor Honda ADV 150 merupakan motor yang unik bila motor dianggap sebagai motor adventure. Motor ini bisa disebut nggak ada saingannya. Motor mana kelas 150 cc yang dari awal didesain khusus sebagai motor adventure? Yang ada biasanya adalah motor perkotaan yang dimodif jadi motor adventure.

NMAX jelas bukan motor adventure walau memang bisa dipakai sebagai motor adventure. Nggak ada bedanya dengan Suzuki Nex II yang bisa dipakai sebagai motor adventure. Walau memang kapasitas mesin dan maxinya beda, kalau dilihat dari sisi adventure, baik NMAX ataupun Nex II sama sama bukan didesain sebagai motor adventure.

Bagasi nggak bisa dipakai sebagai alasan karena contohnya Honda CRF250L yang nggak ada bagasinya disebut sebagai motor adventure.

Motor matik adventure yang ada cuma Yamaha X-Ride. Tapi apa ya mau dibandingkan dengan X-Ride?

Sebaiknya dilihat dari konsumen.

 

Kalau untuk konsumen yang dananya pas pasan atau yang nggak punya tempat untuk menyimpan banyak motor, ngapain perduli soal kelas. Walau motor lebih mahal dari NMAX, selama konsumen suka, ngapain nggak beli? Walau motor beda kelas dari CBR150R, ngapain nggak beli? Walau motor lebih murah dari Ninja 250, ngapain nggak beli?

Yang merasa motor harus dibagi kelasnya apa yakin pemilik motor sport nggak akan beli ADV 150? Atau orang yang sudah punya maxi lain yang lebih murah nggak akan beli ADV 150?

Sayang data AISI sudah dianggap ilegal dipublikasikan. Bila tidak, maka kita bisa cek sendiri apa benar munculnya ADV 150 tidak berimbas pada penjualan NMAX, Aerox, PCX, Honda Beat, Vario, R15 ataupun CBR150R.

Menurut penulis perbandingan harus dilihat dari sisi konsumen. Dan menurut penulis bakal ada saja konsumen yang membandingkan NMAX dengan ADV 150, PCX dengan ADV 150, CBR150R dengan ADV 150, CRF150L dengan ADV 150, dst.

7 respons untuk ‘Membandingkan motor berdasarkan kelas itu apakah suatu keharusan? Harus dilihat dari sisi konsumen

  1. Adventure = petualang = semi offroad / offroad (kalau diperlukan), yang pasti habitatnya bukan di jalan aspal mulus perkotaan.
    Terlepas dari konsumen yang membeli motor adventure, apakah memang mau dibuat touring, trabasan, semi offroad atau bahkan offroad sekalipun, atau malah cuma buat jalan2 sore di perkotaan dan berakhir di parkiran mall, itu sih terserah mereka saja. Yang pasti bila pabrikan sudah memberi label tertentu pada produknya ya harus bisa memenuhi ekspektasi sesuai dengan “label” tersebut.
    Kondisi jalan disini yang belum sepenuhnya bagus, masih banyak yang “semi offroad” tentunya akan sangat menarik konsumen untuk membeli varian motor adventure, apalagi bila pricing pas, nggak kemahalan juga. Tinggal dibuktikan saja apa Honda ADV 150 ini benar2 motor adventure yang tangguh?

    Suka

    • Level dari offroad beda beda. Rasanya kemampuan offroad dari ADV 150 nggak jauh beda dari matik lain. Matik Maxi yang bukan off road pun bisa lewat off road bila kondisinya seperti berikut:

      Jadi susah juga menilai. Honda bisa saja cari medan yang mudah untuk menguji. Tentunya nggak bakal coba yang jalan berlumpur sudut 60 derajat.

      Yang perlu diuji bukan performanya tapi kehandalannya. Misal overheat tidak, mesin bisa tahan banjir tidak, dst.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.