Bingung perpres kendaraan listrik dan masuk APBN, Viar dan PCX nggak kediskon? Emang harga GESITS turun?


Maaf bila penulis pesimis, membaca peraturan presiden untuk kendaraan listrik, penulis jadi merasa bakal masih lama motor listrik bakal jadi murah:
PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 55 TAHUN 2OI9 TENTANG PERCEPATAN PROGRAM KENDARAAN BERMOTOR LISTRIK BERBASIS BATERAI (BATTERY ELECTRIC VEHICLE UNTUK TRANSPORTASI JALAN (backup)

Pemerintah memang akan memberikan insentif:

Namun insentif tentu akan diberikan bila motor listriknya memenuhi kriteria:

Dari kriteria tersebut, rasanya cuma GESITS yang bisa. Tapi entah yang versi sekarang ini apa benar kandungan lokalnya sudah lebih dari 35%. Karena baterai saja impor. Gulungan kawat motor penggerak juga impor. Mungkin bagian elektronik buatan lokal, tapi komponen macam transistor, IC dst apa lokal juga ya?

Bagus karena ada kebijakan untuk pengurangan biaya komponen motor listrik. Tapi apa sudah diidentifikasi komponen apa saja yang dapat keringanan? Kalau ada teknologi baru bagaimana? Rasanya ini masih lama baru akan terwujud.

Selain itu baterai juga menjadi kendala. Diminta untuk pakai buatan lokal. Yang boleh impor baterai adalah perusahaan yang niat buat pabrik lokal. Inginnya baterai dibuat 100% di Indonesia. Walau mungkin bahan mentah masih harus impor.

Pemerintah sih yakin harga baterai bisa murah:
Luhut Usulkan Mobil Listrik Pakai Dana APBN 2020

Mengenai harga mobil listrik itu sendiri, menurut Luhut jika memang terbilang mahal, maka baterainya akan dibuat sendiri. “Pasti kan cost-nya menurun, tapi kan cost itu juga ada harga dengan udara yang bersih,” lanjut Luhut.

Selain mobil listrik, Luhut juga membahas mengenai percepatan pelarangan ekspor nikel. Menurutnya semua sudah diatur sebaik mungkin oleh presiden.

Tapi apa itu bisa cepat?

Rasanya tidak akan bisa secepat itu Indonesia bisa buat baterai sendiri. Kalau yang buat motor listrik dilarang impor baterai sendiri, maka justru industri motor listriknya yang terhambat. Kalau industri motor listriknya terhambat maka investor akan malah buat pabrik baterai.

Rasanya untuk pertama jangan sampai ada pembatasan impor komponen motor listrik ataupun baterai. Bahkan kalau perlu impor motor listrik komplit dibuka bebas dan diberi keringanan biaya.

Kalau sudah ramai, tentunya bakal ada yang tertarik buka usaha baterai lokal.

 

Semua ini artinya bahkan motor GESITS pun masih lama baru bisa jadi murah. Dan motor semacam Viar dan Honda PCX akan mustahil dapat keringanan. Jadi rasanya motor listrik masih akan lama baru akan terjangkau. Bisa jadi motor listrik impor akan lebih murah. Tapi tahu sendiri motor listrik produk Cina sulit masuk Indonesia.

Dari investor pun sepertinya bakal pikir pikir. Mungkin itu sebabnya pemerintah ngejarnya ke perguruan tinggi:
APBN Diarahkan untuk Dukung Kendaraan Listrik

“Dari ITS, UGM, itu harus betul-betul memeras kemampuannya untuk menghasilkan produk yang lebih bagus lagi,” ujar Luhut.

Selain itu, menurut dia pasar kendaraan listrik di Indonesia nantinya juga bakal terus berkembang. “Semua orang maulah, saya aja tadi mau beli. Suaranya ngga ribut. Ya itu nanti supply demand dan kenyamanan, ambience,” jelas Luhut.

Menurut penulis soal harga vs performa itu penting bagi perkembangan motor listrik. Sekarang ini motor listrik lebih cocok dipasarkan sebagai motor gengsi gengsian.

Ya semoga yang berikut ini dilakukan hanya ketika motor listrik itu sudah benar benar setara dengan motor bensin.

Bagian Keempat
Pengendalian Penggunaan Kendaraan Bermotor Berbahan Bakar Minyak Fosil Dalam Negeri

Pasal 16
(1) Dalam rangka percepatan penggunaan KBL Berbasis Baterai, Pemerintah Pusat dapat melakukan pengendalian penggunaan kendaraan bermotor berbahan bakar minyak fosil secara bertahap.
(2) Pengendalian penggunaan kendaraan bermotor berbahan bakar minyak fosil secara bertahap dilakukan berdasarkan peta jalan pengembangan industri kendaraan bermotor nasional.

5 respons untuk ‘Bingung perpres kendaraan listrik dan masuk APBN, Viar dan PCX nggak kediskon? Emang harga GESITS turun?

  1. Anu,
    yg kemaren pernah dibuat oleh timnya Pak DI yang katanya gak lolos uji emisi itu bagaimana?
    Kenapa kok setelah ada “pabrikan” baru itu digencarkan.
    Terus, kalo masih pakai PLTD dalam pembangkitan listriknya, maka gak murah dan gak bersih juga kok udara.
    Kecuali, pake pembangkit listrik tenaga nuklir. Satu lagi, yang dulu katanya Indonesia menemukan pembangkit Listrik dengan bahan bakar Thorium itu kok gak ada berita ya lagi

    Jangan-jangan memang “ada” yg gak suka Indonesia mandiri dalam hal Ketahanan Energi, Ketahanan Pangan, dan Pengembangan serta penguasaan teknologi.

    Suka

    • Soal yang tidak lolos uji emisi dan tidak laik jalan, sepertinya sekarang tidak diharapkan perorangan bikin motor listrik sendiri. Jadi pengembangan sangat bergantung pada yang punya modal sangat besar. Entah mengapa disebut tidak lolos uji emisi. Tapi faktor overheat baterai itu memang beneran diacuhkan pembuat kendaraan listrik dalam negeri.

      Untuk listriknya, sekarang saja krisis, jadi mau pindah ke yang teknologi canggih atau yang polusi rendah rasanya masih jadi mimpi.

      Soal ketahanan, masyarakat memang tidak suka pemimpin yang ingin bebas dari negara barat. Tapi kadang orang memilih itu tanpa mikir dan cuma seenaknya.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.