Sport damper / ganjal per itu nggak masuk akal untuk motor apalagi untuk mobil, ada unsur penipuan


Barusan ada pembaca yang tanya tentang pendapat penulis soal sport damper. Satu hal yang membuat penulis heran itu adalah iklan sport damper atau ganjal per yang menyebut motor jadi lebih stabil:

Nggak cuma satu merek saja yang bilang begitu. Merek lain juga sama:

Yang merek Valen lagi:

Klaim makin empuk itu aneh. karena kalau dari pemasangan itu mestinya jadi makin keras. Karet di bagian tengah suspensi (bump stop) itu justru punya spring rate yang lebih tinggi dari pernya:

Seharusnya karet atau bahan elastik lain yang dipasang di per juga akan bikin per makin keras.

 

Namun dari pembahasan sebelumnya:
Ganjal per itu bukan damper dan bisa merusak kerja suspensi membuat mobil tidak stabil di jalan tidak mulus

Serta pengalaman mengalami saat skok YSS lagi ngaco. Penulis jadi tahu bahwa ada satu situasi dimana sport damper atau ganjal per ini bisa sangat membantu. Yaitu ketika skok nya sudah soak. Kalau skok soak maka gerakan suspensi akan jadi liar.

Kalau skok sudah soak di suspensi yang ada preloadnya, untuk mengurangi getaran apa yang harus dilakukan? Jawabannya adalah dibuat jadi lebih keras. Mengapa? Karena kan pergerakan suspensi jadi terhalang sama kerasnya per. Oleh karena itu pantulan baliknya walau lebih ekstrem tapi kan lebih sedikit.

Tapi yang namanya skok sudah soak, nggak akan bisa senyaman skok yang orisinil sekalipun, yang dalam dunia skok (yang kekerasan pernya pas) termasuk level paling rendah.

Tapi juga harus diakui bahwa dengan menggunakan sport damper itu bisa jadi solusi ekonomis untuk meningkatkan kenyamanan suspensi yang skoknya sudah soak.

 

Dan video berikut ini, yang katanya adalah bukti dari manfaat sport damper, menunjukkan hal itu:

Honda S2000 di video kelihatan banget skoknya soak. Masa ya kendaraan manggut manggut. Mobil sport itu biasanya juga setelah loncat pun bisa segera anteng, nggak pakai mengangguk angguk lagi.

Yang di video demo itu jelas pertanda skoknya sudah jebol. Ya pantas saja diberi sport damper jadi lebih stabil. Kalau dipasang full penuh total pasti bakal lebih stabil lagi.

Kalau yang berikut ini sepertinya karena perbedaan cara pegang kamera.

Tapi kalau mobil beneran goyang, maka jelas suspensi mobil itu bermasalah. Untuk soal kamera, istri pernah merekam saat penulis naik Ayla, itu kamera goyang goyang terus padahal perasaan waktu lagi naik rasanya anteng banget walau sampai 100 kpj sekalipun.

Yang contoh berikut ini jelas penghinaan terhadap skok Ohlins (walau sebenarnya Scarlet). Masa ya skok mahal (walau sebenarnya Scarlet) masih harus ditambahi sport damper (ganjal per) lagi?

Tapi dibilang nggak bikin empuk sih:

Dibilang belok nggak mentul mentul itu jelas menunjukkan skoknya (Scarlet) sudah soak. Dan suara vloggernya jelas keguncang sama suspensi. Keras tuh skoknya.

 

Jadi kalau butuhnya kenyamanan, maka memang sport damper bisa mengurangi. Namun langkah yang lebih tepat adalah dengan mengganti atau memperbaiki suspensi.

Bukan berarti sport damper nggak ada gunanya. Sport damper itu sangat berguna kalau suspensi yang sekarang punya per terlalu empuk. Kalau untuk motor contohnya adalah Honda Beat. Kalau untuk mobil biasanya yang 7 seater.

