Katanya transmisi semi otomatik nggak kuat dipasang di motor sport, tapi kok MV Agusta bisa?


Bagi yang pernah mengendarai motor bebek, naik motor sport itu terasa ribet. Terutama kalau sering berhenti berhenti. Pingin rasanya motor sport pakai transmisi macam motor bebek (catatan sangat penting: bukan untuk gaya gayaan). Kalau ditanyakan ke dealer, jawaban dari salesnya biasanya karena dianggap tranmisi semi otomatik itu nggak bakal kuat untuk motor dengan tenaga besar.

Namun hal ini dibantah sama MV Agusta melalui kedua motor sport nakednya, MV Agusta Dragster 800:
BRUTALE 800 RR DAN DRAGSTER 800 RR HADIR KOPLING SCS


Dan MV Agusta Brutale 800:

Kedua motor tersebut sudah dilengkapi dengan sistem transmisi semi otomatis. Sebenarnya transmisi ini sudah diperkenalkan mulai dari MV Agusta Turismo Veloca keluaran tahun lalu. Kali ini model Dragster dan Brutali ikut kebagian sekalian dengan update menjadi Smart Clutch System 2.0.

Sistem kerjanya adalah kalau dalam kondisi jalan seperti transmisi motor manual mahal, ganti gigi bisa tanpa kopling dengan keberadaan quickshifter dua arah. Nah kalau berhenti bisa tanpa kopling juga karena mesin nggak akan mati karena sistem transmisi akan bisa memisahkan diri dari mesin sehingga mesin bisa idle, seperti yang terjadi kalau kita naik motor bebek. Cara kerjanya juga kelihatan mirip cuma saja terlihat lebih mahal:

Di versi 2.0 mekanismenya disempurnakan sekalian sama berat dikurangi sehingga cuma sedikit lebih berat dari transmisi normal.

Harga kedua motor itu 17 ribu euro, atau sekitar 263 juta rupiah. Tenaga maksimal 140 hp, berat motor 175 kg, kecepatan maksimal 245 km/jam. Cukupanlah, tetap nggak kebeli.

Tapi uniknya sistem transmisi ini tidak ditawarkan pada versi naked paling kencang, MV Agusta Rush 1000 yang tenaganya 208 hp.

Apa aturan masih berlaku ya? Cuma skala lebih tinggi.

Mestinya sip juga kalau motor semacam ZX25R pakai sistem tranmisi yang semi otomatik. Dipakai saat macet enak.

11 respons untuk ‘Katanya transmisi semi otomatik nggak kuat dipasang di motor sport, tapi kok MV Agusta bisa?

  1. Dulu pernah saya riset sendiri trus bikin buat scorpio G.. persis mekanisme kopling punya TVS Neo, kopling tetap ada hanya dipake buat memutus sentrifugal jadi mesin ga mati waktu rpm rendah atau salah gigi..
    kompensasinya tenaga akselerasi drop karena
    kopling ganda berat dan setelah saya ukur ternyata bagian kiri harus diperberat juga pada magnet agar beban seimbang.. alhasil tenaga makin drop.. tapi enaknya pas putaran tinggi kita kaya dibawa oleh motor..
    sebenarnya bisa juga dilakukan peringanan pada kopling ganda, waktu itu saya pakai punya satria S 120 non kopling.. dan melakukan pergeseran big end lebih ke kiri.. blok calter juga harus dikustom.. arrrgghhh saya ga punya duit.. masih sma waktu itu.. diomelin emak juga.. 3 motor jadi tumbal..
    shogun kebo, scorpio kotak, satria 120S..

    Suka

  2. Jawaban salesnya asal jawab, tapi lebih karena pabrikannya emang ga bikin, mau jawab apa coba
    Penemu transmisi sentrifugal (bebek) kan honda, perlu ditanyakan ke hondanya kenapa ga bikin ke versi sport/moge?
    Dulu yamaha f1z awal ada kopling ‘banci’ bisa dipake bisa engga, nah sama ga nih dgn quick shifter ini? Eh bisa dual purpose gitu, di bebek pula, udah dibilang banci sama khalayak apalagi di sport sama netijen skrg wkwkk

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.