Review suspensi belakang DBS dengan tabung tambahan di bawah, murah tapi empuk kok


Seperti sebelumnya sudah penulis utarakan, untuk motor Suzuki Nex II yang dipakai anak, penulis rencana beli suspensi belakang yang pakai tabung tambahan. Biar lebih modis, sekalian tes bagaimana sih rasanya. Penulis sudah survey suspensi belakang yang mirip Ohlins, tapi ternyata anak pilih yang biasa.

Akhirnya penulis beli DBS 722 E-Series:

Mengapa merek DBS?

Karena merek DBS agen penjualnya jelas dan harganya murah.

Merek yang penjualnya jelas tapi harganya mahal contohnya Ohlins, YSS, Kawahara, Kytaco, Kitaco dan Takegawa. Yang agennya jelas dan harganya murah contohnya Ride it, Scarlet, dan VRossi.

Update:
Yang untuk Racing Boy, maaf, yang murah sepertinya palsu. Yang asli mahalnya setara YSS.

Toko resmi bisa disimak di berikut ini:
Toko online resmi suspensi Ohlin, YSS, DBS, Kytaco, Kitaco, Kawahara, RCB, Ride it, Scarlet.

Sebelum memutuskan membeli, penulis mecoba mencari informasi dari banyak sumber dan dibantu dengan melihat sendiri motor di jalan. Penulis tidak pilih VRossi dan Racing Boy karena review di youtube dan lapak penjualnya bilang keras. Penulis lihat sendiri memang seperti itu.

Yang Scarlet model tabung tambahan di bawah tidak ada yang murah karena sudah pakai setelan rebound yang fungsi. Dan penulis juga tidak butuh ada setelan tersebut. Sebenarnya menarik juga karena Scarlet tabung tambahan di bawah mencantumkan spring rate juga yang lebih empuk dari punya Ohlins ataupun YSS.

Ride it sepertinya empuk, bila dari lihat sendiri dan review. Suspensi juga kelihatan bekerja dengan baik. Hanya saja, dari kebanyakan yang pakai, suspensi Ride it terlihat murahan. Mungkin karena cat bisa pudar. Sehingga warna jadi belang dan terlihat jelek. Atau mungkin pilihan warna? Padahal model juga sama. Tapi kelihatannya ada yang kurang. Entahlah.

Merek lain banyak yang murah, tapi agennya nggak jelas. Penulis takut seperti kasus pertama beli suspensi DBS ke sales bukan resmi, nggak puas, seperti hasil rekondisi tapi nggak diperbaiki. Oleh karena itu menghindari merek yang agen resminya nggak jelas. Karena merek murah pun ikutan dipalsu.

Untuk model tabung sebenarnya ada yang tabungnya di atas. Harga lebih murah dengan model mirip buatan YSS. Namun penulis lebih memilih untuk beli yang model tabung bawah. Ada dua macam. Penulis pilih yang modelnya mendekati buatan Ohlin. Harga 250 ribu. Yang ngeplek sama persis dengan buatan Ohlin ada, tapi anak tidak tertarik.

Dari sisi fisik lumayan. Buatannya rapi. Uniknya nggak ada tulisan DBSnya:

Beda dengan yang model ngeplek Ohlins:

Penulis baru sadar, waktu penulis beli, model masih yang seperti ini di lapaknya:
Shock Shockbeker Shockbreaker DBS Tabung Eseries Mio Fino Vario Beat Scoopy Spacy Skydrive Spin All Matic

Namun setelah beli, jadi model yang seperti ini:

Lengkapnya:

Sip lah. Yang model baru lebih keren.

Diberi tool lengkap. Untung saja karena bila tidak begitu bakal susah merubah preloadnya.

