Uji aditif eco racing pakai dimakan, pakai air dan dikuras olinya itu menipu konsumen


Penulis tidak setuju dengan cara eco racing mendemokan kemampuan aditif bensin dan aditif oli mesin mereka. Kita bahas yang aditif oli mesin dulu, eco racing nano oil:

entah mengapa kok tutupnya bisa beda beda bukaannya

Bila lebih menyukai yang versi suara:
Menguji aditif dengan dimakan, menguji oli dengan air atau dikuras olinya itu menipu pembeli

Klaim mereka:

1. Melindungi mesin dari aus
2. Memulihkan tenaga mesin
3. Menambah usia pakai oli mesin
4. Menghemat BBM hingga 30%
5. Menambah usia pakai oli mesin
6. Membersihkan kerak mesin
7. Menghemat biaya perawatan rutin
8. Meningkatkan kinerja oli mesin
9. Melindungi Komponen mesin dari air dan korosi

Disebut juga melindungi mesin hingga 25.000 km pada pemakaian normal.

Ada juga versi lain (yang lebih baru):
Eco Nano Oil

  1. Melindungi Mesin (Nano Tekh)
  2. Menghilangkan knocking
  3. Membersihkan kerak2 mesin
  4. Meningkatkan tenaga
  5. Meningkatkan akselerasi
  6. Menghemat BBM 30-50%
  7. Menambah keawetan oli mesin hingga 3x dari umur oli mesin anda
  8. Memperpanjang usia mesin
  9. Menghemat biaya perawatan

Penulis bahas soal keawetan oli mesin dulu. Ada yang bilang umur oli bisa 5 kali lipat lebih lama:
Nano Oil Terbaik dunia bisa meningkatkan kualitas Oli Mesin 5 kendaraan kali lipat

Intinya periode penggantian oli bisa tiap 25 ribu km:

Menurut penulis ini tidak masuk akal.

Kita bahas untuk motor dulu. Orang juga akan berpikir bahwa 25 ribu itu akan berlaku untuk motor juga. Padahal sebenarnya standar penggantaian oli mesin untuk motor beda dengan mobil. Contohnya oli amsoil yang sebelumnya pernah penulis bahas.

Apa benar masa pakai oli Amsoil di motor matik bisa lebih dari 10 ribu km? Di petunjuk resmi kok lebih pendek

Intinya ada yang bilang oli Amsoil bisa dipakai untuk 25 ribu km:
Kaskus – Oli Mesin Motor Matic Terbaik Menurut KasKuser [Revisi]

Padahal dari Amsoilnya sendiri untuk produk motor masa pakai lebih pendek. Dan dibilang maksimal 2 kali rekomendasi pabrik motornya. Yang untuk matik malah cuma satu kali. Beda banget dari klaim di kaskus tersebut:

 

Yang kedua adalah untuk mobil dan motor. Harus diingat bahwa bahan oli sangat berpengaruh pada kemampuan oli mesin. Yang dari bahan mineral itu walau film strength lebih baik, mau tidak mau umurnya akan lebih pendek dari sintetik karena kemampuan oksidasi dan daya tahan terhadap shear dari aslinya sudah lebih jelek.

Apalagi kalau yang dipakai itu oli jelek. Yang dipakai 300 km saja sudah terpaksa harus ganti. Diklaim bahwa oli mesin jadi bisa dipakai 5 kali lipat lebih lama atau bisa 25 ribu km. Apa memang beneran bisa berlaku untuk oli mesin yang kualitasnya jelek? Karena yang penulis tahu, kualitas oli mesin di Indonesia itu banyak yang jelek.

Misalkan oli mesin yang dipergunakan adalah Evalube Runner (yang murah banget) apakah menambahkan eco racing nano oil bisa membuat oli tersebut tahan dipakai 25 ribu km?

Penulis sangat meragukan hal itu.

Contohnya cuma di motor yang km masih 7300:

Katanya 3 bulan tidak ganti oli sementara itu kebiasaan adalah tiap 2 minggu ganti oli. Katanya seharusnya oli sudah habis, tapi setelah pakai eco racing nano oil jadi masih ada.

Oli awet kemungkinannya adalah aditif eco racing nano oil bikin oli makin kental (berkaitan dengan sifat tenggelam di air). Setelah dibuat lebih kental oli tidak cepat menguap.

Dari testimoni itu dikesankan si pemakai sudah pernah beberapa kali ganti oli tanpa pakai aditif. Disebut biasanya (berarti lebih dari sekali) mudah habis. Lalu dicoba lagi dengan menambah aditif eco racing nano oil, oli masih utuh setelah 3 bulan pemakaian.

