Kejanggalan pengakuan Marquez seputar insiden hampir tabrakan di kualifikasi San Marino


Bro Donflamingo kasih head up soal insiden antara Marquez dan Rossi di sesi kualifikasi MotoGP di Misano World Circuit Marco Simoncelli. Pendapat media sepertinya terpecah dalam hal ini ada yang mendukung Rossi dan ada yang mendukung Marquez.
FREE: Rossi and Marquez almost clash in qualifying

Saat Marquez bengong karena di block pass Rossi

Bagaimana menurut penulis? Marquez itu adalah pemuda yang cerdik (terjemahan dari cunning)

Arti kata yang pertama juga termasuk

Dan Rossi itu bapak bapak yang reaktif (alias kalau dendam langsung beraksi).

Inti kejadiannya sih Marquez menyalip Rossi karena merasa Rossi laptimenya sudah gagal:

Aksi menyalip itu malah menyebabkan Marquez jadi keluar lintasan.

Dan karena tahu laptime Marquez gagal, Rossi jadi punya alasan menyalip Marquez. Walau menyalipnya pakai teknik block pass, habis menyalip lalu ngerem:

Marquez sempat kualahan dan hampir jatuh.

Rossi sendiri mengaku nggak tahu laptimenya sudah gagal:
Rossi: “I didn’t know I was on the green”

Marquez sendiri mengaku nggak paham mengapa Rossi melakukan itu. Dianggap manuver itu aneh.
Marquez questions Rossi’s “intention” in Misano run-in

“At the moment even I didn’t understand what happened, because that kind of overtake in qualifying practice is a little bit strange,” Marquez said. “I don’t know which was the intention, you must ask him.

Marquez nggak menyangka Rossi akan melakukan itu karena yakin laptime Rossi sudah gagal:

“Of course was an aggressive reaction because I didn’t expect,” he added. “I didn’t expect because his lap was also cancelled, because in the exit of Turn 6, and this is important, he already touched the green.

Ia menolak kalau dikatakan sengaja mendompleng:

“Anyway I will explain from the beginning, to be clear – because people will say ‘ah, because he was following again Valentino’, but it was not like this.

Tapi alasan yang ia kemukakan itu nggak wajar:

“I go out from the box, you can check that I go out and I was completely alone, with the last tyre, then when I arrive on the back straight, Valentino was waiting, was riding very slow, and then just I stopped behind him, because I was in front of him in the standings [classification].

“We start the last lap, I just put some gap between us, and then when we go out from Turn 6, already he touched the green [paint], so his lap was already cancelled then. And then I saw that he was riding fast but not super-fast.

“I had the chance to overtake him in the back straight. Then when we arrive in Turn 14, I just go in, I saw one bike black and yellow arriving very very fast inside with a speed that is impossible to [make] that corner [with].”

Kejanggalan pertama adalah Marquez menyebut Rossi menunggu. Dan tentunya Marquez keluar dari pit itu sudah bisa memperhitungkan bahwa pasti Rossi ada di depannya. Jangan dianggap keluar dari pit itu buta situasi lintasan. Pasti tahu dong posisi pembalap. Dan keluar dari pit tentunya bisa memilih situasi yang menguntungkan.

Lalu kejanggalan kedua adalah Marquez memilih berkendara di belakang Rossi karena posisinya sedang lebih bagus. (tahu begitu mengapa nggak membiarkan Rossi melaju duluan sendiri?)

Kejanggalan ketiga adalah Marquez memutuskan sendiri bahwa Rossi sudah menginjak aspal hijau (lap time gagal).

Kejanggalan keempat adalah ia menyebut Rossi menyalip dari dalam dengan kecepatan yang mustahil bisa melalui tikungan dengan baik. Padahal ia sendiri sebelumnya menyalip Rossi dari dalam dengan kecepatan yang juga mustahil bisa melalui tikungan dengan baik. Buktinya ia harus melewati bagian hijau juga:

Rossi sendiri mengenang yang terjadi pada tahun 2015:
Rossi: “Marquez mi ha superato per rovinarmi il giro”
Rossi: Marquez knew he was ruining my lap

Ia menyebut bahwa usaha menyalip yang dilakukan Marquez itu merusak laptimenya (karena tidak merasa laptime gagal).

Bisa jadi dua duanya bohong. Tapi motivasi Rossi jelas balas dendam. Motivasi Marquez dari awal adalah mendompleng. Bukti sebelumnya juga menunjukkan bahwa Marquez pun tega menyabotase lap time lawan.

