Mitos bahwa YSS DTG keras, G-Plus paling empuk itu terbongkar dengan fakta ini, dan tips menghindari ketipu beli yang keras


Sebelummhya penulis sempat heran dengan sebut review yang mengklaim bahwa YSS DTG itu skok YSS yang paling keras. DTG Evo lebih empuk. Pro ZR disebut jauh lebih mendingan. Yang paling empuk katanya adalah YSS G-Plus Gold Series.

Apa itu benar?

Karena penasaran tersebut maka penulis jadi sering memperhatikan motor yang pakai suspensi aftermarket. Kesimpulan penulis adalah YSS DTG itu suspensi yang paling bikin stabil motor, termasuk juga Pro ZR. KYB itu nggak beda dari bawaan, kadang malah lebih parah (populer di ojek online ya?). DBS itu empuk limbung. Ride It itu tampilannya jadi jelek kalau dipasang. Level di bawah DBS. Yang pakai Ohlin motor anteng kalau jalan mulus, kalau jalan nggak rata lebih goyang dari YSS DTG, tetap lebih stabil dari standar. Yang pakai G-Plus itu antaranya Ohlin dan DTG.

Tapi penjelasan berikut bukan berdasarkan pengamatan, tapi informasi nilainya sudah asli dari pabriknya. Yaitu nilai kekerasan per yang tercantum pada bagian luar suspensi belakang YSS.
Katalog suspensi YSS 2018

Ini contoh di milik penulis, YSS DTG model lama:

Ada angka 46, 27, 45 dan 210. 46 itu diameter pernya. 27 dan 45 itu kekerasan per (2 tingkat kekerasan). 210 itu panjang per.

YSS DTG Evo lebih empuk?
Mitra 2000

Nggak juga, angkanya ngeplek sama persis kok:

Memang sih YSS DTG Evo ada yang lebih empuk:

Tapi cuma beda dikit banget, 25-45:

Yang Pro ZR juga sama:

Persis yang DTG Evo, 25-45:

 

Yang menarik, nilai kekerasan dari YSS G-Plus untuk double shock itu ternyata sekitar separuh dari YSS single shock:

Tapi agak lebih keras sih. 14 x 2 = 28, 25 x 2 = 50. 28 dan 50 vs 25/27 dan 45.

Perhatikan nilai kekerasan ini. Karena katanya ada penjual skok YSS yang nakal karena menjual single shock sebagai double shock. Katanya karena perbedaan harga lumayan.

Yang single shock 1,685 juta:

Yang double shock 3,95 juta.

Dua buah tipe single shock totalnya 3,7 juta. Lumayan juga selisihnya. Tapi bakal kerasa banget konsumennya. Karena per untuk single shock dipakai double shock maka nilai kekerasannya bakal dua kali lipat.

Sebagai perbandingan, harga YSS DTG Evo dan Pro ZR:

 

Yang unik, tanpa ada omong omong atau informasi. YSS DTG G-Plus itu ada yang model empuk juga. Yang double shock nilainya 15 dan 17:

Yang single shock model soft nilai kekerasannya 25 dan 35:

Mungkin yang pernya seperti itu yang dibilang terlalu empuk.

Padahal versi Indonesia katanya lebih keras:
Suspensi YSS Thailand untuk Indonesia Ternyata Dibikin Beda

PT Mitra Lestari Motorindo (Mitra2000) selaku distributor. Namun, produk buatan Thailand ini tidak berarti sama dengan yang beredar di Indonesia. “Khusus yang Indonesia, makanya kan ada yang ‘for export’, itu dusnya, packaging-nya berbeda,” kata Teddy Hartono, CEO Mitra2000. Perbedaan salah satunya ada pada per. Perbedaan ini sendiri diberikan khusus untuk Indonesia karena terkait alasan kondisi jalan. “Jadi memang yang untuk Indonesia, kan kita memang banyak jalan rusak ya. Jadi strut sama pernya berbeda. Pernya dibuat harus sedikit lebih keras supaya tidak mentok,” kata Teddy.

Tapi kok ada beda nilai kekerasan per nggak dipublikasikan atau disebutkan di website resmi atau website jualan? Repot kalau penjual (termasuk Mitra2000) pakai rahasia rahasiaan nilai kekerasan begini. Jadinya ada yang belinya terlalu empuk, ada yang terlalu keras.

Saran penulis, kalau berat bro lebih dari 70 kg, beli yang kekerasannya 25 dan 45 saja, jangan yang 25 dan 35. Apalagi kalau istri juga senasib.