Bisa langsung pasang ke motor Suzuki Nex II tanpa merubah apapun. Bautnya juga kompatibel (beda dengan waktu pasang YSS DTG ke Suzuki Spin):

Untuk pemasangan bagian bawah sebenarnya dianjurkan untuk pasang ring biar nggak longgar. Kalau longgar ada resiko patah bila baut dikencangkan:

Namun ternyata di Suzuki Nex II sudah tidak ada celah lagi. Waktu dicoba pakai ring malah tidak bisa masuk. Sudah rapat:

Pemasangan juga tidak perlu mencoak bodi ataupun memangkas filter udara. Jaraknya masih aman:

Digerakkan juga gap tidak berubah. Model rangka Suzuki itu terasa agak aneh. Pertama suspensi dilepas pun ban nggak langsung turun ke bawah, tapi malah diam. Baru bila digerakkan ke bawah mau. Mungkin ini semacam rangka yang anti dive (anti mengangguk) bila mengerem. Semacam dengan punya Honda Genio?

Lalu bagaimmana rasanya?

Berikut reviewnya:

Intinya suspensinya berkerja dengan baik. Nggak seperti skok DBS yang pertama beli. Beda jauh. Yang barusan beli jelas ada hambatan skoknya.

Pernya empuk. Cirinya adalah begitu dinaiki maka jarak main suspensi berkurang banyak, lebih dari separuh. Bahkan cuma ditekan pakai tangan saja terlihat jelas suspensi makin pendek. Mungkin kalau dipakai boncengan bisa habis jarak mainnya. Mungkin perlu beli karet damper atau ditambah preloadnya.

Bagian shockbreakernya punya hambatan yang bisa dibilang sporty. Tapi tetap cukup anteng. Saat dikendarai anak (55 kg). Lihat dari belakang motornya terlihat anteng.

Secara kualitas berkendara masih kalah bagus dengan YSS DTG (yang kebetulan dapat yang empuk). Tapi tidak beda jauh. Masih empuk. Suspensi belakang juga terasa matching dengan suspensi depan.

Empuknya suspensi juga bisa dinilai dari suara penulis waktu review. Menurut penulis nggak sampai suara jadi terputus seperti saat bro tmcblog ganti suspensi Suzuki Nex II dengan punya KYB Zeto (tipe double tube):

Kebetulan komentar pertama dari anak setelah pakai adalah setelah lewat polisi tidur nggak jeduk 🙂 . Nanti suspensi orinya akan penulis bongkar dan cek bagaimana sih sifat shockbreaker suspensi asli Suzuki Nex II.

Daripada beli suspensi orisinil di bengkel resmi, menurut penulis lebih mending suspensi semacam ini. Harga lebih murah, kualitas lebih bagus, jauh lebih nyaman dan modelnya jauh lebih keren. Soal umur nanti tinggal lihat.

Recomended untuk motor sekelas. Untuk motor tipe lain bisa jadi tidak berlaku. Seperti kasus suspensi YSS dimana ada beberapa orang yang mengeluh suspensinya lumayan keras. Dan YSS Indonesia entah mengapa memilihkan per yang keras.

Bila suspensi yang beginian terasa kurang dan ingin suspensi YSS, maka sebaiknya perhatikan spring rate dari suspensi tersebut, bandingkan dengan buatan Ohlins. Bisa lihat daftar berikut:
Daftar nilai spring rate suspensi YSS untuk matik, bisa untuk tukar kalau yang sekarang terlalu keras

7 respons untuk ‘Review suspensi belakang DBS dengan tabung tambahan di bawah, murah tapi empuk kok

    • Kalau tidak salah yang 310 mm.

      Kondisi saat pasang tanpa preload:

      Tadi saya tanya anak, memang setelannya terlalu empuk untuk boncengan. Njeduk. Tanpa preload menyisakan jarak main suspensi begini saat boncengan berdua (diam):

      Panjang aslinya:

      Oleh karena itu saya rubah sehingga jadi preload segini, masih banyak sisa:

      Setelah preload disetel, tadi dicoba kencang lewat polisi tidur sudah tidak masalah. Anehnya malah anak bilang setelan dengan preload terasa lebih empuk.

      Jadi tipe ini juga bisa aman dipakai boncengan. Tinggal disetel preloadnya. Menyetel kalau di motor susah, sebaiknya disetel sebelum dipasang.

      Suka

  1. klo Racing Boy Buat Beat gen k-2 2016 yg ada tabung na tipe apa aja mas Cahyo? buat referensi klo mau ganti, yg ori udh mulai soak, boncengan klo lewat poldur jeduk trs

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.