Info dan analisa cara kerja eco racing, serta membedakan antara yang asli dan yang palsu


Penulis membuat artikel ini sebagai seorang konsumen yang ingin tahu fakta seputar eco racing.

Sebelumnya penulis sudah membahas soal keraguan keabsahanan uji lab dan sertifikasi MUI Jabar:
Heboh aditif bensin anti kerak Eco Racing malah jadi sumber kerak, hasil ujinya bohongan?

Kali ini penulis mencoba membahas cara kerja eco racing dari penjelasan mereka. Dan yang lebih penting lagi adalah cara membedakan antara yang asli dan yang palsu. Karena sepertinya pernah terjadi mitranya eco racing dapat produk palsu:
Baru 11 bulan motor dh turun mesin.. hadeeehh.. 2 jt buat benerin nih motor

Untuk membedakan asli dan palsu, ada yang menyarankan untuk membedakan dari warnanya.

Namun warna kan mudah ditiru. Bungkus juga bisa dengan mudah ditiru.

Dari bau juga nggak bisa, karena yang asli pun ternyata tetap bau kamper:
Membongkar rahasia pil eco racing yang tidak pernah diungkap kepada pelanggan secara terbuka.

Apakah sobat mencium baunya ? Bau apa kira-kira yang sobat rasakan? Yup…. sobat betul… Bau kamper ya….hehehe

Walau bau kamper, dijelaskan tidak sama dengan kamper yang di pasaran:

Bahan utama dari eco racing mobil & eco racing motor adalah “laurel cammpercus”, inilah sebabnya ada bau kamper yang biasa tercium dari produk eco racing. Akan tetapi ini sangat berbeda dengan kamper yang kita tau selama ini… Eco Racing lebih pada “laurel” yang di ambil dari serat alami tumbuhan yang ada di Indonesia.

Tumbuhan apa ? Itu dia yg tidak bisa saya informasikan secara terbuka, menyangkut dapur rumah tangga soalnya hehehe maaf ya.

Bedanya laurel cammpercus dengan produk kamper dipasaran itu apa ? Sederhanya begini… Kamper jika di letakkan di ruang terbuka maka akan menguap dan habis tak tersisa dalam jangka waktu tertentu. Padahal bentuknya padat dan keras bukan ? Berbeda jauh dengan laurel cammpercus dalam eco racing sobat. Meski berapa lama di simpan diruang terbuka, eco racing tidak akan pernah menguap.

Jadi yang membedakan produk eco racing dengan kamper di pasaran adalah eco racing tidak akan menguap walau dibiarkan di tempat terbuka. Mungkin perlu dicoba apa beneran begitu.

Demonya

Contoh konsumen yang tertipu. Produk asli untuk mobil kemasan dop:

Tergiur harga murah,akhirnya sy menyesal. .. Ternyata beda sama yg sy beli di teman sy, harganya 250rb perbox isi 10. Baunya harum kyk bau minyak aroma terapi, klo didekatin ke hidung terasa seperti menghirup vicks inhaler gitu. Warnanya cerah mengkilap. Klo yg ini bau kapur barus. Warna hijonya kyk di sepuh aja, warna kemasannya buram. Sy jadi takut mau make. Gambar no. 1 yg sy beli di teman, no. 2 di lapak ini :

 

Dari bahan dasar katanya pakai tumbuhan yang asli Indonesia. Yang menarik adalah ada bahan yang berpotensi bisa dipakai meningkatkan oktan bensin dan dihasilkan dari tanaman di Indonesia. Yaitu terpentin:

Dan yang menarik juga, terpentin adalah bahan pembuatan kamper:
UGM Kembangkan Produk Turunan dari Terpentin

Terpentin adalah getah dari pohon Pinus (Pinus merkusii) yang kemudian diolah menjadi terpentin. Kegunaan terpentin adalah untuk bahan baku industri kosmetik, minyak cat, campuran bahan pelarut, antiseptik, kamper dan farmasi.

