Gebrakan yang merusak reputasi ternyata hasilnya nol untuk Ducati? swing arm kok dilepas


Sebelumnya penulis sudah membahas bagaimana Ducati telah melakukan kecurangan dengan memperkenalkan modifikasi aerodinamika yang diakui sebagai pendingin ban. Nama Dorna jadi ikut tercemar karena telah menunjukkan sikap tidak konsisten dalam penegakan aturan soal modifikasi aerodinamika wind deflector / winglet di swingarm.
Ducati mengakui kecurangannya padahal bisa jadi senjata makan tuan, ciri kekacauan MotoGP sudah terlihat

Jadi ironi ketika terbukti modifikasi yang mencemarkan nama baik Ducati dan Dorna itu ternyata hasilnya negatif. Di musim balap tahun ini motor Ducati jelas tidak terdengar gaungnya. Paling banter Dovi, yang justru sering apes. Entah setelah crash barusan apa masih sanggup untuk di depan.

Dan sepertinya di masa depan, winglet swing arm ada kemungkinan akan ditinggalkan. Ini terlihat pada sesi uji coba di Misano. Ada 4 motor yang terlihat tidak pakai winglet di swingarm. Motornya Danilo Petrucci dari tim Ducati:
MotoGP, Misano MotoGP™ Test

Francesco Bagnaia dari tim Pramac Racing:

Tito Rabat dari tim Reale Avintia Racing:

Karel Abraham dari tim Reale Avintia Racing:

Menurut penulis sesuatu yang aneh ketika sebuah modifikasi diperjuangkan mati matian sampai tidak memperdulikan reputasi dirinya dan Dorna rusak, tapi tidak dipakai. Di tim kelihatan jelas itu:

Petrucci (helm hitam) terlihat juga mencoba yang pakai winglet di swing arm sih:

Apa mungkin pembalap Ducati yang lain coba lepas juga? Andrea Dovizioso terlihat masih pakai:

Test rider dari tim Ducati, Michelle Pirro juga:

Jack Miller dari tim Pramac Racing juga:

 

Sementara itu, tim Aprilia yang merasa mengawali ide untuk pakai winglet di swing arm, masih tetap terlihat pakai.
Di motor Andrea Iannone:

Juga rekan satu timnya, Aleix Espargaro:

 

Ducati juga kelihatan mencoba pakai winglet baru. Sudah nggak mengejar top speed kah?

Bingung perpres kendaraan listrik dan masuk APBN, Viar dan PCX nggak kediskon? Emang harga GESITS turun?


Maaf bila penulis pesimis, membaca peraturan presiden untuk kendaraan listrik, penulis jadi merasa bakal masih lama motor listrik bakal jadi murah:
PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 55 TAHUN 2OI9 TENTANG PERCEPATAN PROGRAM KENDARAAN BERMOTOR LISTRIK BERBASIS BATERAI (BATTERY ELECTRIC VEHICLE UNTUK TRANSPORTASI JALAN (backup)

Pemerintah memang akan memberikan insentif:

Namun insentif tentu akan diberikan bila motor listriknya memenuhi kriteria:

Dari kriteria tersebut, rasanya cuma GESITS yang bisa. Tapi entah yang versi sekarang ini apa benar kandungan lokalnya sudah lebih dari 35%. Karena baterai saja impor. Gulungan kawat motor penggerak juga impor. Mungkin bagian elektronik buatan lokal, tapi komponen macam transistor, IC dst apa lokal juga ya?

Bagus karena ada kebijakan untuk pengurangan biaya komponen motor listrik. Tapi apa sudah diidentifikasi komponen apa saja yang dapat keringanan? Kalau ada teknologi baru bagaimana? Rasanya ini masih lama baru akan terwujud.

Selain itu baterai juga menjadi kendala. Diminta untuk pakai buatan lokal. Yang boleh impor baterai adalah perusahaan yang niat buat pabrik lokal. Inginnya baterai dibuat 100% di Indonesia. Walau mungkin bahan mentah masih harus impor.

Pemerintah sih yakin harga baterai bisa murah:
Luhut Usulkan Mobil Listrik Pakai Dana APBN 2020

Mengenai harga mobil listrik itu sendiri, menurut Luhut jika memang terbilang mahal, maka baterainya akan dibuat sendiri. “Pasti kan cost-nya menurun, tapi kan cost itu juga ada harga dengan udara yang bersih,” lanjut Luhut.

Selain mobil listrik, Luhut juga membahas mengenai percepatan pelarangan ekspor nikel. Menurutnya semua sudah diatur sebaik mungkin oleh presiden.

Tapi apa itu bisa cepat?

Rasanya tidak akan bisa secepat itu Indonesia bisa buat baterai sendiri. Kalau yang buat motor listrik dilarang impor baterai sendiri, maka justru industri motor listriknya yang terhambat. Kalau industri motor listriknya terhambat maka investor akan malah buat pabrik baterai.

