Honda India perkenalkan matik Activa dengan teknologi ala Bluecore, jadi mahal gara gara standar Euro


Unik juga cara Honda India memperbaiki performa dari motor paling populernya, Honda Activa. Bisa lebih irit 13%:
First BSVI Scooter Activa 125 FI Launched; Returns 13% More FE

Model baru bisa lebih irit 13% itu sakti banget. Memang sih katanya motor ini dilengkapi teknologi baru yang mencakup 26 paten.

Mesin motor sudah dilengkapi dengan teknologi idling stop system sekarang. Juga ada teknologi saat start senyap saat jalan berisik, ACG. Lampu depan juga sudah LED. Speedometer katanya sudah update (jadi mirip vario lama atau Honda Beat baru):

Namun yang penulis perhatikan adalah dari sisi mesin. Versi sebelumnya itu dilengkapi mesin 109 cc dengan tenaga maksimal 5,86 kw dan berat 109 kg.

Nah yang versi baru pakai mesin 124 cc dengan tenaga maksimal 6,10 kw dan berat 111 kg.

Padahal motor Honda Vario 125, yang sama sama 125 cc itu tenaga maksimalnya adalah 8,2 kw, dengan berat juga 111 kg.

Ada perbedaan tenaga cukup besar antara Honda Activa 125 dengan Honda Vario 125 walau sama sama Hondanya dan sama sama 125 cc nya.

Jelas bahwa yang punya Activa itu difokuskan biar irit. Menurut penulis ini merupakan teknik yang sama dengan yang diterapkan oleh Yamaha dengan “teknologi” Bluecorenya. Kebetulan irit yang dicapai oleh Byson Bluecore itu hampir mirip, di 14%:
Blue Core ternyata sudah diterapkan di motor Yamaha model sport juga yaitu Yamaha FZ-S FI Version 2.0 alias Byson India

Tekniknya mirip dengan perubahan dari mesin jaman Mio J
Irit ala Yamaha Blue Core dicapai dengan mengorbankan tenaga

Ke jaman Blue core:

Dari kelas 115 cc ke 125 cc tenaga naik dari 5,7 kw ke 7 kw. Padahal kelas Xeon tenaganya 8,4 kw:

 

Selain trik ala Blue Core, motor Honda Activa baru ini harganya jadi lebih mahal 15%. Katanya ini karena penerapan teknologi yang mendukung standar emisi BS VI atau setara Euro 6, dari asalnya BS IV atau setara Euro 4.
Bharat Stage VI – The Next BIG Challenge for Makers

And BS6 are stringent norms which are technically challenging as well, specially for a cost-conscious market like ours. Many manufacturers have already spelled the expected price hike to be in the range of 10-16 percent for their motorcycles and scooters.

Wah, padahal di Indonesia masih Euro 3. Kalau nanti mendadak dipaksa harus memenuhi standar emisi Euro 6, bisa bisa harga motor naik 20% dong?

Iklan

10 respons untuk ‘Honda India perkenalkan matik Activa dengan teknologi ala Bluecore, jadi mahal gara gara standar Euro

  1. Mio M3 emang aslinya irit kok bensinnya, namun sayangnya tidak dibarengi dengan performa CVT yang mumpuni macam punya beat esp series, sehingga untuk akselerasi 0 – 80 km/jam konon katanya terasa lebih cepat dan lebih bertenaga punya beat, tentu ini jadi hal buruk untuk yamahmud karna jadi bahan ejekan, bullyan, dll bahwa cc udah lebih gede udah offset 15 cc dari kompetitor tapi tarikan masih memble aja, alias menjadi hal yg negatif, pandangan buruk. Karna tidak bisa dipungkiri mindset orang2 kita pada umumnya adalah naik cc = tenaga lebih gede, tarikan lebih njengattt, dan opini semacam ini juga dibangun oleh blogger terkenal sewaktu test ride hando genio dimana tarikannya dibilang tidak seperti motor matic 110 cc namun serasa matic dg kubikasi diatasnya.

    #bolehsetujuatautidak

    Suka

    • Kalau di level petinggi, Honda dan Yamaha sepertinya saling kerjasama. Bisa jadi pas petingginya ketemuan di lapangan golf.
      Yamaha & Honda Atur Harga Motor Matik Di Lapangan Golf

      Investigator KPPU Frans Adiatma mengatakan, mendapatkan bukti surat elektronik (email) internal Yamaha yang dikirimkan oleh Direktur Marketing YIMM Terada dengan subyek email Retail Pricing Issue yang dikirim ke Vice President YIMM Dyonisius Beti, Direktur Sales YIMM Sutarya untuk mengikuti harga jual Honda.

      Kalau di level fans ya dibuat musuhan. Mungkin seperti ceritanya persaingan antara panther dan kijang jaman dulu. Bedanya Honda vs Yamaha itu tidak satu induk perusahaan.