Sekarang apa masih ada YSS palsu ya?

Artikel lanjutan:
Beda cara menyetel suspensi YSS lokal dengan di Amerika, yang vital di Amerika, dicueki di Indonesia

Soal per:
Suspensi itu terdiri dari per dan penghambat gerakan suspensi

17 respons untuk ‘Mitos bahwa YSS DTG keras, G-Plus paling empuk itu terbongkar dengan fakta ini, dan tips menghindari ketipu beli yang keras

    • Setelan di tabung hanya untuk mengatur hambatan (shock breaker) suspensi. Makin dihambat maka gerakan suspensi makin cepat mandeknya. Sementara itu per makin keras akan membuat goncangan makin cepat. Setelan yang merubah kekerasan per adalah preload. Tapi nggak bakalan sama dengan kalau pernya beda.

      Nyaman di kecepatan tertentu = kekerasan per sesuai dengan hambatan shock breakernya. Suspensi keras = per nggak matching dengan shock breaker. Per keras butuh hambatan besar biar motor nggak berguncang terus. Hambatan (shock breaker) besar akan membuat suspensi seperti mati.

      Kalau pernya beda, setelan compression / rebound perlu disesuaikan lagi.

      Suka

  1. Di oneteamstore.com/yss sebagian produk disebutkan kode spring rate-nya. Untuk toko lain kita bisa chat sama penjualnya, kemudian bandingkan dengan YSS Master Catalogue 2019.

    Suka

    • Sip, terima kasih infonya. Iya, saya barusan cek memang ada. Sayang nggak bisa memilih spring rate untuk tipe yang sama. Karena tentunya spring rate tidak ditentukan hanya dari motornya tapi juga dari segede apa ridernya. Harus pilih tipe lain, tapi cuma ada yang lebih keras saja (heavy duty), dan tipe yang nggak heavy duty nggak disebut angkanya.

      Suka

  2. Belum pernah nyoba yang seri G tapi dulu sempat pakai yang seri Hybrid di PCX CBU 150 1st gen (sampai dijual), dari pengalaman bedanya jelas banget, waktu pakai yang bawaan kalau buat bonceng istri lewat poldur mentok begitu diganti gak mentok lagi. Tapi untuk performa IMHO masih bagusan punya Skywave (mungkin ban yang ring 16 juga ngaruh). Alasan pilih Hybrid karena harganya waktu itu yang paling terjangkau dan belum ada pilihan tipe maupun merk lain yang khusus untuk PCX. Belinya di tempat resmi yang di daerah Ancol tapi boro-boro ditanya berat badan setelan preload juga dikasih yang default dan seingat saya gak ada petunjuk detail di manual dan website-nya. IMHO ganti shock aftermarket di sini ujung-ujungnya lebih ke biar kelihatan gaya saja sama feeling karena produsen dan sellernya kurang informatif.

    Suka

    • Sip, terima kasih sharingnya. Iya, kalau beli skok di Indonesia itu seakan akan skoknya bisa untuk semua motor dan semua orang.

      Setuju dengan minimnya informasi. Bahkan kadang setelan palsu pun nggak diberitahukan (macam yang ada pada skok aftermarket showa). Di website KYB informasi malah ngaco dan jelas seenaknya sendiri.

      Iya, selama cara penjualannya tetap seperti ini, orang beli skok itu cuma untuk gaya. Kalau sudah begini, rugi banget beli di toko resmi. Mending beli di importir lain yang jauh lebih murah dan tampilannya sama.

      Rasanya jarang yang palsu. Toh kalau bermasalah, biaya servis masih jauh lebih murah dari selisih harga beli di toko resmi.

      Suka

  3. Iya gan..spring rate yang penting kalo mau empuk/keras. Sayang yss tidak memberikan info per dengan spring rate sekian untuk bb rider sekian jadi kita gak punya patokan. Dan satu seri shock bisa berbeda beda spring ratenya kalo gak jeli milih bisa zonk 😁

    Suka

    • sip, iya. Harusnya spring rate tidak dipilihkan dari jenis motornya saja tapi dari bobot ridernya juga. Tapi aneh juga ya bila rider sekelas bro Kobayogas saja dianggap terlalu enteng?

      Suka

  4. Saya pasang monoshock yss buat motor scorpio saya…dan terasa keras kaya shock mati…stel kekerasan sudah dari yg bawah sampai yg paling atas..ga ada perubahan….ini lagi coba mau ganti per nya dari shock asli bawaan scorpio mudah2an berhasil

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.