Tapi tentu pasang sport damper ini akan membuat per jadi makin keras. Kalau shock breaker tidak mengimbangi jadi tidak nyaman. Selain itu shock breaker akan bekerja lebih berat. Mungkin ada yang bilang bahwa suspensi mentok jadi cepat rusak. Tapi umur skok itu kan dihitung dari jumlah siklus naik turun, bukan dari berapa kali mentoknya. Kalau per makin kuat otomatis siklus naik turun akan meningkat juga.

Untuk mobil, sport damper ini sering dibutuhkan kalau mobil dimodif ban jadi melebihi bodi / over fender.

Untuk pemakaian seperti ini, sebaiknya pilih sport damper yang awet. Karena ternyata umur sport damper itu beda beda. Berikut perbandingan satu merek:

berikut perbandingan banyak merek.

Penulis nggak perduli itu iklan atau tidak, tapi yang jelas kebanyakan sport damper itu tidak awet. Dan perhatikan juga harganya. Kita pakai contoh sport damper balance saja. Untuk mobil kita pilih Honda Brio.

Paket komplit sport damper balance biar bisa over fender untuk Brio, 1,05 juta rupiah:

Padahal kalau mau ganti per harga juga setara, 1 juta rupiah komplit:

 

Jadi pakai sport damper di motor itu tidak masuk akal karena bagaimanapun skok tetap rusak. Solusi yang benar itu adalah ganti suspensi. Nggak ada dana bisa beli yang paling murah, 120 ribuan. Lebih mending daripada beli sport damper seharga 60 ribu. Kecuali kalau memang bila per terlalu empuk.

Sport damper untuk mobil itu tidak masuk akal karena dari sisi harga sudah menyamai per yang sesuai. Kalau mau permanen per dibuat keras lebih awet ganti per. Kalau yang rusak shock breakernya, shock breaker komplit yang baru juga harganya setara dengan paket komplit sport damper.

7 respons untuk ‘Sport damper / ganjal per itu nggak masuk akal untuk motor apalagi untuk mobil, ada unsur penipuan

  1. Sama aja kayak potong per efeknya
    Cuma kalo potong per jadi makin pendek, kalo ganjal jadi makin tinggi (karena per lebih keras)

    Kalo jumlah ulir ada 5, diganjal 1 putaran, bisa bikin lebih keras 20%
    Untuk per dual rate yang diganjal kan yang rate ke 2,, jadi misalnya kalo sok 25-40 diganjal jadi 25-50

    Suka

  2. bagi sy pribadi pemasangan sport damper pd shock belkaang standar pabrik vario 150 2019 sangat berguna, knp? karna sy mtr itu tiap hari (150-250km) sy pake buat ngojol (driver gojek lampung). jadi sy pribadi biasa membedakan sebelum-sesudah pasang sport damper, yg biasanya mentok saat boncengan dg penumpang yg segede beruang sawah, kini aman aja ga mentok (no jedak jeduk). soal kenyamanan saat solo riding rasanya sama aja & ga begitu beda..

    Suka

    • Wah jauh juga jarak pemakaiannya. Iya, kalau butuhnya nggak mentok, pakai sport damper berguna.

      Unik juga ya, karena saya pernah pakai vario sekelas itu, keras sekali suspensinya. Ternyata masih bisa mentok juga. Ini mungkin karena desain shock breaker single action, sehingga kalau lewat jalan tidak rata, bisa mentok. Itu sudah penyakitnya suspensi merek Jepang atau bawaan motor.

      Itu sepertinya sudah soak juga shockbreakernya, mengingat pemakaian yang selama itu. Bila habis lewat polisi tidur dan bawa penumpang besar banget, berapa kali bagian belakang motor mengayun naik turun?

      Kalau beli suspensi, YSS DTG (agak keras kalau sendiri) atau DBS (bisa disetel ketinggiannya). Harga kurang dari 200 ribu untuk yang DBS, misal seri 766.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.