Rasanya untuk pertama jangan sampai ada pembatasan impor komponen motor listrik ataupun baterai. Bahkan kalau perlu impor motor listrik komplit dibuka bebas dan diberi keringanan biaya.

Kalau sudah ramai, tentunya bakal ada yang tertarik buka usaha baterai lokal.

 

Semua ini artinya bahkan motor GESITS pun masih lama baru bisa jadi murah. Dan motor semacam Viar dan Honda PCX akan mustahil dapat keringanan. Jadi rasanya motor listrik masih akan lama baru akan terjangkau. Bisa jadi motor listrik impor akan lebih murah. Tapi tahu sendiri motor listrik produk Cina sulit masuk Indonesia.

Dari investor pun sepertinya bakal pikir pikir. Mungkin itu sebabnya pemerintah ngejarnya ke perguruan tinggi:
APBN Diarahkan untuk Dukung Kendaraan Listrik

“Dari ITS, UGM, itu harus betul-betul memeras kemampuannya untuk menghasilkan produk yang lebih bagus lagi,” ujar Luhut.

Selain itu, menurut dia pasar kendaraan listrik di Indonesia nantinya juga bakal terus berkembang. “Semua orang maulah, saya aja tadi mau beli. Suaranya ngga ribut. Ya itu nanti supply demand dan kenyamanan, ambience,” jelas Luhut.

Menurut penulis soal harga vs performa itu penting bagi perkembangan motor listrik. Sekarang ini motor listrik lebih cocok dipasarkan sebagai motor gengsi gengsian.

Ya semoga yang berikut ini dilakukan hanya ketika motor listrik itu sudah benar benar setara dengan motor bensin.

Bagian Keempat
Pengendalian Penggunaan Kendaraan Bermotor Berbahan Bakar Minyak Fosil Dalam Negeri

Pasal 16
(1) Dalam rangka percepatan penggunaan KBL Berbasis Baterai, Pemerintah Pusat dapat melakukan pengendalian penggunaan kendaraan bermotor berbahan bakar minyak fosil secara bertahap.
(2) Pengendalian penggunaan kendaraan bermotor berbahan bakar minyak fosil secara bertahap dilakukan berdasarkan peta jalan pengembangan industri kendaraan bermotor nasional.

Wih, motor listrik Honda Cina D8S & D8E tidak bisa diremehkan, diuji rangka 300 ribu kali


Bersamaan dengan peluncuran Honda PCX dan Honda CBF190TR, Sundiro Honda juga meluncurkan motor listrik Honda D8S dan D8E:
极致细节 新大洲本田D8S&D8E轻便电摩

Yang sporty D8S, yang feminim D8E.

Dari sisi fitur termasuk biasa. Kecepatan maksimal adalah Baca lebih lanjut

Duduk bersebelahan dalam mobil, Vinales nggak ngobrol dengan Marquez sama sekali


MotoGP sharing pembicaraan yang terjadi di antara ketiga pembalap yang podium di balapan di Silverstone Inggris, saat mereka naik mobil:
Think you saw it all in Silverstone? Here’s what you missed

Di mobil yang ngoceh adalah Alex Rins dan Maverick Vinales. Yang mereka bicarakan adalah soal kenekatan Rins, Baca lebih lanjut

Banyak yang tidak menganjurkan engine flush di BITOG, isinya minyak tanah


Sekarang ini marak penggunaan engine flush:
Fungsinya Rontokkan Kerak Oli di Jeroan Mesin, tapi Seberapa Penting Engine Flush?

Engine flush adalah “teknik” untuk membersihkan mesin dari kerak atau sludge oli mesin dengan menggunakan cairan “ajaib” (yang seringkali merek ecek ecek).

Kalau dari sononya, penggunaan engine flush dilakukan hanya dalam kondisi spesial saja, seperti ketika kendaraan habis lama tidak dipakai, habis beli kendaraan bekas, dst. Jelas tidak dilakukan untuk kendaraan yang terawat baik. Artinya kalau oli mesin yang dipakai bagus, penggantian oli sesuai kebutuhan, seharusnya tidak perlu pakai engine flush.

Ini juga yang dipercaya oleh grup oli luar negeri: Baca lebih lanjut

Lorenzo bangga nggak finish terakhir, apalagi yang finish terakhir itu pembalap yang dijagokan Marquez


Ternyata kekhawatiran dari Lorenzo tidak terjadi. Sebelumnya ia takut tidak bisa finish di balapan MotoGP Inggris 2019, namun ternyata bisa. Dan ia kaget ternyata bisa finish tidak paling belakang, padahal sebelumnya berpikir bakal jadi yang paling belakang. Ia juga bangga bisa berada di depan Hafizh Syahrin dan Karel Abraham:
Lorenzo: I expected to finish last

“I honestly expected to finish last, but I have always been in front of Abraham or in front of Syahrin, who was much faster than me during the weekend,

Padahal pada saat balapan ia mengaku kesakitan: Baca lebih lanjut