Terkesan bahwa pemakaian tidak sampai 5 ribu km. Tapi oli sudah jelek walau sudah pakai aditif eco racing nano oil. Apa kondisi oli seperti itu sanggup untuk diterusin hingga 25.000 km?

Penulis sangat meragukan hal itu.

 

Disebut juga oli mesin bisa bikin hemat BBM 30-50%. Kesannya adalah kalau pakai aditif tersebut, maka minim kendaraan bisa lebih irit 30%. Ini merupakan hal yang aneh. Karena dari dyno perbedaan oli, tidak pernah terjadi perbedaan performa sebesar itu.

Contohnya yang dilakukan 7leopold7. Naik dari 32 dk ke 32,1 dk = 0,3 %.
Kenaikan Performa R25 dengan Oli Yamalube SUPERSPORT – on-dyno test

Dari uji dyno, beda oli mesin beda maksimal cuma 7%:

Yang berikut lebih kecil lagi, cuma 2%:

Jadi bisa sampai 30% itu tidak mungkin. Kecuali misalnya eco racing hunting mobil yang mesinnya sudah setengah rusak karena tidak dirawat.

Aditif semacam ini biasanya bisa menambal bagian yang bercelah (dan menempel pada bagian yang tidak butuh ditempeli juga).
Fakta ilmiah seputar nano energizer atau ZrO2, aditif anti wear yang malah nggak bagus bila terlalu banyak

Sehingga penggunaan aditif semacam ini bisa meningkatkan kompresi mesin. Seperti contohnya aditif Duralube berikut:

Peningkatan kompresi tentunya akan menambah tenaga atau jadi lebih irit. Di contoh berikut naiknya 19%.

Di mesin yang sudah mau hancur, penggunaan aditif semacam itu akan sangat meningkatkan performa. Namun kalau dipakai di mesin yang terawat, bisa jadi tidak terasa efeknya.

Oleh karena itu tidak pantas disebut aditif bisa membuat kendaraan jadi lebih irit BBM 30-50%. Harus dirata rata dari seluruh pemakai. Jangan dilihat dari kasus terbaik saja.

 

Yang berikutnya adalah uji menjalankan motor tanpa oli

Aneh juga mengapa kok harus menunggu 30 menit. Memang mau mensimulasikan apa kok harus menunggu 30 menit. Kalau mau dikuras ya dikuras saja langsung. Atau kalau dikuras waktu mesin panas. Tunggu dingin baru mesin dinyalakan lalu dipakai.

Dipuji hebat mesin tidak ngebul. Mestinya wajar kalau motor nggak ada olinya tidak mengebulkan asap. Karena asap sumbernya dari oli. Kalau oli dikuras, otomatis nggak bakalan berasap.

Dipuji mesin tidak macet walau tanpa oli. Sebenarnya tanpa aditif pun banyak juga rider yang mengalami olinya habis total tapi mesinnya tidak macet.

Ini contoh kasusnya:
Parah Services motor metic, oli habis total!

Bukan hanya itu, Kali ini saya juga benar-benar terkejut saat mekanik bilang, ” bg olinya habis total ” banyangkan gimana coba sampai terjadi seperti itu, entah saya keasikan naik lupa memperhatikan kesehatan motor. 😁

Yamaha Byson Kehabisan Oli Mesin, Kok Bisa ?

kemudian buka baut oli, eiiiiiii…….ttttttt baut dilepas ternyata oli mesin cuma netes tidak ngalir seperti kondisi normal, ternyata oli mesin habis. Pantesan kompresi hilang dan bisa dipastikan kondisi piston aus.

Ini bukti lain:

Terlihat bahwa motor motor mereka masih bisa jalan.

BTW, video tersebut menunjukkan bahayanya bila mengganti oli tidak memperhatikan kasarnya suara mesin (seperti banyak dianut oleh mereka yang anti aditif minyak goreng dan komunitas pemakai HDEO). Kasarnya suara mesin harus jadi acuan. Mangkanya penulis sering menyarankan pakai minyak goreng sebagai aditif dan cemenite ( atau pro capacitor untuk versi komersial) 🙂 .

 

Produk lain juga ada yang melakukan demo yang sama:

Ini uji gila sekalian cover mesin dilepas:

Yang berikut ini produk Duralube, yang dulu sering muncul di TV:

Penulis pakai contoh Duralube ini karena oli ini dulu terkenal banget (karena TV) sebagai aditif mantap. Tapi ternyata oleh lembaga perlindungan konsumen Amerika dinyatakan bahwa iklan Duralube tersebut menipu dan tidak terbukti:
Dura Lube, Motor Up Settle FTC Charges, Settlements Will Bar Deceptive and Unsubstantiated Performance Claims; Dura Lube to Pay $2 Million in Consumer Redress

Additive marketers Dura Lube and Motor Up, and their principals, have agreed to settle Federal Trade Commission charges that performance claims for their engine treatments were deceptive and unsubstantiated in violation of federal law.

