Mengapa rekomendasi kekentalan oli mesin harus wajib disertai nama olinya


Mungkin ada beberapa ahli oli Indonesia yang percaya bahwa pabrik oli itu pada jujur jujur semua. Sehingga mereka percaya betul sama yang namanya spesifikasi.

Penulis termasuk nggak percaya itu. Bahkan sekarang, yang paling dasar, paling gede tulisannya di bungkus oli, SAE alias kekentalan oli mesin pun penulis anggap pada ngawur. Jadi rekomendasi oli macam berikut ini adalah hal yang kurang tepat:
Kenali Kode Kekentalan Oli Sebelum Membeli

Salam menyebut rata-rata skutik Jepang bermesin di bawah 250cc menggunakan oli SAE 10W-30.

Tips Memilih Oli Mesin Motor Matik, Perhatikan Kode Ini

“Lebih baik jangan terlalu encer dan juga enggak terlalu kental, seperti dengan ukuran visikositas 10w-40 cocok untuk matik harian,” ucap Jaji

Dari kekentalan yang disebutkan, kita bisa tahu itu pesan sponsornya siapa. Tapi juga percuma, angka yang disebutkan nggak bisa jadi patokan.

Entah cara produksi oli mesin itu bagaimana, yang jelas kekentalan dari oli mesin itu sangat bervariasi. Padahal ini dengan asumsi bahwa kondisi oli masih baru. Padahal juga kondisi oli mesin bisa berubah ekstrem setelah dipakai satu minggu, atau dua minggu. Tidak banyak oli yang kekentalannya bisa terjaga dengan baik selama dua minggu kalau menurut cara pemakaian motor penulis.

Yang jelas kita tidak usah terlalu berharap spesifikasi oli mesin bisa sesuai dengan bungkusnya. Karena oli mesin yang beredar di Indonesia dibuat nggak pakai standar.
Asosiasi Distributor dan Produsen Pelumas Menolak Ketentuan Wajib SNI Pelumas oleh Kemenperin

Standar API?

Pada nggak punya semua juga:
Apakah oli mesin di Indonesia pada nggak lulus uji API?, kok tidak ada tanda donat dan starburst API?

Nggak sedikit memang yang mengaku ngaku sudah memenuhi standar API SN. Tapi cuma berani nulis begitu saja. Nempel logo API di bungkus oli nggak berani. Sayangnya banyak yang nggak perduli logo API. Cukup tulisan API SN, dianggap sudah beneran API SN.

Pabrik oli itu rasanya buat oli asal jadi. Penulis pernah merasakan oli Repsol 20W50 rasanya lebih encer dari Valvoline 10W40. Pernah merasakan oli X-Ten 10W40 terasa lebih kental dari Mesran Super 20W50, tapi setelah beberapa hari terasa sama encernya dengan AHM MPX-2 yang 10W30.

Contoh terakhir adalah oli Kixx 10W-30, yang kok kentalnya terasa sama dengan Mesran Super 20W50. Yang Kixx 20W-50 kekentalannya juga terasa jauh lebih kental dari Mesran Super 20W-50. Bahkan sampai tenaga motor terasa ngedrop. Padahal sebelumnya pakai oli 20W-50 lain nggak sampai begitu.

Standar oli mesin di Indonesia itu amburadul. Aditif yang paling dasar pun bisa jadi nggak ada. yang penting mereknya terkenal atau disponsori pabrikan. Dijamin produk laris walau hasilnya nggak sesuai janjinya.

Atau mungkin percaya sama oli standar internasional?

Tapi nyatanya oli dengan kekentalan yang sama waktu diuji hasilnya beda:

Di hasil itu Castrol jadi yang paling parah dibanding penzoil, valvoline, mobil 1 dan amsoil.