Ini analisa saya. Bila ada yang merasa nggak pas silahkan komentar. Penulis kurang setuju pendapat berikut, karena menurut penulis justru kalau dibuat kabur malah jadi bikin panas.
Insiden Misano memanas, Race direction panggil Rossi dan Marc !!

Last…IWB sendiri nggak akan memberikan analisa siapa yang salah karena akan menimbulkan gesekan antar fansboy. Yang jelas insiden seperti Dejavu Sepang Clash 2015 Pakdeee.

Menyebutkan hal ini juga sebenarnya menunjukkan ada hal yang aneh:

Awal mula terjadinya Clash ini ialah, ketika Last Run setelah seluruh rider masuk pit dilima menit akhir sesi. Terlihat Marc Marquez terus membuntuti Valentino Rossi dan mereka sempat saling adu overtake dalam sepanjang Last Lap hingga akhirnya pada Tikungan yang cukup tajam layaknya Hairpins Rossi memaksa masuk melalui dalam dan hampir menabrak Marc Marquez, membuat mereka harus melebar. Wahh auranya ora enak kiii….

Menurut penulis adu overtake di saat kualifikasi adalah hal yang nggak wajar. Kalau dilihat dari pengakuan Marquez sebelumnya maka jelas yang Marquez yang memutuskan untuk adu overtake. Ini jelas tanda nggak sportif.

Videonya:

Race director memutuskan tidak ada hukuman:

Iklan

13 respons untuk ‘Kejanggalan pengakuan Marquez seputar insiden hampir tabrakan di kualifikasi San Marino

  1. Jelasnya markuz memang sengaja ngedompleng perlu diingat waktu QTT dan hampir habis jadi mau gak mau Rossok juga pastinya mengerahkan segenap kemampuan motornya, tapi buat fansboy yg gak terima pasti bilangnya “kalo motornya lemot, kalo motornya pelan, ya sebaiknya minggir saja kasih jalan pembalap yg berada dibelakangnya yg lebih cepat”, mana yg salah mana yg benar? Ah mbohlah, ane males nanggepinnya, tapi satu hal yg pasti, kejadian mendompleng seperti tadi itu tidak hanya terjadi sekali saja lho.

    Suka

  2. Mm93 memang sedang melakukan “permainannya” , biasanya yg dimainin MM93 itu MV12 ingat waktu di seri brno saat FP slalu ngintilin , kadang ngelambatin klo udh d depan, atau trus tau2 nyalip di titik blindspot

    MM93 sempet jg maenin rins saat di Q2 brno , tapi dijabanin rins ampe si MM93 hampir jatoh kesrnggol

    Eh di misano yg jelas2 kandangnya italiano malah maen2 ama mbah nya tuanrumah

    Dan memang bener rossi pun tipikal reaktif, apabila dikadalin doi bakal bales lebih kadal lagi

    Suka

  3. Dorna diam saja masalah kualifikasi begini. Harusnya sendiri2 diberi waktu berapa lama, jangan rame2 kan ada pendompleng. Harusnya ada penyunatan rpm mesin biar MotoGP biar rame tontonannya. Namanya juga hiburan.

    Suka

  4. Kayaknya MM juga sering memainkan blockpass deh dalam race. Sehingga selalu bisa di depan. Terlebih begitu lawan ngerem, dia langsung ngacir.
    Terutama kalo motor lawannya itu kenceng di straight line, tapi agak sulit di tikungan. Jadi, motor itu ketika udah punya racing line bagus di tikungan, gak bisa kenceng di jalur lurus. karena pas deket tikungan, MM melambat dan memainkan tarik ulurnya biar lawannya lemes dan capek.
    Kalo lawannya kenceng didepan tapi kedodoran di tikungan, dia manfaatin fenomena slipstream.

    Yg jelas, MM memang Cunning. Gak cuman sama VR. sama AD, sama MV, sama AR juga gitu.

    Setahu saya yg bisa ladenin MM dengan baik itu JL+Yamaha

    Suka

    • Memang itu keahlian Marquez. kadang bisa bikin lawan di belakang salah tingkah juga. Sekarang ini Honda jadi motor terkencang di lintasan lurus sih.

      Soal Lorenzo, nasib kali ini dilema antara pemulihan dan dipaksa harus kencang..

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.