Ketika holeshot device di motor Miller macet dan jadi senjata makan tuan, terpaksa stoppie


Belakangan ini Ducati pakai holeshot device. Katanya Miller sih sejak di Motegi tahun lalu. Fungsi dijelaskan sebagai berikut:
Qatar: Ducati holeshot device caught on camera

Pramac GP19 rider Jack Miller was asked if the holeshot device helps the bike stay more level at the start: “Yeah, that’s the general idea. You can use a little bit more torque, and you can feel it. You just have to get used to it [the suspension] popping up and remember it’s going to pop up [after the start].”

Sebelumnya penulis menduga itu membuat suspensi menjadi jacked up. Namun yang jelas dengan adanya holeshot device itu suspensi belakang menjadi seperti mati, sehingga motor nggak mendongak ketika akselerasi. Ini membuat motor jadi bisa lebih dikeluarkan tenaganya.

Normalnya suspensi akan kembali normal (popup). Namun rupanya bisa macet juga. Dan ini dialami Jack Miller pada balapan di Silverstone, Inggris:
Miller ‘couldn’t deliver’ after holeshot drama

My start was good but I couldn’t get my holeshot device back up,” said Miller. “So I was going all the way through turn one, two and three like a chopper.

Disebut bahwa holeshot device yang macet membuat motornya berperilaku seperti motor chopper. Motor chopper itu yang penulis tahu seperti ini, motor yang suspensi belakangnya mati:
Chopper Bike In A Box Kit Configuration (Pick Options for Total Price)

Karena suspensi motor seperti mati, grip jadi buruk. Bahkan Miller sempat hampir jatuh:

I struggled with grip from the start until the end. There was no contact, let’s say, on the rear tyre and then there were some, let’s say, pieces missing at the end. In those fast changes of direction after turn one I nearly lost the rear.

Untuk mengembalikan suspensi menjadi seperti semula rupanya butuh adanya weight transfer. Padahal di Silverstone itu jarang butuh mengerem ekstrem:

Asked to explain why he endured the early drama with the holeshot device, Miller offered, “Generally at places like this I don’t use it. I thought we had enough transfer on the base but I had doubts about it.

It was quite scary heading down towards turn three on an orange county chopped trying to get it to transfer over, grabbing big handfuls of brakes all the time. Dovi was able to get transfer no problem. Being so close to the corner, I barely had to brake. I was trying to grab extra brake.

Jadinya untuk mengembalikan, Miller harus mencoba untuk melakukan stoppie:
MotoGP Silverstone: Miller bounces back from ‘technical dramas’

I had to do a bit of a ‘stoppie’ and trying to get it to pop up in a strange spot. I managed to get it to come up in the end. But it was one of those things.

Berikut waktu Petrucci menunjukkan cara kerja holeshot device:

Lengkapnya:

Soal manfaat, yang jelas motor Ducati kelihatan lebih cepat pada waktu start. Tapi seringnya masih kalah dengan Marquez walau motor Marquez nggak pakai holeshot device. Mungkin berguna, tapi positioning lebih penting sepertinya.

4 respons untuk ‘Ketika holeshot device di motor Miller macet dan jadi senjata makan tuan, terpaksa stoppie

  1. Holeshot device itu lebih banyak ngga gunanya ane rasa, yang lebih penting supaya dapat melakukan start secepat2nya dg pertambahan akselerasi setinggi2nya adalah ketepatan dalam membuka gas sesuai RPM dan kecepatan dalam memindah gigi yg tepat pada saat power maksimum berada, begitu juga faktor mesin yang punya torsi besar dan kesempurnaan elektronik dalam menghandle power delivery ke roda belakang jg berpengaruh, CMIIW

    Disukai oleh 1 orang

    • Nah, problemnya lebih ke ECUnya, karena pembalap harus mengandalkan fitur anti wheelie dari ECU. Karena kalau nggak pakai perhitungan, motor akan jadi wheelie dan malah ketinggalan.

      Suka

      • jangan lupa ada satu faktor lain yng juga berpengaruh, yaitu seberapa cepat dan seberapa mulus SSG (Seamless Shift Gearbox) tiap2 pabrikan itu bekerja, dan sbg pioner, SSG hando saat ini bolehlah dibilang paling bagus. itu terlihat dari brapa kali markuz bisa ngacir duluan dan bisa duluan masuk tikungan pertama saat dimulai balapan. Selain itu juga seberapa cepat mesin2 prototype masing2 pabrikan itu revving up, kalo yg mesinnya typikal quick revving macam V4 nya Ducato dan hando ane rasa lebih cepet spinning up nya ketimbang mesin inline crossplane yg mana kayak musti “digantung” dulu gasnya alias ada “sedikit jeda” sebelom rev-up. CMIIW

        Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.