Jadi rasanya percuma kalau merekomendasikan kekentalan. Lagipula kekentalan oli mesin sebenarnya tergantung kebutuhan. Kalau jalan pelan nggak usah pakai kental, karena malah menghambat. Tapi kalau biasa kencang, pakai nggak kental malah merusak. Mesin memang nggak ambrol. Tapi apa betah naik motor suaranya berisik seperti lagi diamplas? Atau mungkin mesin berisik bisa mengobati kekangenan karena knalpot sekarang senyap banget?

Intinya mending coba saja olinya. Pakai seperti biasa. Kalau sampai pernah kasar suara mesinnya, ganti yang lebih kental. Kalau pakai yang kental masih kasar, ya ganti merek saja.

22 respons untuk ‘Mengapa rekomendasi kekentalan oli mesin harus wajib disertai nama olinya

    • BTW di europe buanyak banget ya Om merek2 oli yg “kurang terkenal” bermunculan, dan meskipun kurang famous tapi kualitasnya tidak buruk. Brati bisnis pelicin emang menggiurkan dan pasarnya akan selalu ada tidak terpengaruh oleh kendaraan electric yg disounding akan menggantikan mesin konvensional.
      Ane mencatat merek2 oli macam BP Visco, TippOil, Lotos, Xenum, Meguin, Mannol, Putoline dan banyak yg lain itu semua oli yg kurang terkenal.

      Suka

  1. Nganu mau nanya, oli mesin motor yang baik itu yang punya kandungan Sulphated Ash kurang dari 1% atau lebih dari 1%?
    Dan apa pengaruhnya jika kurang atau jika lebih?

    Suka

    • 1% itu menurut saya cuma standarnya saja. HYang menyebabkan naiknya sulphated ash adalah aditif. Sementara itu efek aditif bisa beda beda. Efek bila nilai sulphated ash tinggi adalah timbulnya kerak pada valve / silinder, namun di referensi lain disebut aditif extreme pressure lah yang bikin timbul kerak.

      Menurut saya acuan sulphated ash kurang ada gunanya. Apalagi kebanyakan oli tidak mencantumkan. Dan sekalipun dicantumkan juga nggak ada jaminan bahwa nilai itu benar.

      Lebih baik di cek sendiri. Bila saat pakai suara knalpot sampai berubah tidak garang lagi, atau terasa tenaga mesin berkurang padahal kekentalan oli tidak bertambah, atau mesin makin mudah ngelitik, maka kemungkinan kandungan aditif kerak meningkat.

      Suka

  2. ada website resmi merek Oli Putoline yang mencantumkan kadar Sulphated Ash nya :

    https://www.putoline.com/en/catalogue/engine-oils_four-stroke-engine-oils/676/scooter-4t-10w-40/1757/

    pada contoh diatas oli motor matic 10W-40 nya punya kadar Spash diatas 1% yakni 1,31% kemudian,

    https://www.putoline.com/en/catalogue/engine-oils_four-stroke-engine-oils/3239/n-tech%C2%AE-pro-r-10w-40/6761/

    pada contoh diatas dg kekentalan yg sama, oli yg buat motor kopling basah 4 tak punya Spash kurang dari 1% tepatnya 0.85%

    dg demikian, pernyataan “Sementara itu efek aditif bisa beda beda. Efek bila nilai sulphated ash tinggi adalah timbulnya kerak pada valve / silinder, namun di referensi lain disebut aditif extreme pressure lah yang bikin timbul kerak” berarti membenarkan bahwa oli matic “memang lebih banyak menggunakan aditif ekstrim pressure” ?

    Suka

    • Terima kasih linknya. Memang wajar bila oli matik lebih banyak aditif extreme pressurenya. tapi sepertinya untuk oli tersebut, TBN juga berpengaruh. Perhatikan angkanya 10 vs 7:

      SCOOTER 4T 10W-40

      Scooter 4T 10W-40 is a semi-synthetic 4-stroke scooter engine oil. The latest generation of additive technology ensures optimum engine wear protection, even for engines with a ‘start/stop’ system. Scooter 4T 10W-40 has been developed for optimum fuel savings with the latest generation of modern 4-stroke scooters and guarantees:

      N-TECH® PRO R+ 10W-40

      N-TECH® PRO R+ 10W-40 is the most advanced, fully synthetic 4-stroke engine oil ever produced by Putoline Oil. Contains the unique N-TECH® additive system. N-TECH® PRO R+ engine oil guarantees:

      Aneh juga oli matik mempunyai angka TBN yang tinggi. Biasanya TBN tinggi itu untuk oli diesel.