Jadi bisa jadi karena bahan dasarnya sama, maka bau eco racing jadi sama seperti kamper karena sama sama dibuat dari terpentin.

Tidak akan sama dengan kamper karena punya kamper mestinya sudah melalui pemrosesan:
UGM Kembangkan Produk Turunan dari Terpentin

Dodit memaparkan, proses pengolahan terpentin dilakukan dengan cara melakukan penyadapan getah pohon pinus, lalu diproses secara evaporasi untuk ditampung uapnya, hasil uap air ini ketika dipisah dari airnya akan jadi terpentin.

Ini contoh distilasi turpentine:

Alternatif:

 

Hasil sulingan terpentin ternyata juga bisa jadi aditif:
A Review on Novel Bio-Fuel from Turpentine Oil

The studies performed on the effects of turpentine oil blended with gasoline, diesel and gasoline-like distilled engine oil on the engines performance and exhaust emission demonstrated that the turpentine oil had a favourable influence on the engine performance and led to decrease CO content, however, slightly increased NOx content. On the other hand, the results for turpentine oil fuel blended with diesel indicated that all the other performances and emission parameters were better than those of diesel fuel alone.

Disebut bisa meningkatkan performa dan mengurangi CO. Tapi meningkatkan NOx. Pengurangan CO ini jadi salah satu klaim iklan dari eco racing:

Pengurangan NOx nggak disebut.

Tapi ada penelitian lokal yang gagal mendapatkan efek positif:
PENGARUH PENAMBAHAN MINYAK TERPENTIN TERHADAP KEBUTUHAN BAHAN BAKAR DAN UJI PRESTASI MESIN PADA SEPEDA MOTOR YAMAHA VEGA ZR 110 CC

Pada tahun 2013, harga minyak di Indonesia mengalami peningkatan. Banyak persaingan yang tidak sehat untuk memperkaya diri. Berdasarkan fakta tersebut, banyak sekali pedagang bensin eceran memasarkan bensin dengan campuran terpentin. Tidak terpikir oleh mereka tentang bahaya menggunakan bahan bakar dengan campuran terpentin.

Tapi mungkin overdosis, karena malah berkurang torsinya:

Pada pengujian perbedaan torsi maksimum, torsi maksimum didapat pada kandungan terpentin 0 % yaitu 9.21 N.m, sedangkan hasil torsi maksimum yang memakai minyak terpentin 5 %, 10 %, dan 15 % yaitu 9.05 N.m, 9.08 N.m, dan 9.05 N.m pada putaran mesin 5000-5500 rpm.

Pengurangan tenaga saat pakai terpentin disebut bisa terjadi karena terpentin lebih sulit jadi butiran.
Investigations on the Performane and Emission Characteristics of Diesel Engine Blende with Turpentine Oil and Dimethyl Ether

In previous research using turpentine oil as a additive for diesel fuel the performance of the compressed ignition engine reduced due to the poor atomization of turpentine fuel due to high density and viscosity.

Berikut kalau dari penelitian luar:
Effects of turpentine and gasoline-like fuel obtained from waste lubrication oil on engine performance and exhaust emission

 

Dari penjelasan sebelumnya juga dibilang bahwa eco racing dibuat dari bahan serat tumbuhan (entah betulan atau tidak). Dan ternyata memang ada yang memanfaatkan serat kayunya pinus. Nggak cuma jadi aditif, tapi sekalian dijadikan bahan bakar:
Honda’s “Pulpahol” Experiment: History’s Near-Forgotten Turpentine Powered Motorbike

When producing chemical wood pulp from pines or other coniferous trees, sulfate turpentine may be condensed from the gas generated in Kraft process pulp digesters. The average yield of crude sulfate turpentine is 5–10 kg/t pulp. Unless burned at the mill for energy production, sulfate turpentine may require additional treatment measures to remove traces of sulfur compounds.

