Kehadiran Yamaha XSR155 bisa diabaikan?


Sekarang lagi ramai berita kehadiran Yamaha XSR155. Kata media Thailand, motor bakal muncul di Indonesia dulu:
Yamaha XSR155 tinggal menunggu untuk diluncurkan di Indonesia. Sebelum memasuki Thailand akhir tahun ini di Motor Expo 2019

Katanya bakal pakai swing arm aluminium, suspensi depan upside down dengan penampilan luar dibuat semirip mungkin dengan versi Moge XSR700 / XSR900.

Motor sudah mengalami pengujian akhir di akhir tahun lalu dan sekarang ini masih terganjal oleh uji emisi. Katanya juga di Thailan sudah mulai produksi. Bahkan sempat menjadi pertanyaan apakah motor ini akan jadi motor pertama yang dilaunching di Thailand dulu.

Pertanyaan tersebut menggelitik karena motor sport Yamaha bisa dibilang nggak laku di tanah air. Yang penulis lihat di jalan itu seringnya adalah Yamaha R15. Jarang sekali lihat ada Yamaha MT-15 ataupun Yamaha Vixion R. Padahal dari sisi performa, motor terkencang Yamaha saat ini harusnya adalah Yamaha Vixion R.

Memang dari sisi pasar, masih jadi pertanyaan apakah motor retro akan laku di Indonesia. Karena prosentase penjualan motor sport jelas makin menurun.

Menurut penulis sih, menurunnya penjualan motor sport lebih karena pabrikan membuat motor sport jadi berkurang kenyamanannya. Kelas motor touring / adventure nyaman untuk motor sport makin ditinggalkan. Padahal dulu orang menganggap bahwa motor sport itu lebih nyaman. Sekarang ini tidak.

Sudah nggak nyaman, bagasi tidak ada, saat hujan kotor semua, dibuat boncengan pun susah. Padahal nggak semua orang beli motor sport itu demi keperluan hobi atau memperlengkap koleksi. Menurut penulis banyak orang yang beli motor tidak berdasarkan klasifikasi, mereka beli berdasarkan kepraktisan. Cakep atau gagah bisa jadi penunjang, tapi harus tetap bisa layak dipakai sebagai motor keluarga atau nyaman dipakai harian.

Kalau niatnya koleksi atau hobi sih lain lagi. Bakal tetap ada yang beli. Tapi nggak bakalan banyak.

Bila ingin laris, maka harus memperhatikan orang yang beli motor tanpa perduli klasifikasi motor.

Iklan

4 respons untuk ‘Kehadiran Yamaha XSR155 bisa diabaikan?

  1. Ini bukan motor jenis retro murni, tapi retro modern, harus didesain ada aura motor legendanya, tidak cepat membosankan, mesin, kaki2, dsb harus awet.

    Suka

  2. Mestinya pabrikan rancang motor sport yang lebih inovatif misalnya rilis produk motor sport yang matic seperti gilera DNA atau minimal transmisinya pakai teknologi yang lebih praktis. Beberapa pabrikan sudah rilis mini bike sport yang dari segi desain oke cuma dari sisi transmisi malah dikasih opsi full manual opsi yang setengah manual (ala bebek) malah dihilangkan.

    Suka

    • Iya ya, transmisi model bebek kalau dibuat sangat bertenaga mestinya juga bisa. Injakan pindah gigi dimodel seperti motor sport mestinya juga bisa. Tentu performa lebih ok daripada CVT.

      Rasanya yang bikin bebek makin langka di Indonesia itu karena rantainya nggak ditutup. DI luar negeri model bebek masih lumayan laris.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.