Klaim dari aditif oli mesin Duralube itu mirip mirip dengan klaim dari eco racing nano oli. Ini klaim duralube:
FTC Charges Motor Oil Additive Marketers; Ads for Dura Lube Were False and Unsubstantiated, Agency Says

  • reduces engine wear by more than 50 percent and prolongs engine life;
  • improves gas mileage by up to 35 percent and reduces emissions;
  • reduces the risk of serious engine damage when oil pressure is lost; and
  • one treatment continues to protect the engine for up to 50,000 miles.

Mungkin suatu saat pasti ada uji pakai mesin timken juga. Macam yang dilakukan Duralube:

 

Yang menarik Duralube juga klaim produknya bisa bikin mesin senyap secara instan, tapi sebenarnya butuh waktu:

Terlihat bahwa mesin harus digeber geber dulu. Mungkin biar aditifnya (kemungkinan extreme pressure, yang butuh suhu tinggi baru berfungsi) bekerja. Jadi sebenarnya nggak instan.

btw, kalau pakai minyak goreng sebagai aditif, efek lebih senyapnya lebih instan, nggak perlu geber geber mesin dulu. Sudah langsung lebih senyap semenjak ditambahkan.

 

Yang berikutnya uji dengan air:

click kalau mau lihat videonya

Menurut penulis itu uji yang aneh. Karena seharusnya air tidak boleh ada di dalam mesin. Dan seandainya air masuk ke oli mesin, nggak akan memisah seperti itu. Ini yang terjadi bila air masuk ke tempat oli:

Penulis juga sudah menjelaskan sebelumnya bahwa normalnya oli itu lebih ringan dari air. Karena kalau tidak begitu, oli akan menjadi terlalu kental untuk bisa bekerja dengan sempurna. Oli makin encer maka akan mekin ringan, bukan sebaliknya.

Kalau yang kental dianggap lebih baik, penulis curiga aditif eco racing nano oil itu salah satu efeknya adalah membuat oli lebih kental. Kalau iya, maka perlu dibandingkan oli encer + eco racing nano oil VS oli kental.

 

Selanjutnya soal aditif eco racing:
Eco Racing Motor

Warna nggak terlalu hijau dan ada kuningnya ya?

Eco racing diklaim aman bagi kesehatan karena bisa dikonsumsi:

Entah mengapa kok produk untuk kendaraan kok diujinya dengan dimakan. Karena yang jadi masalah dari kendaraan adalah polusi kendaraannya, asap knalpotnya. Yang seharusnya diuji adalah keluaran dari knalpot. Bukan aditifnya dimakan.

Kalau nggak sanggup bayar biaya analisa gas buang. Minim di uji asapnya setelah pakai eco racing. Apa makin nggak pedih? Apakah asap tidak bikin paru paru panas?

Ada contoh nyata bahwa 100% nabati belum tentu aman ketika mengalami proses pembakaran. Contoh gampangnya rokok.

Tembaga itu bisa dikonsumsi:
Para Chef Memasak dengan Tembakau di Cuba Cigar Festival

Nasi Goreng Tembakau, Wajib Coba Saat Liburan ke Temanggung

Hasil perkebunan tembakau memang identik digunakan sebagai bahan dasar rokok. Namun jangan salah, tembakau bisa diolah menjadi hidangan makanan yang lezat.

Cengkeh itu bisa dikonsumsi:
Resep Nastar Cengkeh By Ani’s Kitchen

Tapi setelah dibakar semuanya berubah:
What’s Worse: Vaping or Smoking?

Ini karena saat rokok dibakar akan terbentuk zat kimia baru.
The problem with burning

Dan zat kimia baru ini bisa berbahaya:

 

Jadi perut nggak bisa dipakai sebagai acuan bahan natural itu aman atau tidak. Karena kalau acuannya perut, oli mesin pun jadi disebut 100% aman untuk kesehatan

Oli mesin kan selama ini dianggap sebagai bahan beracun. Tapi kalau kemakan disebut tidak apa apa (dalam kondisi masih baru):

MOBIL 1 5W-30 – SAFETY DATA SHEET

INGESTION: First aid is normally not required. Seek medical attention if discomfort occurs

Mesran B40 – safety datasheet

Toksisitas oral : Non-toksik ——– berdasarkan uji terhadap bahan maupun komponen yang serupa.

Yang menarik, bensin pertamax pun kalau ketelan dinyatakan tidak apa apa, namun segera diberi minum sesudahnya kalau yang tertelan lebih dari 0,5 liter. Baru dinyatakan bahaya bila bensin yang ketelan masuk ke paru paru:
Pertamax – SAFETY DATA SHEET

If swallowed :
If victim ingests more than 0.5 liter, give 1-2 glass of water immediately. If emergency condition occurs, seek for medical advice.