Turpentine oil can be differentially separated as Volatile Turpentine and Nonvolatile. Volatile Turpentine is an ideal additive to Biodiesel, since it enhances combustion efficiency and leaves less residue, Marginal increase in Nitric oxide pollution is more than off-set by reduction in Carbon Monoxide emission.

Disebutkan bahwa kayu pinus bisa diolah menjadi sulfate terpentine. Kalau untuk bahan bakar, bagian sulfurnya nggak perlu dihilangkan.

Disebut juga bahwa minyak terpentin ada yang bisa terbakar dan cocok untuk dipakai aditif karena akan meningkatkan efisiensi dan mengurangi endapan sisa pembakaran. NOx sedikit meningkat tapi emisi CO berkurang banyak.

Cara membuat terpentin jadi bahan bakar:
BLENDABILITY AND PROPERTY OF TURPENTINE OIL WITH PETROL AND DIESEL

Berikut perbedaan dari terpentin dengan bensin dan solar:

 

Menurut penjelasan resmi, cara kerja eco racing itu sebagai berikut:
Membongkar rahasia pil eco racing yang tidak pernah diungkap kepada pelanggan secara terbuka.

Laurel cammpercus justru mengikat heptane dalam bensin yang bersifat asam. Itulah sebabnya RON menjadi meningkat dan heptane menjadi turun sebab di ikat oleh laurel dalam eco racing.

Apa itu Iso Octane & Heptane pada bensin ?

Tentu manteman sudah sering mendengar RON atau sering juga disebut dengan octane. apa itu ?Misalnya pada bensin jenis premium tercantun bahwa RON/octane adalah senilai 88RON. Demikian halnya dengan pertalite 90RON dan pertamax 92RON. Apa maksudnya itu ?

Maksudnya pada premium 88RON adalah 88% iso octane dan sisanya 12% adalah heptane. Iso octane adalah kandungan pada premium yang mana akan terbakar saat terjadi kompresi/tekanan yang tepat saat piston mencapai puncak kompresi.

Sedangkan heptane adalah kandungan pada premium dimana bisa terbakar meski tidak ada tekanan atau hanya dengan tekanan kecil sudah terbakar. Akibat heptane terbakar sebelum piston memberikan kompresi sempurna maka ini menjadi penghalang pada pembakaran sempurna diruang bakar.

Inilah yang menyebabkan knocking/ngelitik pada mesin. Ini pulalah yang menyebabkan timbulnya kerak dan korosi pada ruang bakar yang pada akhirnya membuat konsumsi bbm menjadi boros. Cara terbaik mengatasinya adalah dengan meningkatkan nilai iso octane dan menekan nilai heptane. Dan itulah fungsi terbaik dari produk eco racing kawan-kawan.

 

Bagaimana kenyataannya?

Ada yang puas banget

Tapi memang ada yang bensinnya tidak sesuai kebutuhan mesin:

Harusnya pertama turbo ya?

Satria kok pakai pertalite. Tapi memang kalau oktan bertambah tenaga dan irit pasti nambah.

Ada yang jadi bikin bertanya tanya.

Bisa lebih irit tapi double starter jadi bisa lagi. Ini seperti ada pelumasnya juga. Kalau dipakai di kendaraan yang pelumasannya masih sip, apa bakal terasa juga ya?

Eco Racing Penghemat BBM Agen Palembang

Lha kok justru pakai premium lebih sip daripada pakai pertalite dan pertamax? Berarti eco racing ada keterbatasannya. Kebetulan ini hasil yang sama dengan kalau pakai pro capacitor. Tenaga mesin justru paling sip kalau pakai premium.

Tapi sayangnya sekarang premium jadi makin langka.

Katanya video mesin bersih karena eco racing, tapi kok dilihatkan saluran udara? Apa memang kalau nggak pakai eco racing bakal jadi kotor kah? Harusnya dilihatkan valve dan pistonnya dong.

Itu kok mirip carbon cleaner? Dan mengapa kok ada suara mbrebetnya? Apa mesin sedang di carbon clean saat itu? Sehingga jadi keluar asap hitam?

