Terlalu sering di crashkan motornya, Crutchlow niat pensiun karena sakit semua


Sudah beberapa waktu ini Cal Crutchlow mengeluh karena seringnya crash yang ia alami membuat banyak mengalami cedera dan cederanya nggak sembuh sembuh. Dan rupanya cedera ini membuatnya patah hati sehingga memutuskan untuk pensiun begitu kontrak berakhir. Jadi nggak pakai menunggu keputusan LCR Honda saja (dulu sempat bilang nggak yakin bakal dikontrak lagi):
Crutchlow: Physical pain could sway retirement call

Keputusan ini dilakukan karena saat membalap terakhir ia merasa nggak bisa cepat lagi. Badan juga sakit semua. Terutama di tungkai kaki sebelah kanan. Ia ingin operasi untuk membenahi tapi takut karena dibilang masa pemulihan bisa sampai 2 tahun.

Crutchlow menyebutkan bahwa crash yang terjadi itu bukan salah dirinya tapi salah motornya:
Crutchlow: It is like a broken record with front feeling

“It is like a broken record, we lose the front and that is it,” Crutchlow said. “With regards to how many crashes I had last year all of them were with the front except for one. So you can imagine my feeling this year is not great with it.”

A lot of this stems from the engine brake. The bike is so unstable entering the corner,” he explained. “They are two separate things but the problem is if you have good corner entry with the engine brake and not the shaking then you might be alright, you might crash because you hit a bump. I was going fast, that was enough.

Sebelumnya penulis juga sudah beberapa kali menyinggung bahwa Marquez sekarang jarang jatuh itu bukan karena bisa menghindari crash tapi karena kalau motor kehilangan kendali bisa menyelamatkan diri sehingga nggak jatuh.

Cal Crutchlow dan Jorge Lorenzo tidak punya skill itu. Apa Lorenzo akan mengalami hal yang sama?

Kalau tidak salah, Takaaki Nakagami juga membalap dalam kondisi cedera saat ini.

7 respons untuk ‘Terlalu sering di crashkan motornya, Crutchlow niat pensiun karena sakit semua

  1. Intinya itu motor buat Marquez bukan buat yg lainnya. Kabar bagus dan kabar jelek buat Honda, klo Marquez kabur, Honda akan gigit jari lg selama bertahun2.

    Suka

  2. […] Bila di tim lain masalah utama adalah pada ketidak mampuan untuk menemukan setelan pas di saat akselerasi, di Honda masalah yang juga besar adalah pada deselerasi. Untungnya Cal Crutchlow memberikan pencerahan untuk hal ini, yaitu soal engine brake yang angin anginan. Engine brake yang tidak konsisten di setiap lapnya (di tikungan yang sama) membuat pembalap Honda sering melakukan kesalahan. Yang kalau fatal akibatnya adalah crash. – Crutchlow: motor Honda sekarang makin parah, tapi Marquez makin hebat – Engine brake Honda yang meningkatkan resiko crash, masalah ECU Magneti Marelli lagi? – Terlalu sering di crashkan motornya, Crutchlow niat pensiun karena sakit semua […]

    Suka

  3. […] Bila di tim lain masalah utama adalah pada ketidak mampuan untuk menemukan setelan pas di saat akselerasi, di Honda masalah yang juga besar adalah pada deselerasi. Untungnya Cal Crutchlow memberikan pencerahan untuk hal ini, yaitu soal engine brake yang angin anginan. Engine brake yang tidak konsisten di setiap lapnya (di tikungan yang sama) membuat pembalap Honda sering melakukan kesalahan. Yang kalau fatal akibatnya adalah crash. – Crutchlow: motor Honda sekarang makin parah, tapi Marquez makin hebat – Engine brake Honda yang meningkatkan resiko crash, masalah ECU Magneti Marelli lagi? – Terlalu sering di crashkan motornya, Crutchlow niat pensiun karena sakit semua […]

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.