      Suka

  3. Jadi inget dulu waktu masih kerja di majalah, ada perusahaan oli yang baru muncul hobi ngiklan jor2an di berbagai media dengan fakta2 bombastis mulai pabrik di luar lah sampai pake cewek2 cakep….sekarang udah jarang kedengaran lagi….jujur aja urusan oli ini agak2 misterius buat saya baik di mobil maupun di motor, yang jelas rekomendasi ganti oli kendaraan di Indonesia kenapa lebih pendek ya dibanding di luar? Malah tiap ada produk baru otomotif yang sekarang banyak di produksi pabrik di Asia dilempar ke global yang rame dikomentari adalah interval ganti oli-nya yang kelewat pendek dibanding produk2 yang lama. Rata2 gak jadi beli kalau interval ganti oli nya terlalu pendek…nah di Indonesia malah ada mobil yang interval ganti oli-nya tiap 2000km…

    Suka

    • Ha ha, itu mungkin gara gara artis iklan film diluar negeri kena tegor menteri mungkin.

      Rekomendasi oli lebih pendek pengaruh cuaca juga mungkin. Karena pada sadar oli jadi nggak awet bila dipakai di Indonesia.

      Iya, memang ada juga yang ganti oli mobil tiap 2 ribu km. Yang di motor juga ada yang tiap 1500 km. Yang pemiliknya pada sadar oli itu nggak awet. Bahkan saya dulu pernah dengar rekomendasi harus ganti oli setelah motor dipakai terusan 200 km.

      Suka

      • artinya jika kita punya motor dan dipake long trip dengan mesin terus menerus hidup selama 200 kilometeran maka setelah itu oli diharuskan ganti yg baru gitu ya?

        ada benarnya juga sih, selama jarak 200an km itu dan mesin terus hidup maka kandungan kimia oli pasti mengalami kerusakan/penurunan mutu

        Suka

        • Ada yang dulu punya pendapat begitu. Kalau untuk saya, oli yang tidak mampu diperlakukan seperti itu adalah oli jelek. Nggak usah 200 km, kalau suara mesin jadi kasar setelah dipakai kencang, maka dijamin oli itu bakalan berumur pendek kalau dipakai langsung 200 km.

          Suka

          • tapi kalo beneran dipake diatas 200 km secara terus menerus sampe di tujuan nampaknya oli musti ganti dah Om, pemakaian itu mungkin sudah setara motor bebek road race dg trek alun2 sepanjang “1 km-an” selama 20 putaran non stop.

            Suka

            • Dulu waktu masih ada castrol sintetis murah, oli pernah saya pakai 6 bulan, padahal tiap seminggu sekali dipakai PP 240 km, lebih sering gas pol karena dulu masih lumayan sepi walau jalan mulus lus. Untuk sekarang pun walau cuma pakai mesran super dan aditif minyak goreng, saya tetap yakin oli akan ok dipakai 120 km gas pol.

              Dulu juga suzuki sering melakukan uji ketahanan setiap mengeluarkan produk baru
              Suzuki Smash Titan Digeber 60 Jam Nonstop!

              Setelah lomba irit, motor bebek anyar Suzuki Smash Titan kembali diuji di pasar otomotif roda dua tanah air. Kali ini giliran uji ketahan dengan digeber 5000 km atau 60 jam nonstop.

              Dilakukan di sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat. Sebanyak 18 orang pembalap urun rembug bergantian untuk memacu bebek bermesin 115 cc yang bakal menggantikan dinasti Suzuki Smash tersebut.

              Jaman matik nggak ada yang begitu. Mungkin beltnya yang nggak kuat.

              Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.