 

Secara resmi disebut juga bahwa kadang tidak terasa efeknya:
Membongkar rahasia pil eco racing yang tidak pernah diungkap kepada pelanggan secara terbuka.

Ada beberapa case yang terjadi dilapangan, dimana setelah gunakan eco diesel beberapa kali pada kendaraan/mesin berbahan bakar solar/bio solar dan jenis lainya… namun belum juga mengalami efisiensi bahan bakar seperti yang di harapkan. satu hal yang cukup membingungkan dan menjadi pertanyaan besar hingga kini bagi para konsumen maupun agen.

Meski demikian setiap mesin tentu miliki karakter dan kondisi berbeda… Sebab itu kita temukan ada yg cepat terasa efektif bbmnya…, ada yg harus beberapa kali pemakaian baru terasa…. semuanya kondisional…

Lalu soal kerak bagaimana?

Diklaim jadi lebih bersih:

Busi jadi lebih putih:

Tapi ada juga yang bilang jadi ada lapisan bening di permukaan piston:

Itu artinya lapisan bisa jadi akan menumpuk bila dipakai lama. Bisa jadi kerak, seperti yang sudah ditestimonikan sebelumnya:

Tapi dengan begitu, maka yang mesinnya sudah banyak bocornya, jadi bisa ketambal, karena dilapisi, seperti ditunjukkan video berikut (kok nemu saja motor 4t bisa berasap hebat seperti itu:

atau:

Hanya saja, yang namanya bisa menambal bocor, tentu akan menambal yang lain juga. Kan efeknya tidak bisa pilih pilih. Nggak bisa disuruh nambal yang bocor saja. Harusnya dilihatkan juga valvenya.

 

Berikut ada penelitian efek campuran terpentin ke bahan bakar, sepertinya punya sifat sama dengan eco racing:
Effects of turpentine and gasoline-like fuel obtained from waste lubrication oil on engine performance and exhaust emission

Makin banyak terpentinnya maka pengabutan makin mudah di diesel dan makin sulit di bensin:

Makin banyak terpentinnya, makin sedikit pembetukan karbonnya:

Makin banyak terpentinnya, penyebab kerak jadi makin sedikit di mesin diesel dan makin banyak di mesin bensin:

Makin banyak terpentinnya, makin parah korosinya:

Yang perlu diperhatikan adalah efek ke mesin bensin ternyata berbeda dengan efek ke mesin diesel.

 

Rekomendasi:

Aditif eco racing cukup bagus. Tapi jangan dipergunakan untuk mengatasi mesin yang bermasalah. Sebaiknya mesin diperbaiki hingga beres baru dipakai. Oli mesin jangan pakai rekomendasi pabrikan tapi pakai semacam mesran super atau fastron techno.

Mungkin cocok dipakai sebagai carbon cleaner. Bisa jadi alternatif dari carbon cleanernya Yamaha atau Honda. Bahkan ada yang pakai sebagai pembersih kerak untuk cuci piston:

Tapi ada yang menyarankan untuk jangan dipakai jangka panjang:

Dan penulis setuju. Atau mungkin solusi yang lebih baik adalah dengan mengurangi dosisnya. Jangan terlalu fokus cari performa mesin, tapi fokus ke membuat mesin jadi bersih.

Penulis pingin coba. Sudah beberapa kali diminta coba. Tapi jadi pikir pikir juga. Alasan utama sih penulis kan penjual pro capacitor, yang efeknya sama walau penerapan beda (cuma perlu tempel selang bensin). Lagipula pakai cemenite (silahkan buat sendiri) pun sudah cukup untuk membuat busi jadi putih bersih dan kendaraan bisa sedikit lebih irit. Jadi soal kebersihan mesin nggak bisa dibandingkan. Mungkin cuma kenaikan oktan dan tenaga yang bisa di tes.