      Suka

  2. BTW mesin byson gen awal itu sebetulnya mesin yg paling ideal kalo dipake all rounder karna basis nya adalah “Square-Engine” dimana menurut RAT Sidoarjo mesin dg konvigurasi engine demikian mampu membagi rata power di putaran bawah dan atas. Sayangnya pengembangan Teknologi Blue Core nya kenapa kok harus turunin cc segala, rubah konvigurasi engine yg sebetulnya sudah berpotensi?
    Inti dari teknologi Blue Core kan ane kira supaya mesin lebih irit BBM namun tetap bertenaga, jika masih bertahan dg basis mesin yg sama, hal itu bisa di lakukan misalnya dg :
    1. Mengurangi Koefisien Gesekan Piston dg cylinder wall, bisa dg melapisi teflon atau membuat alur got oli pada dinding piston.
    2. Mengurangi bobot total piston dan menggunakan ring piston low friction serta mengurangi bobot klep dg mengecilkan diameter batang klep.
    3. Oprek ulang area silinder head dg misalnya meningkatkan rasio kompresi sedikit, memperbesar diameter klep in (mencontoh Hando pada mesin gen New Megapro dimana dikatakan punya diameter valve in besar mencapai 30mm, sementara byson gen 1 cuma 28mm), dan mengatur ulang kubah ruang bakar serta pengaturan ulang camshaft.
    4. Optimalisasi pengapian dan sistem injeksi

    CMIIW

    Dengan ubahan2 diatas ane rasa malah justru lebih hemat biaya R&D nya ketinbang harus ganti konvigurasi mesin segala yg artinya “jig” untuk bikin blok, kop, dan lainnya tak perlu berubah.

    Sekarang bisa kita lihat bukan penjualan byson di Indo makin ancuurr, sedari awal sudah salah langkah sih terlalu ngikut yg di India, makanya yamahmud terlihat ogah untuk ngikut terjun jualan sport murah pendingin udara karna mungkin rugi lantaran penjualan byson tidak BEP tidak sesuai target.

    Padahal diri ini masih menantikan Yamaha Factor 150 atau Fazer 150 seperti di Brazil yg tak tau kapan akan muncul dimari.

    Suka

    • Mungkin pabrikan memang tidak memikirkan potensi. Tapi cari yang maksimal berdasarkan kebutuhan.

      Sip sarannya. Yang seperti itu sepertinya cuma bisa dilakukan aftermarket karena untuk pabrikan mungkin menganggap terlalu mahal (1), tidak presisi dan ringkih (2), malah bikin boros (3), menurut mereka sudah maksimal (4).

      Bisa jadi blue core itu bukan R&D tapi cuma filosofi.

      model lebih keren tidak dimasukkan mungkin karena takut merusak pasar vixion (yang sebenarnya sudah rusak).

      Suka

      • kalo bikin piston ringan dg modif jalur oli aja masak dibilang mahal Om? bukannya malah lebih mahal coating teflon kayak di mesin Kharisma 125/Supra X 125?

        kalo ngecilin diameter klep dianggap tidak presisi dan ringkih, lha mesin hando rata2 pake diameter batang klep 4.5 mm lho, sedangkan yamaho sekitar 5-5.5 mm, lebih kecil lebih ringan, plus more flow kabut BBM tentunya

        kombinasi klep gede untuk in dan kecil unt ex sudah dilakukan yamaho pada mesin gen Mio M3, kabarnya pake valve in 25.5 mm dan out 20.5 mm, selisih 0.5 mm lebih gede dari klep Beat ESP, katanya trik tersebut meniru apa yg telah dilakukan hando dan buktinya bener kan mesin mio m3 jadi irit, klep gede belom tentu boros kok.

        untuk injeksi, katanya hando adalah pabrikan yg mampu membuat semburan partikel BBM terkecil di dunia ya? ada tertulis di manual book beat nyokap, hehehe…. sehingga membuat kabut terbakar tuntas, katanya… 😀

        #bolehsetujuatautidak

        Suka

        • Ok. terima kasih penjelasannya. Untuk piston ringan saya kira sebelumnya dari bahan berbeda. Untuk bobot klep mengapa harus dikurangi bila tidak untuk rpm tinggi?

          Untuk irit, rasanya tidak bisa lepas dari mesin dengan kapasitas lebih besar tapi fokus ke iritnya.

          Kalau semburan partikel terkecil, bisa jadi. Tapi tentu gampang buntu juga.

          Suka

          • ya ngaa ringan2 banget kayak klep resing lah, yg penting dg batang klep kecil akan melancarkan airflow, batang klep kan juga termasuk hambatan, kalo hambatannya sedikit dikurangi maka akan lebih bagus buat laju aliran kabut bbm, gitu yg ane tau sih , , ,

            kalo partikel kecil itu apa dicapai dengan memperkecil diameter lubang nozzle kah? atau dengan meningkatkan tekanan pompa injector, macam semprotan buat mandi burung atau buat tanaman itu, klo ujung nozzlenya diputer kekanan maka semburannya makin halus? apa semacam itu kah?

            Suka

            • Kalau untuk irit, aliran udara justru perlu dikurangi dan valve diperkecil biar aliran udara lebih konsisten.

              Kalau yang saya tahu tekanan bensin itu tetap. Bedanya adalah pada lubang injector, lubang sekian vs sekian. yang banyak makin kecil lubangnya, karena mereka butuh konsisten keluaran bensinnya biar ECU nggak bingung

              Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.