Do not give anything through mouth that can induce nausea or vomiting.

Swallowed substance may be absorbed to lungs and can increase risk of chemical pneumonitis, in this case, appropriate treatment is needed.

Jadi bahayanya barang beginian adalah bila terhirup uapnya, bukan kalau tertelan. Jelas uji kesehatan dengan dimakan itu menipu.

Efek kesehatan dari aditif itu seharusnya tidak diuji dengan cara dimakan. Efek ke perut dengan ke paru paru itu berbeda. Mungkin butiran eco racing aman untuk dimakan. Tapi efek ke paru paru bisa berbeda, apalagi setelah melalui proses pembakaran di ruag mesin.

Efek kesehatan eco racing itu harusnya dilakukan dengan uji pembakaran. Tapi ya jangan pakai seorang korban. Pakai alat pengukur untuk mengetahui kandungan kimia apa saja yang terbentuk ketika eco racing dibakar.

Kesimpulan:

Aditif bahan bakar eco racing bisa meningkatkan tenaga itu wajar. Ini sudah didukung oleh penelitian lain yang memanfaatkan bahan tumbuhan, walau mungkin beda dari yang dipakai eco racing. Lha wong minyak kelapa sawit saja bisa dijadikan aditif penambah oktan kok.

Aditif oli mesin eco racing nano oil bisa meningkatkan kemampuan oli itu wajar. Karena memang kebanyakan oli mesin di Indonesia itu kualitasnya di bawah standar. Aditifnya minim banget.

Tapi cara mengiklankannya berlebihan dan menipu konsumen.

Sebaiknya cara mengiklankan seperti itu dihilangkan. Pakai cara yang wajar saja. Jangan yang menipu konsumen. Jangan sampai membuat konsumen tertipu.

Karena denngan begitu, barang jualan menjadi lebih halal:
Ketika review tidak lagi memperhatikan kepentingan konsumen, membahas kelemahan dianggap cari duit

Penulis membahas berdasar yang berikut ini:
Jujur dalam Jual Beli

“tidak halal seseorang menjual suatu perdagangan, melainkan dia harus menjelaskan ciri peragangannya itu: dan tidak halal seseorang yang mengetahuinya, melainkan ia harus menjelaskannya.” (riwayat hakim dan baihaqi)

btw, entah ada hubungan atau tidak, berikut ada kasus dimana di tangki jadi muncul gel. Katanya karena pemakaian aditif penambah oktan, mestinya yang bentuknya padat.

Tambahan:
Postingan seperti ini menipu karena isi tidak sesuai judul, isinya sebenarnya promosi eco racing:
Motor mogok karena percobaan ECO RACING

Video eco racing yang model begini sangat banyak. Mengapa berjualan harus pakai cara menipu?

7 respons untuk ‘Uji aditif eco racing pakai dimakan, pakai air dan dikuras olinya itu menipu konsumen

  1. “btw, entah ada hubungan atau tidak, berikut ada kasus dimana di tangki jadi muncul gel. Katanya karena pemakaian aditif penambah oktan, mestinya yang bentuknya padat.”

    dari kalimat terakhir diatas, ane jadi ingattestimoni mekanik bengkel temen bokap yg membperbaiki vespanya dulu, katanya dibilang bensin pertalite itu udah dicampur oli dari sananya, karna menurut dia ketika bensinnya diusap2 dengan jari kayak ada semacam lengket2nya seperti ingus, umbel basa jawanya gitu, bensin ngga langsung bisa menguap sepenuhnya. tentu hal ini kagak mungkin kan, hanya opini mekanik biasa yg tidak paham, tapi kalo menurut testimoninya begitu, berarti adakah kaitannya dengan aditif pertalite yang sifatnya kayak gel lengket2 ditangan gitu, mungkin itu yg bikin mesin jadi banyak yg trouble sehingga banyak orang yg gak mau beli pertalite.

    Suka

    • Di video itu ada yang bilang gara gara pakai produk palsu. Tapi kalau kapur barus itu kan bisa habis sendiri, sementara yang eco racing tidak.

      Atau bisa jadi ada reaksi kimia tersendiri antara pertalite dengan eco racing (asli), karena pertalite punya aditif beda sendiri (ecosave). Yang sebelumnya ada yang komen bikin busi jadi mudah hitam. Dan sepertinya kualitas pertalite beda beda untuk pom bensin berbeda.

      Yang seperti lendir itu mungkin aditifnya karena saudara pernah mengetes diuapkan, yang pertalite ada lapisan yang tertinggal.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.