Lalu motor sudah penulis siksa dengan membuatnya super irit sehingga kalau pro capacitor dilepas efeknya suara mesin jadi kasar banget karena jelas oktan bensin tidak memenuhi (pakai premium). Ini akan jadi ujian berat bagi eco racing (dan motor penulis).

Pabrikan sendiri melarang kita pakai aditif bensin, seperti diposting oleh bro Fayda Rahman berikut:

Untuk soal bahan, eco racing kemungkinan dibuat dari serat pinus atau getah pohon pinus.

9 respons untuk ‘Info dan analisa cara kerja eco racing, serta membedakan antara yang asli dan yang palsu

    • wah, iya. tidak perhatikan. Tapi bisa jadi contoh praktis efek pembakaran lebih sempurna tuh. Kalau nggak salah dulu jaman motor 2 tak ada yang jualan aditif bensin yang bisa bikin asap berkurang.

      Suka

    • Ketemu, ini:
      Tanya Jawab Seputar BIO ADITIF OCTANE-N & CETROL N-15

      Tanya : Apakah Bio Aditif Octane-N dapat dipakai untuk kendaraan 2 tak seperti Vespa dan Bajaj??
      Jawab : Sangat cocok. Seperti diketahui, sistim pelumasan pada mesin 2 tak adalah mencampurkan oli kedalam bensin. Hal ini menyebabkan terjadinya sisa dari bbm yang tidak terbakar, sehingga terjadi pembentukan deposit (kerak) pada ruang bakar (termasuk busi dan knalpon) sangat cepat dan cenderung banyak.

      Dengan penambahan Bio Aditif ini, proses pembakaran akan lebih sempurna, sehingga pembentukan deposit (kerak) akan berkurang dan tentu saja tenaga akan bertambah sehingga lebih nyaman.

      Adanya sifat detergensi yang dimiliki Bio Aditif ini akan membantu proses pembersihan ruang bakar dan knalpon dari kerak tersebut, sehingga akan mengurangi biaya perawatan.

      Asap yang dikeluarkan dari knalpot juga akan berkurang, sehingga tidak mencemari lingkungan.

      Testimoni dari salah seorang Agen Jakarta (Mas Eko) yang menggunakan Vespa, tenaga lebih ok dan kerak dalam knalpot dan piston sangat sedikit setelah Bensin di tambah Octane-N.

      Menurut salah satu Agen di Jakarta Timur (Mas Yadhi), biaya membersihkan kerak di Piston itu sekitar Rp. 50.000,- Jadi lumayan tho biasa menghemat ongkos service.

      btw, ini produk mlm juga. Tapi dijelaskan bahannya = Tanaman Sereh Wangi (Cymbopogon nardus)

      Suka

  1. Intinya…aman kah pakai eco racing?
    Nah kalo cleanoz aman juga kah?
    Jika keduanya aman Rekomen yg mana?
    (Seriusan nanya…karena emang awam masalah motor…dan ngerasa sulit bedakan mana pedagang yg jujur…hehe…)

    Yg mana yg benar2 menghilangkan kerak dan kotoran di mesin bang?

    Btw jual pro capacitor ya bang?
    Berapaan bang?

    Suka

    • Eco racing resep sekarang sepertinya kurang begitu bagus, banyak yang mengeluh filter bensin jadi buntu dan semacamnya. Saya sendiri coba tidak begitu terkesan. Saat pakai premium tenaga berkurang. Saat pakai pertamax tidak terasa perubahan tenaga.

      Pakai yang dari formulator aslinya, pembuat eco racing resep lama pun merasa kecewa. Saat pakai pertamax tenaga bertambah, saat pakai premium enggak. Tapi sepertinya formula asli ini cocok bila dipakai sebagai karbon cleaner. Dipakai tiap habis terpaksa pakai pertalite.

      iya, saya jual pro capacitor. Harga per biji 100 ribu. untuk motor butuh 2. peningkatan kira kira 10% kalau di mobil manual.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.